Tampilkan postingan dengan label PENGAKUAN IMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGAKUAN IMAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juni 2015

TEOLOGI KEDATANGAN KRISTUS KEMBALI


Pengakuan Iman GBI mencatat :”Tuhan Yesus akan turun dari sorga untuk membangkitkan semua umat-Nya yang telah mati dan mengangkat semua umat-Nya yang masih hidup lalu bersama-sama bertemu dengan Dia di udara, kemudian ia akan datang kembali bersama orang kudus-Nya untuk mendirikan kerajaan seribu tahun di bumi ini.”

1.    GBI percaya bahwa Tuhan Yesus akan datang kebumi. 1 Yohanes 14:1-3, tapi tentang saat kedatangan-Nya  tak seorangpun yang tahu, kecuali Bapa di Surga. Matius 24:36.

Karena itu GBI menolak ramalan yang menyebutkan Yesus akan datang pada tahun tertentu. GBI juga percaya bahwa kedatangan kristus kembali itu akan terdiri dari dua tahap yang berbeda.

Tahap Pertama adalah pengangkatan orang percaya ke awan-awan. 1 Tesalonika 4:15-17. Ini adalah kedatangan Kristus untuk menjemput umat-Nya. Sedangkan
Tahap kedua Yesus akan menjejakan kami dibumi. Ini adalah kedatangan-Nya dengan orang-orang kudus-Nya. Yudas 1:14.

GBI tidak menekankan teori pengangkatan manapun, apakah diawal (pre-tribulation), ditengah (mid-tribulation) ataupun di akhir (post-tribulation) masa aniaya Antikristus. Yang penting kita harus siap menyambut kedatangan-Nya setiap saat.

2.    GBI percaya bahwa kebangkitan orang mati yang mendahului peristiwa pengangkatan itu adalah kebangkitan orang-orang benar, yang disebut dengan istilah :

Kebangkitan Pertama. Lukas 14:13-14; Wahyu 20:4-6. Mereka akan memperoleh tubuh kebangkitan (kemuliaan) yang sama seperti yang dimiliki oleh Tuhan Yesus sesudah kebangkitan-Nya.
Orang percaya yang masih hidup pun akan diubah mengenakan tubuh kemuliaan, karena darah dan daging tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 1 Korintus 15:50.

Sedangkan Kebangkitan Kedua adalah kebangkitan bagi orang yang yang tidak benar/tidak percaya Yesus, yang namanya tidak tercantum dalam kitab kehidupan, yang akan dihukum selamanya di lautan api. Wahyu 20:11-15.

3.    GBI percaya bahwa Yesus akan datang kembali untuk mendirikan kerajaan seribu tahun damai dibumi ini.

     Ada tiga pandangan tentang kerajaan seribu tahun ini :
a.     Pre-Millenium (Yesus datang sebelum masa kerajaan seribu tahun, karena Dia yang akan memerintah sebagai raja di kerajaan itu).
b.     Post-Millenium (Kristus datang setelah dunia ditransformasikan oleh     berita injil sehingga mayoritas penduduk bumi menjadi Kristen. Itulah yang dimaksud “kerajaan 1000 tahun”).
c.     A-Millenium (tidak ada pemerintahan Kristus di bumi secara nyata. Kerajaan 1000 tahun bersifat rohani dan bukan duniawi, dan sudah hadir kini melalui gereja, firman dan roh-Nya. Sampai akhir zaman, kejahatan dan kebaikan akan berlangsung secara pararel).

GBI menerima pandangan pre-millenium, bukan post-millenium ataupun a-millenium.

4.    GBI percaya pada akhirnya langit dan bumi yang sekarang ini akan lenyap, lalu muncul langit dan bumi baru yang diciptakan Tuhan. 2 Petrus 3:10-13, Wahyu 21-22.


Di dalamnya tidak ada yang najis, semua suci. Dosa, penyakit dan air mata tidak ada lagi. Yerusalem Baru akan turun dari sorga, kebumi baru. Allah diam di Yerusalem Baru bersama dengan manusia yang telah ditebus-Nya. Wahyu 21:2-3. Orang percaya akan beribadah dan melayani Allah serta memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. (Wahyu 7:15; Wahyu 22:3).

Senin, 08 Juni 2015

TEOLOGI BAPTISAN ROH KUDUS


Pengakuan Iman GBI mencatat Baptisan Roh Kudus adalah karunia Tuhan untuk semua orang yang telah disucikan  hatinya. Tanda awal baptism Roh Kudus adalah berkata-kata dengan bahasa roh sebagaimana diilhamkan oleh Roh Kudus.

1.    GBI Percaya ada perbedaan antara kelahiran baru dan baptisan Roh Kudus. Kisah 1:8.
Roh Kudus yang mendiami orang percaya selamanya pada saat kelahiran baru. Yohanes 14:16-17. Tidak seorangpun mengaku “Yesus Tuhan” selain oleh Roh Kudus. 1 Korintus 12:3. Setelah kelahiran baru kita harus mengalami baptisan roh Kudus agar menerima kuasa untuk melayani dan menjadi saksi. Kisah 1:8.
Perbedaan kedua peristiwa itu Nampak misalnya dalam diri : para murid Kristus. Matius 16:16; Lukas 24:49; Kisah 2:1-4, orang Samaria yang bertobat. Kisah 8:14-17, Para murid di Efesus. Kisah 19:1-7.
Dengan demikian GBI menolak pandangan yang menyamakan antara kelahiran baru dan baptisan Roh Kudus.

2.    GBI percaya bahwa tanda awal menyertai orang yang dibaptis dengan Roh Kudus ialah berkata-kata dengan bahasa roh, ini Nampak  pada hari  Pentakosta (Kisah 2:4) di rumah Kornelius. Kisah 10:44-48, murid di Efesus. Kisah 19:5-6. GBI percaya juga bahwa bahasa roh yang asli masih ada pada masa kini.
Bahasa roh memang akan berhenti jika yang sempurna tiba. 1 Korintus 13:8-12, yakni saat kedatanganKristus kembali, pada saat kita akan melihat dia dalam keadaan yang sebenarnya. 1 Yohanes 3:2.
GBI menolak pandangan bahwa bahasa roh telah berhenti setelah zaman para rasul, atau pun sejak Alkitab telah dikanonkan enjaadi satu, yang dianggap sebagai kesempurnaan yang telah tiba oleh kelompok tertentu.

3.    GBI percaya bahwa bahasa roh adalah tanda awal baptisan Roh Kudus. Ini tidak berarti bahwa bahasa roh adalah satu-satunya tanda baptisan roh Kudus, sehingga orang yang tidak berbahasa roh dianggap belum dibaptisan dengan Roh Kudus.
GBI juga tidak mengatakan bahwa bahasa roh adalah salah satu tanda baptisan Roh Kudus, sehingga berbahasa roh ataupun tidak, tak terlalu masalah karena  itu hanyalah salah satu tanda saja.
GBI mengakui bahasa roh sebagai tanda awal artinya  walaupun bukan satu-satunya tanda namun ini penting sehingga orang percaya didorong untuk memintanya kepada Tuhan. Karena semua pemberian yang baik berasal dari Allah. Yakobus 1;17, dan tentu Tuhan memberikan bahasa roh itu dengan tujuan yang baik untuk membangun kerohanian kita. 1 Korintus 14:2, 4.

4.    GBI percaya dalam ibadah bersama boleh digunakan bahasa roh beramai-ramai, bila itu adalah bahasa roh sebagai tanda awal baptisan roh Kudus seperti yang dialami 120 orang percaya dalam Kisag 2:1-4 atau 12 orang dalam Kisah 19:6-7.
Ini  adalah bahasa roh untuk tujuan penyembahan. Itu berbeda dengan karunia bahasa roh yang harus ditafsirkan untuk membangun jemaat,  yakni  bahasa roh untuk tujuan nubuatan, yang dibahas Paulus dalam 1 Korintus 14:27-28, dimana hanya 2-3 orang saja yang boleh berbahasa roh, seorang demi seorang, dan harus ada yang menafsirkannya.

5.    Sehubungan dengan adanya hamba Tuhan tertentu (di dalam dan diluar GBI) yang mengaku menerima pesan-pesan khusus tuhan, maka GBI percaya bahwa Allah yang Mahakuasa masih bisa berbicara pada masa kini, dan menolak klaim bahwa ada wahyu (inspiration) baru yang ditambahkan kepada Alkitab. Yang ada hanyalah suatu peningkatan pemahaman akan Firman itu (illumination), sehingga  rhema (firman yang hidup, yang berbicara kuat dalam hati orang percaya yang membaca Alkitab) tidak bertentangan dengan logos (firman yang tertulis).

Penafsiran Alkitab bisa meleset karrena :
a.      Merancukan rohnya sendiri dengan Roh Kudus. Karena itu kita harus menguji roh. 1 Yohanes 4:1.
Jangan menafsirkan Alkitab sesuai keinginan sendiri. 2 Petrus 2:21, tetapi harus mempertanggung jawabkannya pada komunitas iman, yaitu para hamba-hamba Tuhan lain yang juga diurapi Roh Kudus.
b.      Melihat keseluruhan dari sebagian. Alkitab itu membahas beragam ajaran yang luas dan komprehemsif, karenanya jangan meneropongnya dari satu sudut saja. Hal itu akan menyebabkan sikap berat sebelah dan ekstrim, yang sebagian itu harus dilihat dalam terang keseluruhan Alkitab.
c.      Membuat pengalaman pribadi menjadi titik tolak penafsiran Alkitab. Penafsiran Alkitab dan khotbah/pengajaran harus berasal dari study/penggalian Alkitab, bukan pengalaman pribadi.

Dengan dasar itu GBI menolak ajaran yang diklaim sebagai berasal dari “ilham roh” tapi tidak sesuai dengan prinsip kebenaran Alkitab, antara lain:
a.      Perkawinan dalam roh dimana seseorang dinikahkan secara rohani dengan orang lain yang dianggap lebih rohani dari suami atau isterinya sendiri supaya maksud Allah tergenapi melalui mereka.
b.      Penggunaan benda-benda rohani dengan kekuatan mistik/klenik yang diyakini membawa berkat Tuhan bila digunakan seperti : menabur garam, tepung, memasang patok-patok, dan lain-lain. Kita percaya bahwa Yesus saja cukup, karena Dia penggenapan yang sempurna untuk semua gambaran yang ada didalam Perjanjian Lama.

c.      Pengagum nama Yahwe yang melarang penyebutan kata Allah karena dianggap identik dengan dewa Arab atau Tuhannya Islam. Kata itu sudah digunakan orang Arab Kristen sebelum Islam muncul. Kisah 2:11, dan kata “Allah” berasal dari kata Elohim dalam Alkitab PL bahasa Ibrani. Kejadian 1:1.               

Kamis, 04 Juni 2015

TEOLOGI KESELAMATAN


1.    GBI percaya bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang diterima oleh iman dan menolak pandangan bahwa keselamatan itu merupakan hasil pekerjaan baik atau amal yang dilakukan manusia. Efesus 2:8-10.

Keselamatan adalah hasil dari kelahiran baru yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam hidup setiap orang yang percaya kepada Kristus. Titus 3:4-7, Yohanes 3:5-8

GBI juga percaya bahwa jalan keselamatan satu-satunya adalah melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Yohanes 14:6; Kisah Rasul 4:12
Dengan demikian GBI menolak pandangan yang menyatakan ada jalan keselamatan lain.

Misalnya : karena melakukan hukum Taurat. Galatia 2:16, karena melakukan perbuatan baik, karena melakukan hukum hati nurani, atau karena yang bersangkutan belum atau tidak mengetahui kebenaran.

2.    GBI percaya bahwa orang yang telah beriman kepada Kristus (lahir baru) memiliki jaminan/kepastian keselamatan. 1 Yohanes 5:13, serta menolak pandangan “sekali selamat tetap selamat”. Karena ini bisa mengakibatkan :
Fatalisme (manusia dianggap boneka), dan mengurangi semangat penginjilan (percuma menginjil orang yang tidak dipilih Allah).

3.    GBI percaya bahwa jaminan keselamatan itu selalu kita miliki ketika kita tetap tinggal di dalam Kristus. Yohanes 15:4-6.

Dalam kedaulatan dan kemahatahuan-Nya, Allah telah memilih orang-orang yang diselamatkan yaitu mereka yang percaya (mencakup: setia – Yunani :pistis) kepada Tuhan Yesus sampai akhir hidup mereka (Wahyu 17:4). Selama tinggal di dalam Kristus kita tidak akan menghujat Roh Kudus. (Lukas 12:10, Ibrani 6:4-6), sehingga nama kita tidak dihapus dari kitab kehidupan (Wahyu 3:5). Sebaliknya kita akan mendapat pahala dari Tuhan karena kita melayani Dia dengan motivasi yang tulus. 1 Korintus 3:10-15.

4.    GBI percaya bahwa setelah diselamatkan, orang percaya harus mengerjakan keselamatan itu sehingga kita mencapai keserupaan dengan Kristus, karena Allah yang mengerjakan hal itu didalam kita baik kemauan maupun pekerjaan itu. Roma 8:29; Filipi 2:12-13.

Ini nyata dalam wujud perbuatan baik, hidup dalam kebenaran dan kekudusan, sebagai rasa syukur orang percaya yang telah diselamatkan oleh kasih karunia Kristus. Efesus 2:8-10; Titus 3:8.


5.    GBI percaya tidak ada kesempatan keselamatan setelah kematian, karena orang mati akan dihakimi bukan diinjili. Ibrani 9:27, dan menolak dengan tegas ajaran tentang penginjilan kepada arwah orang mati. Selain tidak Alkitabiah, ini akan menyebabkan kesesatan lain, misalnya : berdoa dikuburan dan meminta keselamatan bagi anggota keluarga yang belum percaya.