Kamis, 27 Maret 2014

I can either get bitter or I can get better."

I can either get bitter or I can get better." 
One way that you can get better rather than bitter is to develop a thankful heart.
Get this: You must learn to be grateful to the Lord with whom we shall spend eternity.
Your morning prayer should always begin: O Thou who has given me so much, I pray that you give me yet one more thing--a
grateful heart.
You can also recite your favorite memory verse as a morning prayer.
By reciting your memory verse, you're setting yourself up for success throughout the day.
There's no better time to start memorizing God's Word but today.



Membaca Alkitab Secara Benar.

karyadim642.blogspot.com

Banyak anak-anak Tuhan yang bertanya bagaimana membaca Alkitab yang benar dan mendapatkan manfaat yang tepat untuk menghidupkan kepercayaan kita kepada Allah dan menimbulkan Iman yang teguh, kepada Yesus Kristus Tuhan, tulisan dibawah ini menjelaskan bagaimana membaca Alkitab yang benar dan cukup sederhana dan tidak terlalu Teologis.

Teknik tunggal untuk menafsirkan suatu kategori seni (genre) tertentu tetapi prinsip-prinsip umum hermeneutik yang tepat untuk semua jenis naskah Alkitab.  Sebuah buku yang baik untuk pendekatan pendekatan kategori seni (genre) tertentu adalah Bagaimana Membaca Alkitab Agar Mendapatkan Semua Manfaatnya.  Karangan Gordon Fee dan Douglas Stuart, yang diterbitkan oleh Zondervan.

Fokus mula-mula pada pembaca adalah memberi kesempatan Roh Kudus untuk menerangkan Alkitab melalui empat siklus pembacaan pribadi.  Hal ini membuat :
-          Roh Kudus,
-          naskah bacaan, dan
-          si pembaca.
Menjadi yang terutama dan bukan hal sekunder. Hal ini juga akan melindungi si pembaca dari pengaruh-pengaruh yang tidak semestinya dari si komentator. Banyak teolog berkata bahwa: “Alkitab memiliki banyak sekali pernyataan/keterangan pada komentari-komentari”. Ini bukan berarti sebagai suatu tanggapan yang melemahkan mengenai alat bantu belajar ini, namun hal ini merupakan suatu permohonan untuk menggunakannya pada waktu yang tepat. Kita harus bisa mendukung penafsiran kita dengan menggunakan naskah bacaan itu sendiri.

Lima bidang yang menyediakan setidaknya peneguhan yang terbatas:
1. dari si penulis asli:
a. latar belakang sejarah
b. konteks penulisan
2. pilihan si penulis mengenai:
a. struktur tata bahasa (sintaksis)
b. penggunaan bahan-bahan kontemporer
c. kategori seni (genre)
3. pengertian kita mengenai:
a. kutipan paralel yang relevan.

Kita perlu untuk memiliki kemampuan untuk memberikan alasan dan penalaran dibalik penafsiran kita.
Alkitab adalah satu-satunya sumber iman dan perbuatan. Namun yang menyedihkan adalah orang-orang Kristen seringkali tidak bersetuju mengenai apa yang diajarkan atau dibenarkan oleh Alkitab ini.  Adalah suatu kekalahan bagi kita sendiri jika kita menyatakan mendapat ilham dari Alkitab namun kemudian orang-orang percaya tidak bisa menyetujui apa yang di ajarkan dan disyaratkannya!

Keempat siklus pembacaan ini dirancang untuk menyediakan pemahaman-pemahaman penafsiran mengenai hal-hal berikut:

A. Siklus Pembacaan Pertama
1. Membaca buku satu kali. Baca lagi dalam terjemahan yang berbeda, sebisanya dari teori penterjemahan yang berbeda.
a. kata-ke-kata (NKJV, NASB, NRSV)xv
b. ekuivalen dinamis (TEV, JB)
c. para-frasa (Living Bible, Amplified Bible)
2. Carilah maksud pokok dari keseluruhan tulisan. Identifikasikan temanya.
3. Pisahkan (jika mungkin) suatu unit-unit penulisan, suatu pasal, suatu paragraf ataupun suatu kalimat yang secara jelas menyatakan maksud pokok atau tema tersebut.
4. Identifikasikan kategori seni (genre) yang mendominasi.
a. Perjanjian Lama
(1) Cerita-cerita Ibrani
(2) Puisi Ibrani (mazmur, tulisan-tulisan bijak)
(3) Nubuatan Ibrani (prosa, puisi)
(4) Aturan-aturan Hukum
b. Perjanjian Baru
(1) Cerita-cerita (Kitab Injil, Kisah Para Rasul)
(2) Perumpamaan-perumpamaan (Kitab Injil)
(3) Surat-surat/Tulisan para rasul
(4) Tulisan-tulisan Apokaliptik

B. Siklus Pembacaan Kedua
1. Baca keseluruhan buku lagi, dengan tujuan mengidentifikasi topik-topik dan pokok-pokok utama.
2. Ringkas topik-topik utama dan secara garis besar nyatakan maknanya dalam suatu pernyataan yang sederhana.
3. Periksa pernyataan tujuan dan garis besar anda dengan alat bantu belajar.

C.  Siklus Pembacaan Ketiga
1.  Baca keseluruhan buku lagi, untuk mengidentifikasi latar belakang sejarah dan  kejadian-kejadian spesifik dari kitab Alkitab itu sendiri.
2.  Daftarkan hal-hal historis yang disebut dalam buku Alkitab tersebut.
a.      Penulis
b. Tanggal
c.      Penerima-penerima
d. Alasan khusus penulisan
e.      Aspek-aspek dari latar belakang budaya yang berkaitan dengan tujuan penulisan.
f.      Referensi-referensi mengenai orang-orang dan peristiwa-peristiwa sejarah.
3.  Kembangkan garis besar anda ke tingkat paragraf dari buku Alkitab yang sedang anda tafsirkan. Selalu mengidentifikasikan dan meringkas unit tulisan. Ini mungkin akan mencakup beberapa pasal dan paragraf. Hal ini akan memampukan anda untuk mengikuti logika dan rancangan tulisan dari si penulis asli.
4.  Periksa latar belakang sejarah anda dengan menggunakan alat bantu belajar.

D. Siklus Pembacaan Keempat
1. Baca lagi bagian buku tersebut dalam beberapa terjemahan
a. kata-ke-kata (NKJV, NASB, NRSV)
b. ekuivalen dinamis (TEV, JB)
c. para-frasa (Living Bible, Amplified Bible)
2. Cari struktur tulisan atau tata bahasa
a. frasa-frasa yang berulang, Efesus 1:6,12,13
b. struktur tata bahasa yang berulang, Roma 8:31
c. konsep-konsep yang kontras
3. Daftarkan hal-ha berikut ini:
a. istilah-istilah yang signifikan
b. istilah-istilah yang tidak umum.
c. Struktur tata bahasa yang penting
d. Kata-kata, anak kalimat maupun kalimat-kalimat yang sukar dimengerti.
4.  Cari kutipan-kutipan parallel yang relevan
a. Cari kutipan pengajaran yang paling jelas dalam bidang yang anda pelajari, menggunakan
(1) buku-buku “teologi sistematis”
(2) Alkitab-Alkitab yang berpetunjuk.
(3) konkordansi.
b. Cari kemungkinan adanya hal-hal yang bersifat paradox dalam pokok yang anda pelajari. Banyak kebenaran Alkitab dinyatakan dalam bentuk pasangan dialektik; banyak konflik antar  denominasi bersumber pada proof-texting setengah dari “ketegangan” dalam penafsiran Alkitab. Keseluruhan isi Alkitab adalah ilham dari Allah, hingga kita harus mencari selengkap mungkin berita yang terkandung didalamnya agar penafsiran kita akan Firman menjadi seimbang.
c.  Cari bagian-bagian paralel dalam satu buku, satu pengarang, dan satu kategori seni; Alkitab adalah penafsir terbaik dari Firman Allah, karena penulisnya adalah satu yaitu Roh Kudus.
5.  Gunakan Panduan belajar untuk memeriksa latar belakang dan peristiwa-peristiwa sejarah yang anda dapati.
a. Alkitab panduan belajar
b. Ensiklopedi, buku pegangan, dan kamus Alkitab
c. Pengantar Alkitab
d. Komentari Alkitab (pada titik ini dalam proses belajar anda, ijinkan komunitas orang percaya, di masa lalu atau masa kini, untuk membantu dan mengkoreksi proses belajar pribadi anda.)

Bekasi, 27 Maret 2014


Karyadim642.blogspot.com

Selasa, 25 Maret 2014

TIDAK LAYAK DIMATA MANUSIA, LAYAK DIMATA TUHAN, Matius 9:10-13


Karyadim642.blogspot.com
Matthew the Tax Collector
9      As Jesus passed on from there, He saw a man named Matthew sitting at the tax office. And He said to him, "Follow Me." So he arose and followed Him.
10    Now it happened, as Jesus sat at the table in the house, that behold, many tax collectors and sinners came and sat down with Him and His disciples.
11 And when the Pharisees saw it, they said to His disciples, "Why does your Teacher eat with tax collectors and sinners?"
12    When Jesus heard that, He said to them, "Those who are well have no need of a physician, but those who are sick.
13 But go and learn what this means: 'I desire mercy and not sacrifice.' For I did not come to call the righteous, but sinners, to repentance."

10   κα  γένετο  ατο  νακειμένου  ν  τ  οκί,  κα  δο  πολλο  τελναι  κα  μαρτωλο  λθόντες  συνανέκειντο  τ  ησο  κα  τος  μαθητας  ατο· 
11   κα  δόντες  ο  Φαρισαοι  λεγον  τος  μαθητας  ατο·  δι  τί  μετ  τν  τελωνν  κα  μαρτωλν  σθίει    διδάσκαλος  μν; 
12     δ  κούσας  επεν·  ο  χρείαν  χουσιν  ο  σχύοντες  ατρο  λλ’  ο  κακς  χοντες. 
13   πορευθέντες  δ  μάθετε  τί  στιν·  λεος  θέλω  κα  ο  θυσίαν·  ο  γρ  λθον  καλέσαι  δικαίους  λλ  μαρτωλούς.

Ketika Tuhan Yesus datang  dan makan dirumah Matius dengan teman-temannya pemungut cukai serta dengan orang-orang berdosa (Pesta itu diadakan oleh Matius (Lukas 5:29). Ini mungkin merupakan pesta perpisahan dengan teman-temannya, tetapi jelas juga merupakan usaha Matius untuk memperkenalkan teman-temannya kepada Yesus. Orang yang sudah diampuni pasti mempunyai keinginan untuk membawa orang lain kepada Yesus. Adakah keinginan itu ada pada saudara?,) maka kagetlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang ortodoks, kenapa sampai mereka terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ? (Ini kontras dengan sikap orang-orang Farisi yang menjauhi orang berdosa. Kita memang harus mau bergaul dengan orang berdosa / bejad, tetapi tetap ada batas-batasnya. Kalau pergaulan saudara dengan orang berdosa itu menyebabkan saudara jatuh ke dalam dosa, maka sebaiknya saudara menghindari hal itu. Misalnya: ex Narkoba usahakan jangan bergaul lagi dengan pemakai narkoba, Peminum jangan bergaul lagi dengan peminum/minuman keras, dll)

Karena pada Zaman itu di Israel masyarakat secara umum terbagi dua kelompok :
a.    Kelompok Ortodoks.
Kelompok yang menaati hokum Taurat sampai ke hal-hal yang terkecil.
b.    Kelompok Rakyat Jelata.
Yang tidak menaati Hukum Taurat seperti itu.    

Hukum Yahudi melarang adanya hubungan Antara kedua kelompok diatas. Kelompok Ortodoks dilarang :
  Ø  Bepergian dengan rakyat jelata.
  Ø  Mengadakan kegiatan dagang.
  Ø  Memberi atau Menerima sesuatu dari mereka.
  Ø  Apalagi mengundang makan bersama dirumah mereka.

Dalam hidup saudara mungkin ada banyak tradisi yang bertentangan dengan Kitab Suci, tetapi tidak saudara sadari karena saudara tidak atau kurang merenungkan Kitab Suci. Misalnya:
o   Datang terlambat dalam kebaktian. Kalau saja saudara merenungkan bahwa dalam 2 Timotius 2:3-4 orang kristen disebut sebagai ‘prajurit’, yang tentu harus mempunyai kedisiplinan dalam hal waktu, maka mestinya tradisi datang terlambat dalam kebaktian itu tidak akan ada dalam hidup saudara!
o   Tidak / jarang bersaat teduh / berdoa. Kalau saja saudara merenungkan Yohanes 15:1-8 yang menggambarkan bahwa kita sebagai ranting anggur harus terus melekat pada pokok anggur, maka mestinya saudara akan menjadi orang kristen yang banyak berdoa / bersaat teduh secara teratur.
o   Tidak melakukan pelayanan apa-apa. Mayoritas orang kristen termasuk di sini! Kalau saja mereka mau merenungkan bahwa setiap orang kristen adalah anggota tubuh Kristus (1 Korintus 12:27) yang pasti mempunyai fungsi / kegunaan, maka mereka mestinya akan mau melayani Tuhan.

Jawaban Yesus sederhana dari pertanyaan dan kebingungan orang Farisi dan ahli Taurat, bahwa Dia datang bukan untuk orang yang sehat tetapi untuk orang yang sakit, Yesus datang bukan untuk mencari orang yang benar (apalagi orang yang merasa dirinya benar) tetapi kepada orang yang berdosa dan lebih indah lagi yang sadar dirinya berdosa dan mau bertemu Yesus dan BERTOBAT.

Tetapi sudut pandang orang-orang Farisi dan Ahli Taurat pada waktu itu adalah :
  v  Mereka lebih memperhatikan pelestarian kesucian mereka sendiri dari pada menolong orang lain yang berdosa.
  v  Mereka lebih suka menunjukan kesalahan orang lain, dari pada menolong orang lain untuk mengatasi dosa-dosa atau kesalahan-kesalahan orang tersebut.
  v  Mereka lebih suka membiarkan orang jatuh dari pada mengulurkan tangan untuk menolongnya.
Seperti dokter yang hanya mendiagnose suatu penyakit tetapi tidak mau mengobatinya/mengusahakan kesembuhan.
  v  Mereka mempraktekan agama hanya untuk menampakan ortodoksi luar dari pada tindakan pertolongan praktis. (Hosea 6:6)
Tidak berarti bahwa persembahan itu tidak penting, tetapi persembahan yang disertai kehidupan yang jahat kepada sesama manusia, tidak akan diterima oleh Allah.
                                     
SETIAP ORANG BISA MENUNJUKAN KESALEHAN SECARA TELITI DAN TEKUN. TETAPI KALAU TANGANNYA TIDAK PERNAH TERULUR UNTUK MENOLONG ORANG LAIN YANG MEMBUTUHKAN, MAKA IA BUKANLAH ORANG YANG BERAGAMA.

Eats with tax collectors and sinners;
10 kai  egeneto  autou  anakeimenou  en  tē  oikia,  kai  idou  polloi  telōnai  kai  amartōloi  elthontes  sunanekeinto  tō  iēsou  kai  tois  mathētais  autou· 
11 kai  idontes  oi  pharisaioi  elegon  tois  mathētais  autou·  dia  ti  meta  tōn  telōnōn  kai  amartōlōn  esthiei  o  didaskalos  umōn; 
12 o  de  akousas  eipen·  ou  chreian  echousin  oi  ischuontes  iatrou  all  oi  kakōs  echontes. 
13 poreuthentes  de  mathete  ti  estin·  eleos  thelō  kai  ou  thusian·  ou  gar  ēlthon  kalesai  dikaious  alla  amartōlous.

10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Sabtu, 22 Maret 2014

Pra-suposisi (SAYA PERCAYA ALKITAB)


A. Saya percaya Alkitab adalah satu-satunya pernyataan diri dari satu-satunya Allah yang benar. Karena itu, penafsirannya harus menggunakan sudut pandang maksud dan tujuan dari sang penulis illahi (Roh Kudus) yang menggunakan seorang manusia sebagai penulis dan dalam latar belakang sejarah tertentu.

B. Saya percaya Alkitab ditulis untuk orang-orang biasa – untuk semua orang! Tuhan menyediakan diriNya untuk berbicara secara jelas kepada kita dalam suatu konteks sejarah dan budaya tertentu. Tuhan tidak menyembunyikan kebenaran—Ia ingin kita mengerti! Oleh karena itu, Alkitab harus ditafsirkan dengan sudut pandang zaman pada saat penulisannya, bukan zaman kita saat ini. Alkitab tidak dapat berarti sesuatu bagi kita berbeda dengan kepada mereka yang membaca dan mendengarnya pertama kali. Hal ini dapatlah secara mudah dimengerti oleh akal kita, dan menggunakan teknik-teknik dan bentuk-bentuk komunikasi.

C. Saya percaya Alkitab memiliki berita dan tujuan yang menyatu. Tidak saling ber tentangan satu dengan yang lain, walaupun didalamnya terdapat juga bagian-bagian yang sukar dan bersifat paradoks. Dengan demikian penafsir terbaik dari Alkitab adalah Alkitab itu sendiri.

D. Saya percaya bahwa setiap bagian (selain nubuatan) hanya memiliki satu arti berdasarkan maksud dan tujuan dari si penulis yang diilhami Tuhan sendiri. 
    
   Meskipun kita tidak akan mungkin bisa sepenuhnya meyakini bahwa kita tahu maksud si penulis, banyak indikator menunjuk kearah hal tersebut:

1. Genre (tipe literatur) yang dipilih untuk mengemukakan berita.
2. latar belakan sejarah dan/atau kejadian tertentu yang mendorong penulisan
3. konteks tulisan dari keseluruhan buku, juga tiap satuan tulisan.
4. rancangan naskah (garis besar) dari satuan tulisan dalam kaitannya dengan keseluruhan berita.
5. ciri-ciri tata bahasa tertentu yang menonjol yang digunakan untuk mengkomunikasikan berita.
6. kata-kata yang dipilih untuk menyajikan berita.
7. bagian-bagian yang bersifat paralel.


Bekasi, 22 Maret 2014


Karyadim642.blogspot.com

Selasa, 18 Maret 2014

4. YOM

karyadim642.blogspot.com

Teori-teori mengenai arti dari yom (hari) diambil dan diadaptasikan dari karya Dr. John Harris (Dekan dari Sekolah Studi KeKristenan dan Guru Besar PL dari East Texas Baptist University):

1. Teori Hurufiah Periode Dua Puluh Empat Jam
Ini adalah pendekatan yang bersifat terang-terangan (lih. Kel 20:9-11). Pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari pendekatan ini:
a. Bagaimana ada terang pada hari pertama sedangkan matahari belum diciptakan sampai hari ke empat?
b. Bagaimana semua binatang (khususnya yang berasal-usul dari bagian-bagian lain di dunia) dinamai dalam waktu kurang dari sehari? (lih. Kejadian 2:19-20)?

2. Teori Hari-Jaman
Teori ini berupaya untuk menyelaraskan ilmu pengetahuan (khususnya geologi) dengan Kitab Suci. Teori ini menyatakan bahwa “hari” tersebut panjangnya adalah sepanjang “jaman/umur geologis”. Panjang ini tidak seragam, dan mendekati berbagai lapisan yang dijelaskan dalam geologi uniformitarian.
Ilmuwan cenderung untuk menyetujui perkembangan umum dari Kejadian 1: uap dan suatu masa yang berair mendahului pemisahan tanah dan laut sebelum munculnya kehidupan. Kehidupan tanaman muncul sebelum binatang, dan manusia mewakili bentuk kehidupan yang terakhir dan paling kompleks.
Pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari pendekatan ini:
a. Bagaimana tumbuh-tumbuhan bisa bertahan selama “jaman” ini tanpa matahari?
b. Bagaimana polinasi bisa terjadi dalam tanaman jika serangga dan burung-burung belum diciptakan sampai “bertahun-tahun” kemudian?

3. Teori Hari-Jaman Alternatif
Hari-hari pada kenyataannya adalah periode-periode dua puluh empat jam, namun tiap hari dipisahkan oleh suatu jaman yang di dalamnya apa yang diciptakan berkembang.
Pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari pendekatan ini:
a. Masalah yang sama yang timbul dalam Teori Hari-Jaman.
b. Apakah naskah ini menunjukkan “hari” yang digunakan baik sebagai dua puluh empat jam dan suatu jaman?

4. Teori Penciptaan-Malapetaka yang Bertumbuh
Teori ini berjalan sebagai berikut: di antara Kejadian 1:1 dan 1:2, ada suatu kurun waktu yang tak terbatas yang di dalamnya jaman-jaman geologi terjadi; Selama periode ini, makhluk-makhluk pra-sejarah sesuai dengan urutan yang disarankan oleh fosil-fosilnya diciptakan; sekitar 200,000 tahun yang lalu, suatu bencana yang adi kodrati muncul dan merusakkan sebagian besar kehidupan di planet ini dan membuat banyak binatang punah; kemudian hari-hari dari Kejadian 1 muncul. Hari-hari ini lebih menunjuk pada suatu penciptaan kembali, daripada suatu penciptaan aslinya.

5. Teori Hanya-Eden
Catatan penciptaan ini hanya menunjuk pada penciptaan dan aspek jasmaniah dari Taman Eden.

6. Teori Celah
Berdasarkan Kejadian 1:1, Allah menciptakan suatu dunia yang sempurna. Berdasarkan Kejadian 1:2, Lusifer (Setan) ditempatkan untuk menguasai dunia dan memberontak. Allah kemudian menghakimi Lusifer dan dunia dengan kehancuran total. Selama jutaan tahun, dunia ditinggalkan demikian saja dan jaman-jaman geologis berlalu. Berdasarkan atas Kejadian 1:3-2:3, kira-kira dalam tahun 4004 SM, enam dari hurufiah dua puluh empat jam penciptaan kembali terjadi. Uskup Ussher (1654 M) menggunakan silsilah dari Kejadian 5 dan 11 untuk menghitung dan menanggali penciptaan manusia kira-kira 4004 SM. Namun demikian, silsilah tidak mewakili skema-skema kronologis yang lengkap.

NASKAH NASB (UPDATED):Kejadian 1:6-8
6. Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."
7. Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
8. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi,
itulah hari kedua.

Kejadian 1:6 Ayat ini memiliki dua Qal JUSSIVES (“Jadilah...) Dari kata kerja “adalah”. Susunan yang sama ada dalam ayat-ayat 14 dan 22.
NASB, NET ,JPSOA “suatu bentangan”, NKJV “cakrawala”, NRSV, TEV “kubah”
NJB “kolong”
Istilah ini bisa berarti “menuntaskan” atau “mengulurkan” sebagaimana dalam Yesaya 42:5. Ini menunjuk pada atmosfir bumi (lih.Kejadian 1:20) yang digambarkan secara penggambaran sebagai suatu kubah udara atau mangkok terbalik di atas permukaan bumi (lih. Yesaya 40:22).
 “segala airAir tawar dan air asin adalah elemen penting dalam catatan penciptaan di luar alkitab, namun dalam Alkitab air-air ini dikendalikan oleh Allah. Tak ada perbedaan yang dibuat dalam Kejadian 1 antara air asin dan air tawar. Air dalam atmosfir dipisahkan dari air di bumi. Analisis dari Kejadian 1 menunjukkan bahwa Allah memisahkan beberapa hal sebagai suatu proses kepada bumi yang dihuni (terang dari gelap, air di atas dari air di bawah, air di bawah dari daratan, waktu matahari dari waktu bulan).

7. Teori Minggu Sakral
Penulis kitab Kejadian menggunakan konsep hari dan satu minggu sebagai suatu perangkat sastra untuk menguraikan berita Illahi mengenai aktivitas Allah dalam penciptaan. Susunan yang sedemikian tersebut melukiskan keindahan dan simetri dari pekerjaan penciptaan Allah.

8. Peresmian Kuil Kosmik
Ini adalah pandangan akhir-akhir ini oleh John H. Walton, Dunia yang Hilang dari Kejadian Satu, IVP. 2009, yang melihat enam hari tersebut sebagai suatu “ontologi fungsional, bukan suatu ontology material”. Hari-hari tersebut menjelaskan penataan dan penyusunan oleh Allah akan suatu semesta yang berfungsi bagi kebaikan umat manusia. Ini cocok dengan kosmologi-kosmologi kuno lainnya. Contohnya, tiga hari pertamanya mewakili Allah yang menyediakan “musim (yaitu waktu),” “iklim (yaitu, bagi tanam-tanaman)” dan makanan. Frasa yang berulang “adalah baik” menyatakan fungsionalitas.

Hari ke tujuh menjelaskan Allah memasuki “kuil kosmik” Nya yang telah berfungsi penuh dan berpenghuni, sebagai pemegang hak milik, pengendali dan pengarahnya. Kejadian 1 tak ada hubungannya dengan penciptaan material dari materi namun penataan dari materi tersebut untuk mewujudkan suatu tempat yang berfungsi bagi Allah dan manusia untuk bersekutu.

“Hari-hari” menjadi suatu perangkat sastra untuk mengkomunikasikan konsensus umum Timur Dekat Kuno bahwa:
a. Tak ada perbedaan antara yang “alamiah” dan yang “adi-kodrati”
b. KeTuhanan terlibat dalam setiap aspek kehidupan. Keunikan Israel bukanlah pandangan dunia umumnya, namun yang berikut ini:
(1) monoteisme nya
(2) penciptaan adalah bagi umat manusia, bukan bagi para dewa
(3) tak ada konflik antar dewa-dewa maupun antara dewa-dewa dengan manusia dalam catatan Israel.
Israel tidak meminjam catatan penciptaannya dari bangsa lain namun hanya berbagi pandangan dunia umum mereka.


Bekasi, tgl.18 Maret 2014



Karyadim642.blogspot.com

Kamis, 13 Maret 2014

Ekonomi Integrasi MEA adalah Peluang besar dalam dunia Usaha.


Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, mengemukakan bahwa Indonesia harus bisa memanfaatkan ekonomi integrasi dari masyarakat ekonomi asean (MEA) sebagai satu peluang besar dalam dunia usaha.

"ASEAN Economy Community (MEA) ini tentu membuat potensi dan peluang yang perlu dimanfaatkan Indonesia menjadi terbentang luas, ini kan ekonomi yang terintegrasi," kata Marty usai rapat koordinator terkait AEC di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu (12/3).

Namun demikian Marty mengingatkan bahwa peluang tersebut perlu dideteksi sementara tantangan yang dihadapi Indonesia dalam MEA nanti juga harus diatasi supaya Indonesia dapat meraup keuntungan yang banyak dari ekonomi yang terintegrasi tersebut.

"Tentu akan muncul tantangan serta penyesuaian yang tidak hanya dihadapi pemerintah namun juga dunia usaha, maka untuk mempertajam kesiapan kita antara lain melalui pembentukan komite MEA," ujar Marty.

Komite ini dikatakan Marty bertugas untuk mempersiapkan Indonesia menuju MEA baik dari dari sisi pemerintah dan dunia usaha.

Adapun tugas komite ini adalah untuk identifikasi peluang dan tantangan yang muncul dan dihadapi oleh pemerintah dan dunia usaha.

"Dari berbagai lini atau lintas apakah itu perdagangan, investasi, perdagangan, atau pun arus gerak manusia, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Kita sudah capai 84 persen," ujar dia.

Menurut Marty angka 84 persen ini menunjukkan tingkat kepatuhan Indonesia pada rencana dan target yang harus dipenuhi menjelang MEA.

"Itu baru tahapan implementasinya, kemudian ke depan terkait masalah tingkat bagaimana kesiapan kita memanfaatkan peluang itu," tandas Marty.(*)

Editor: Ruslan Burhani

3. UMUR DAN PEMBENTUKAN BUMI

karyadim642.blogspot.com

I.  Bidang studi ini bias karena asumsi yang harus dibuat bahkan untuk mengejar pemikiran secara rasional mengenai pokok masalah ini.
Asumsi-asumsi tersebut harus menjadi fokus dari suatu evaluasi dari pendapat-pendapat yang berlainan yang diungkapkan oleh para ahli kosmologi, geologi, dan ilmu-ilmu yang terkait dibandingkan dengan pemahaman dan interpretasi teologis.

II. Bagi Ilmu Pengetahuan asumsi-asumsi yang nampak adalah:
A.   Bahwa tingkat perubahan (yaitu, jasmaniah, kimiawi, dan biologis) yang dicatat dan diukur pada bumi saat ini adalah konstan di masa lalu (yaitu, uniformitarianisme, “saat ini adalah kunci dari masa lalu”)

B. Penanggalan radiometris (disebut penanggalan absolut), yang merupakan kunci kronologis untuk penanggalan bumi dan peristiwa-peristiwa kosmik, “which is the chronological key to dating the earth and cosmic events”, dibingungkan oleh beberapa asumsi:
1. komposisi asli batuan-batuan (yaitu hubungan dari elemen induk dan anak dari elemen-elemen atomik yang tidak stabil)
2. setengah-kehidupan dari elemen-elemen ini.
3. suhu juga mempengaruhi persentase induk dan anak dalam suatu sampel (yaitu, waktu pembentukan dan/atau ruangan-ruangan magma vulkanik)
4. Sumber dan waktu asli dari pencipaan elemen-elemen radio aktif tidak pasti. Teori-teori saat ini menyatakan bahwa elemen-elemen yang lebih berat diciptakan dari reaksi-reaksi termonuklear dalam bintang generasi kedua dan ketiga dan disebarkan oleh supernova-supernova.

C. Bahwa enam anggapan prinsip-prinsip urutan geologi (disebut penanggalan relatif) mempengaruhi paleontologi:
1. hukum superposisi-dalam suatu urutan pengendapan batuan yang tak terganggu, lapisan batuan di bagian atas berumur lebih muda dan lapisan yang di bawah lebih tua.
2. prinsip dari lapisan-lapisan horizontal asli dari batuan yang belum sempurna diendapkan di dalam suatu dataran yang hampir horizontal
3. prinsip hubungan-hubungan pemotongan silang ketika batuan terpotong atau terganti oleh satu keretakan, batuan ini pasti lebih tua dari keretakan tersebut.
4. prinsip pencakupan-massa batuan yang saling berdekatan, satu batuan biasanya memiliki pecahan dari yang lebih rendah menempel di lapisan bagian atas yang meneguhkan asumsi.
5. prinsip korelasi-batuan yang serupa susunan bahannya namun berasal dari daerah-daerah yang berbeda harus di cocokkan, ketika hal ini tak dapat dilakukan maka fosil-fosil yang serupa digunakan untuki menunjukkan penanggalan yang serupa dari pembentukannya.
6. prinsip suksesi fosil-organisme fosil berganti satu sama lain dalam suatu urutan yang terbatas dan dapat ditentukan:
a. Fosil-fosil yang tersebar luas.
b. Suatu rentang waktu geologis yang terbatas sampai pendek.

III. Beberapa Komentar oleh para Ilmuwan

A. Kebanyakan Ilmuwan menyadari bahwa ilmu pengetahuan yang sebenarnya adalah suatu metode penelitian yang berusaha mengkorelasikan segala fakta dan anomali yang diketahui ke dalam suatu teori yang bisa diuji. Beberapa hal berdasarkan sifat alamiahnya sendiri tidak dapat diuji.

B. Beberapa komentar dari para ilmuwan mengenai asumsi ilmiah di bidang ini.
1. “Doktrin tersebut (yaitu uniformitarianisme) tidak boleh di ambil secara terlalu hurufiah. Untuk mengatakan bahwa proses-proses geologis di masa lau sama dengan apa yang ada sekarang tidak menyarankan bahwa hal-hal ini selalu memiliki kepentingan relatif dan beroperasi pada tingkat yang tepat sama” (Tarbuck dan Lutgens, Ilmu Pengetahuan Bumi, ed. ke-6. hal. 262).
2. “Pentinglah untuk menyadari bahwa suatu penanggalan radiometrik yang akurat dapat diperoleh hanya jika mineral tersebut tetap dalam suatu sistem tertutup selama kurun waktu pembentukannya; yaitu, suatu tanggal yang benar tidaklah memungkinkan kecuali tanpa adanya penambahan atau pengurangan dari isotop-isotop induk atau anaknya” (Ilmu Pengetahuan Bumi, ed. ke-6. hal. 276).
3. “Kita terburu-buru untuk menekankan bahwa keseragaman/uniformitas adalah suatu asumsi yang kita buat mengenai alam, demikian pula merupakan suatu doktrin lebih dari pada suatu hukum yang telah terbukti secara logis” (Dott dan Balten, Evolusi Bumi, ed. ke 4. hal. 44).
4. “Konstanta-kontanta pembusukan yang mencirikan tingkat pembusukan radio aktif, dan mengatur hubungan antara data isotopik dan pasangan umur-umur isotopik radio tidak diketahui secara tepat. Konsekuensinya, keakuratan dari beberapa metode penanggalan yang paling teliti, seperti teknik 40Ar/39Ar, mungkin menjadi suatu urutan yang besar atau jauh lebih buruk lagi daripada ketelitiannya (“Perkembangan dan tantangan dalam geokronologi” oleh Renne, Ludwig dan Karner dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan (2000), 83 (1), 107).
5. “Orang tanpa pelatihan ilmu pengetahuan mungkin tidak bisa memahami bahwa metode penanggalan radio aktif apapun hanya bisa dipercaya untuk sampel dengan umur mendekati setengah kehidupan dari elemen yang dipertanyakan (Hugh Ross, laporan berkala, Alasan-alasan untuk Percaya).

IV. Asumsi-asumsi bukanlah keunikan masyarakat ilmiah namun ternyata juga ada dalam masyarakat agamawi.

A.   Manusia terhanyut kepada suatu prinisip dan model pemersatu untuk mengkorelasikan pengalaman akal mereka dan menyediakan kestabilan emosional. Dalam Ilmu Pengetahuan prinsip pemersatu ini  adalah “evolusi”
1. Theodosius Dobzhansky, “Manusia yang berubah,” Ilmu Pengetahuan, 155, 409-415, “Evolusi adalah suatu proses yang telah menghasilkan kehidupan dari yang bukan kehidupan, yang telah menimbulkan manusia dari binatang-binatang, dan yang bisa diperkirakan akan terus melakukan hal-hal yang luar biasa di masa depan.”
2. Brian J. Alters dan Sandra M. Alters, Mendefinisikan Evolusi, hal. 104, “evolusi adalah konteks dasar dari seluruh ilmu pengetahuan biologis.. .evolusi adalah suatu kerangka kerja penjelasan, teori pemersatu. Hal ini tak boleh tidak ada dalam pelajaran biologi, sama seperti teori keatoman yang harus ada dalam pelajaran kimia.”

B.    Bagi banyak orang Kristen konservatif teori pemersatunya (yaitu penafsiran) telah menjadi suatu penafsiran hurufiah dari Kejadian 1-2.
Ini benar bagi para penganut literalisme bumi muda (Lembaga Penelitian Penciptaan yang menanggali bumi kira-kira berumur 10,000 tahun) dan para penganut literalisme bumi tua (Alasan-alasan untuk Percaya yang menanggali bumi atas dasar geologi modern yaitu sekitar 4.6 milyar tahun).

Penafsiran seseorang akan Kitab Suci menjadi suatu lensa yang digunakan untuk memandang dan mengevaluasi segalanya. Seseorang tak bisa menyalahkan asumsi subyektif, karena semua pengetahuan manusia pada tingkat tertentu bersifat pra-suposisi. Namun demikian, pengevaluasian dari prasuposisi seseorang sangatlah menentukan bagi suatu pengevaluasian yang tepat mengenai pernyataan-pernyataan “kebenaran” mereka.
C.    Kekristenan Fundamental mencoba untuk memakai suatu argumentasi “ilmiah” padahal masalah pokoknya adalah suatu metodologi hermeneutika.

Ini tidak mengisyaratkan bahwa “ilmu pengetahuan evolusi moderen” tak bersifat pra-suposisi atau bahwa kesimpulan-kesimpulannya tidak dibentuk oleh suatu pandangan dunia apriori. Kita harus berhati-hati dan bersikap analitis terhadap keduanya.
    
Sepertinya ada bukti-bukti di kedua pihak. Saya harus bertanya pada diri saya sendiri kepada pandangan yang mana saya secara alamiah, emosional atau pendidikan terhanyut (yaitu asumsi kepuasan diri)?

Bekasi, tgl. 13 Maret 2014



Karyadim642.blogspot.com