Kamis, 14 Maret 2013

PERWIRA YANG RENDAH HATI - Matius 8:5-13


(Kerendahan Hati yang mendatangkan Mujizat Tuhan)


Matius 8:5-13
Matius 8:5-13
5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Heals the centurion's servant,
5   Εσελθόντος  δ  ατο  ες  Καφαρναομ  προσλθεν  ατ  κατόνταρχος  παρακαλν  ατν 
6   κα  λέγων  κύριε    πας  μου  βέβληται  έν  τ  οκί  παραλυτικός  δεινς  βασανιζόμενος. 
7   λέγει  ατ·  γ  λθν  θεραπεύσω  ατόν. 
8   ποκριθες  δ    κατόνταρχος  φη  κύριε  οκ  εμ  κανς  να  μου  π  τν  στέγην  εσέλθς  λλ  μόνον  επ  λόγ  κα  αθήσεται    πας  μου. 
9   κα  γρ  γ  νθρωπος  εμι  π  ξουσίαν,  τασσόμενος  χων  π’  μαυτν  στρατιώτας  κα  λέγω  τούτ  πορεύθητι,  κα  πορεύεται,  κα  λλ·  ρχου  κα  ρχεται  κα  τ  δούλ  μου·  ποίησον  τοτο  κα  ποιε
10  κούσας  δ    ησος  θαύμασεν  κα  επεν  τος  κολουθοσιν·  μν  λέγω  μν,  παρ’  οδεν  τοσαύτην  πίστιν  ν  τ  σραλ  ερον. 
11   λέγω  δ  μν  τι  πολλο  π  νατολν  κα  δυσμν  ξουσιν  κα  νακλιθήσονται  μετ  βραμ  κα  σακ  κα  ακωβ  ν  τ  βασιλεί  τν  ορανν. 
12   ο  δ  υο  τς  βασιλείας  κβληθήσονται  ες  τ  σκότος  τ  ξώτερον  κε  σται    κλαυθμς  κα    βρυγμς  τν  δόντων. 
13   κα  επεν    ησος  τ  κατοντάρχ·  παγε  ς  πίστευσας  γενηθήτω  σοι.  κα  άθηο    πας  ν  τ  ρ  κείν.

Saya mau menjelaskan perikop ini sesuai dengan tuntunan Tuhan atau biasa ditulis Pencerahan dari Roh Kudus beberapa hari yang lalu dalam sebuah doa Pemulihan dimana di Perikop ini Roh Kudus memberikan pencerahan/ menerangi roh dan Jiwa saya tentang dasyatnya firman Tuhan tentang Perwira yang bujangnya sedang menderita sakit. Melalui prinsip eksposisi :

Ayat 5-6
Ada seorang Perwira Romawi yang pada saat itu datang mengunjungi Yesus di Kapernaum, dia ternyata bertemu dengan Tuhan Yesus bukan untuk dirinya sendiri tapi dia memiliki seorang bujangnya yang dikasihi dalam keadaan sakit dan dia datang menemui Tuhan Yesus untuk mendapatkan pertolongan supaya bujangnya dapat disembuhkan.

Kalau kita mau berpikir agak panjang sedikit, saya yakin si Perwira yang hambanya sedang mengalami sakit yang dikatakannya di hargainya itu (Lukas 7:2)  pasti sudah mengunjungi/membawa sibujangnya itu ke Tabib, karena dia seorang Perwira artinya orang yang tidak mungkin tidak memiliki uang untuk membawa bujangnya ke Tabib, tapi yang saya yakin dia sudah pergi ke tabib tapi ternyata bujangnya tidak sembuh.

Maka ketika dia mendengar ada seorang yang bernama Yesus memiliki kemampuan untuk menyembuhkan orang dengan cara yang ajaib/luar biasa, maka karena dia begitu sangat menyayangi bujangnya dia rela pergi mencari dan bertemu Tuhan Yesus. Dan kita harus ketahui pada zaman itu bagaimana kehidupan seorang Bujang atau Budak dan bagaimana seorang Perwira Roma pada zaman itu, 

saya mau coba menjelaskan sedikit tentang hal ini:
1.  Seorang Bujang/Hamba/Budak.
a.    Didalam Kekaisaran Romawi budak tidak ada tempat dan harga sama sekali.
Kapan mau beli budak, kapan mau usir, siksa, bunuh sekalipun itu adalah hal yang biasa terjadi.
b.    Tidak ada orang yang memperhatikan budak yang sakit, hidup maupun mati.
c.    Budak hanya dianggap alat yang hidup. Contoh ada 3 alat pertanian. :
1.     Alat yang bisa berucap. (manusia)
2.    Alat yang tidak bisa berucap (tumbuhan dan Binatang)
3.    Alat yang bisu (batu dan kayu)

2.  Seorang Perwira.
Didalam satu pasukan :
-          Tentara Romawi terdapat 6.000 prajurit.
-          Terbagi dalam 60 bagian.
-          Tiap bagian 100 orang Prajurit (Centurion= Komandan 100 Prajurit) dipimpin oleh 1 orang Perwira.

Ada perwira lain didalam Alkitab. :
a.    Seorang Perwira yang mengetahui Yesus anak Allah. Matius 27:54
b.    Kornelius orang Kristen pertama asal Non Yahudi seorang Perwira Romawi. Kisah 10:22
c.    Seorang Perwira Romawi yang mengetahui Paulus warga Roma.
d.    Seorang Perwira yang mengetahui rencana pembunuhan terhadap Paulus.
e.    Perwira yang membawa Paulus ke Roma. Kisah Para Rasul 27:1

Siperwira itu tahu etika pada zaman itu :
Orang Yahudi dilarang mengunjungi rumah orang Non Yahudi.

Sekarang bagaimana dengan orang yang ada disekitar saudara contoh : Karyawanmu/bawahanmu, pembantu rumahmu, tetanggamu yang susah bagaimanakah engkau mensikapi orang-orang yang seperti ini.

Dengan sedikit penjelasan diatas saya mau menjelaskan ayat-ayat seterusnya

Didalam ayat 7.
Yesus berkata kepada Perwira itu pulanglah aku akan menyembuhkannya. tidak mudah orang berjanji dalam suatu permintaan yang sulit dan menjawabnya dengan sederhana tapi powerfull, barangkali menurut si Perwira apakah mungkin orang ini akan datang atau sebaliknya siperwira percaya Yesus akan datang, tapi kapan datangnya? karena ia melihat Tuhan Yesus begitu sibuknya dan dikerumuni dan diringi sedemikian banyak orang yang semuanya memiliki pengharapan yang bermacam-macam dan mungkin ada yang sama dengan si Perwira itu, yaitu pertolongan dari Tuhan Yesus, belum lagi orang banyak yang lain yang hanya mau melihat Mujizat terjadi dan mereka dapat melihatnya. 

Ini adalah suatu perkataan otoritas yang luar biasa, kalau penyembuhannya saat itu melalui pola :
a.  Menyentuh atau Tuhan Yesus sendiri disentuh.
saya yakin orang banyak pada saat itu akan melihatnya menjadi hal yang biasa atau Tuhan disentuh oleh orang sakit dan orang itu sembuh. Matius 8: Menyembuhkan orang Kusta; Matius 9:20 (perempuan dengan Pendarahan; Matius 9:29 orang buta disembuhkan; Markus 1:41; Markus 3:10;Markus 5:27; Lukas 5:13; Lukas 6:19; Lukas 7:14.

b.    Memerintahkan untuk bangkit (orang lumpuh, orang mati), setan diusir Inipun satu hal yang biasa Tuhan lakukan dan orang banyak melihatnya.
Dan ini yang menurut saya luar biasa dan dasyat, si Perwira meminta yang diluar pikiran orang-orang pada saat itu.

c.  Memerintah/memperkatakan suatu perintah yang orangnya jauh dari Tuhan Yesus.
Tapi untuk Perwira ini ada satu iman yang diperkatakan dengan otorita yang luar biasa, orang sakitnya tidak terlihat bahkan dikatakan ada ditempat jauh, berada di tempat tinggal dari si Perwira, tapi Tuhan Yesus diminta mengatakan kepada si Perwira satu kata saja.

Ternyata diayat selanjutnya.
Ayat 8
Seperti yang kita ketahui si Perwira ini berkata kepada Yesus, “8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

Karena dia seorang Perwira di wilayah Israel pada saat itu pasti dia mengetahui adat istiadat Yahudi yang pada saat itu adat orang Yahudi menetapkan tidak boleh berhubungan dengan orang asing apalagi mengunjungi rumah mereka sangat tidak diperbolehkan, maka si Perwira menyahut  kepada Yesus tapi dengan cara yang rendah hati dan santun "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku” suatu perkataan yang penuh Etika dan kerendahan hati, padahal dia adalah seorang Perwira dan menghadapi orang yang ada didalam wilayah Jajahannya. Seharusnya dia bisa menunjukan arogansinya dengan memaksa Tuhan Yesus dan orang banyak mengerti si Perwira dan langsung memaksanya datang kerumahnya untuk menyembuhkan bujangnya.

Ternyata siPerwira ini memiliki sudut pandangnya sendiri atas perkataan Yesus dan kerinduannya untuk Bujangnya mendapat kesembuhan, ia meminta kepada Yesus sesuai dengan pola kehidupannya sebagai seorang Pemimpin dan Tuan dimana dia memiliki banyak Prajurit yang dapat diatur dan diperintah sesuai kehendaknya sebagai seorang Perwira dan sebagai seorang tuan yang memiliki banyak bujang baik dirumahnya maupun dikantornya.

Satu perkara rohani yang luar biasa dengan contoh siPerwira ini seharusnya kita dapat belajar bagaimana menjadi seorang Kristen.

Dari sudut pandang ini siPerwira mengatakan kepada Tuhan Yesus dan Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia karena Tuhan Yesus tahu ada satu perkataan Iman yang sangat Penuh kerendahan hati yang luar biasa yang diperkatakan dan diperlihatkan oleh si Perwira ini, yaitu :

1.  Dia menjadikan dirinya sendiri menjadi Bawahan/Prajurit.
Bayangkan saja dia adalah seorang Perwira yang sangat dihormati dan pasti memiliki prajurit yang cukup banyak dimana bawahannya ini pasti hormat, takut dan gentar kepada Pemimpinnya ini bahkan kalau ada orang yang berani menghina atau mau mencelakai pemimpinnya bawahannya akan dengan rela hati dan membela dengan seluruh hidupnya untuk pemimpinya. Dan ketika siPerwira ini memerintahkannya untuk berperang atau melakukan apa saja sesuai perintah pemimpin pasti dilaksanakan dengan tanpa reserve.

Nah sekarang si Perwira ngomong sama Tuhan Yesus, katanya Tuan aku memiliki bawahan/prajurit dibawah aku dan ketika aku perintahkan pergi maka dia akan pergi, dari pengertian kata ini si Perwira ngomong sama Tuhan Yesus, ayo suruh aku ( jadikan aku bawahan/prajurit) apa saja seperti aku menyuruh prajuritku yang akan Taat, demikian juga aku akan Taat atas apa saja yang Engkau (Yesus) katakan dan aku akan laksanakan.

2.  Dia menjadikan dirinya seorang BUJANG/HAMBA.
Dan siPerwira ini berkata kepada Yesus yang kedua yaitu ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Ini suatu kerendahan hati yang luar biasa dia dirumahnya adalah seorang Tuan yang berkuasa dan dihormati semua orang yang ada didalam rumahnya, tetapi sekarang dia mengatakan kepada Yesus, perkatakan saja satu perkataan artinya perintahkan saja kepadaku apa saja yang engkau mau katakan kepadaku untuk aku laksanakan aku pasti laksanakan seperti seorang hamba kepada Tuannya.

3.    Perwira ini MENGASIHI Hambanya.
Ketika hambanya sakit ia  sebagai seorang Tuan sangat memperhatikannya, sampai ia harus melakukan hal-hal yang pada zaman itu sangat tidak lazim, seorang Tuan sangat memperhatikan hambanya, yang biasanya terjadi adalah  seperti penjelasan diatas, bagaimana kehidupan seorang budak yang sangat tidak berharga pada zaman itu.

Dia melakukan tindak-tindakan kasihnya melalui hal-hal sebagai berikut :
a. Si Perwira menemui Tuhan Yesus dan meminta pertolongan Tuhan Yesus untuk bujangnya bisa disembuhkan oleh Tuhan. Ayat 5.
b. Meminta tua-tua Yahudi untuk menemui Tuhan Yesus, memintakan kiranya belas kasihan dan dapat menyembuhkan bujang dari si Perwira.

Dari perkataan inilah yang membuat Tuhan Yesus terheran dan terkagum-kagum dengan sangat luar biasa, sesuai dengan perkataan Tuhan Yesus kepada orang banyak tenang sikap dan perkataan si perwira ini Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.

Suatu penghargaan/respek Tuhan Yesus atas Perwira ini karena yang berkata ini bukan orang sembarangan, dia bukan orang rendahan, dia bukan orang miskin, dia bukan orang bodoh, dia tidak berpenyakitan si Perwira ini dalam keadaan menjadi seorang yang berkuasa dan dihormati oleh Prajurit dan bawahannya, tapi kepada Tuhan Yesus dia mau merendahkan dirinya demi seorang HAMBA/BUJANGNYA.

Bagaimana untuk saudara yang diberkati Tuhan, Menjadi Pemimpin di Perusahaan (Direktur, General Manajer, Manajer, Kepala Bagian, dll), Pemimpin di toko, Pemimpin di Partai, Pemimpin di Yayasan, Pemimpin di Pemerintahan, dll.  bagaimana engkau mensikapi orang-orang yang ada dibawahmu, kiranya firman Tuhan hari ini didalam pencerahan yang Roh Kudus berikan dapat mencerahkan Hati dan Pikiran kita serta dapat mengimplementasikan Kasih Tuhan.


Bekasi, 14 Maret 2013.

Karyadim642.blogsot.com