Rabu, 30 April 2014

MUSIK DI DALAM KITAB MAZMUR

karyadim642.blogspot.com

A. Istilah musik dalam alamat-alamat surat digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis mazmur
1. MIZMOR berarti "memetik." Ini adalah mazmur yang dimaksudkan untuk dinyanyikan dan diiringi dengan alat musik. Ada 57 dari jenis ini.
2. SHIR menunjuk pada lagu-lagu dari semua jenis. Ada 30 dari jenis ini.
3. MASKHIL atau MASKIL yang menunjukkan lagu dari keterampilan atau pengajaran mazmur yang khusus. Ada 30 dari jenis ini.
4. MITKHTAM atau MIKTAM - arti dari istilah ini tidak pasti. Dari kemungkinan
a. akar kata Ibrani ini bisa berarti "keemasan" atau "berharga"
b. dari akar Akkadian ini bisa berarti "tersembunyi" atau "tidak diterbitkan"
c. dari akar kata bahasa Arab ini bisa berarti "penebusan" atau "pengampunan"
Ada 6 dari jenis ini.
5. PALAL berarti doa. Ini digunakan untuk menggambarkan mazmur Daud dalam buku I & II (lih. Mazmur 72:20). Ini juga ditemukan dalam alamat-alamat surat dari Mazmur 17; 86, 90, 102, 142, dan mungkin 122.

B. Istilah musik yang menggambarkan permainan atau pendendangan dari mazmur tersebut
1. SELAH digunakan 71 kali dalam 39 mazmur dan Hab 3:3, 9, 13. Maknanya tidak pasti. Ada beberapa teori:
a. dari LXX "selingan" untuk meditasi atau efek dramatis
b. dari akar bahasa Ibrani "mengangkat," Oleh karena itu, peninggian atau forte
c. para rabi mengatakan itu merupakan penegasan seperti "amin," yang berarti "selamanya"
2. SHIGGAION atau SHIGIONOTH digunakan dalam Mazmur 7 dan Habakuk 3. Ini adalah ratapan atau nyanyian penguburan yang mengekspresikan kesedihan. Ini memiliki bentuk puisi yang sangat emosional.
3. NEGINOTH digunakan 6 kali dalam Mazmur dan Hab 3:19. Ini berarti "pada instrumen berdawai."
4. SHEMINITH digunakan dua kali. Ini bisa berarti "pada oktaf" atau "pada delapan." Ini adalah kebalikan dari ALAMOTH, oleh karena itu, kemungkinan untuk suara laki-laki (lih. 1 Taw 15:21).
5. ALAMOTH digunakan 4 kali. Hal ini menunjuk pada suara sopran perempuan (lih. 1 Taw 15:20).
6. MECHILOTH digunakan sekali. Ini berarti "pada instrumen tiup."
7. GITTITH digunakan 3 kali. Ini berarti "dengan harpa/kecapi."

8. Ada beberapa referensi terhadap nada yang desebutkan secara khusus, Mazmur 9; 22; 45, 53, 56, 57-59, 60, 62, 69, 75, 77, 80, dan 88

BERMEGAH


Istilah Yunani “kauchaomai”, “kauchēma”, dan “kauchēsis” ini digunakan kira-kira sebanyak tiga puluh lima kali oleh Paulus dan hanya dua kali di luar surat Paulus di Perjanjian Baru (keduanya di surat Yakobus).

Penggunaannya yang terutama adalah di 1 dan 2 Korintus.
Ada dua kebenaran pokok yang berhubungan dengan bermegah:
Ø  Tak ada daging yang akan berbangga/bermegah dihadapan Allah (1 Korintus 1:29; Efesus 2:9)
Ø  Orang percaya harus bermegah di dalam Tuhan (lih. 1 Korintus 1:31; 2 Korintus 10:17, yang merupakan bayangan dari Yeremia 9:23-24)

Oleh karenanya, ada berbangga/bermegah yang pantas dan yang tidak (yaitu: kesombongan)
1. Yang Pantas.
a. dalam pengharapan kemuliaan (Roma 4:2)
b. dalam Allah melalui TuhanYesus (Roma 5:11)
c. dalam salib Tuhan Yesus Kristus (yaitu tema utama Paulus),  1 Korintus 1:17-18; Galatia 6:14)
d. Paulus bermegah dalam
(1) pelayanannya yang tanpa imbalan ( 1 Korintus 9:15,16; 2 Korintus 10:12)
(2) otoritas yang dari Kristus ( 2 Korintus 10:8,12)
(3) Tidak bermegahnya ia atas pekerjaan orang lain (sebagaimana dilakukan oleh beberapa orang di Korintus,  2 Korintus 10:15)
(4) keturunan rasialnya (sebagaimana dilakukan oleh orang-orang lain di Korintus,  2 Korintus 11:17; 12:1,5,6)
(5) Gereja-gerejanya
(a) Korintus (2 Korintus 7:4,14; 8:24; 9:2; 11:10)
(b) Tesalonika (2 Tesalonika 1:4)
(6) Keyakinannya dalam pembebasan dan penghiburan Allah (2 Korintus 1:12)

2. Yang Tidak Pantas
a. dalam hubungan dengan warisan Yahudi ( Roma 2:17, 23; 3:27; Galatia 6:13)
b. beberapa orang di Korintus bermegah:
(1) dalam manusia ( 1 Korintus 3:21)
(2) dalam hikmat ( 1 Korintus 4:7)
(3) Dalam kebebasan ( 1 Korintus 5:6)

c. Guru-guru palsu mencoba bermegah dalam gereja di Korintus ( 2 Korintus 11:12)

Senin, 14 April 2014

Bagaimana semuanya bermula?

karyadim642.blogspot.com

1. Bermula dengan Allah (Kejadian 1-2). Pandangan dunia Alkitab tidak bersifat politeisme namun monoteisme. Tidak berfokus pada masalah “bagaimana” dari penciptaan namun pada “siapa.” Cukup pendek namun sangat kuat dalam penyajiannya. Teologia Alkitab adalah unik secara total pada jamannya walau beberapa dari kata-kata, pola-pola aktivitas, dan topik-topiknya ditemukan dalam sastra Mesopotamia lainnya.
2. Allah menghendaki persekutuan. Penciptaan hanya merupakan satu tahap bagi Allah untuk bersekutu dengan manusia. Ini adalah “planet yang dijamah” (lih. C. S. Lewis).
3. Tidak ada kemungkinan memahami bagian selebihnya dari Alkitab tanpa Kejadian 1,2-4 dan 11-12.
4. Manusia harus menanggapi dengan iman kehendak Allah yang mereka pahami (Kejadian 15:6 dan Roma 4).

A.  Mengapa dunia demikian jahat dan tidak adil?
Pada awalnya sebenarnya “sangat baik” (1:31), namun Adam dan Hawa berdosa (lih. Kejadian 3; Roma 3:9-18,23; 5:17-21).
Akibat-akibatnya yang dahsyat sangat nyata:
1. Kain membunuh Habel (pasal 4)
2. Pembalasan Lamekh (Pasal 4:23)
3. Perkawinan-perkawinan yang tidak sah (pasal 6:1-4)
4. Kejahatan manusia (pasal 6:5,11-12; 8:21)
5. Kemabukan Nuh (Pasal 9)
6. Menara Babel (Pasal 11)
7. Politeisme Ur (Pasal 11)

B. Bagaimana Allah akan memperbaikinya?
1. Mesias akan datang bagi semua manusia (pasal 3:15)
2. Allah memanggil seseorang untuk memanggil semua (Kejadian 12:1-3 dan  Keluaran 19:5-6, lih. Roma 5:12-21)
3. Allah ingin bekerja sama dengan manusia yang telah jatuh (Adam, Hawa, Kain, Nuh, Abraham, bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa Lain) dan oleh anugerahnya menyediakan :
a. promises
b. covenants (unconditional and conditional)
c. sacrifice

d. worship

Jumat, 11 April 2014

MALAIKAT-MALAIKAT MURTAD (Roh jahat)

karyadim642.blogspot.com

Sebagian kita orang kristen banyak yang percaya bahwa roh-roh jahat adalah malaikat-malaikat yang bersama Lucifer memberontak melawan Tuhan.

Wahyu 12:3,4a
3   And another sign appeared in heaven: behold, a great, fiery red dragon having seven heads and ten horns, and seven diadems on his heads.
4   His tail drew a third of the stars of heaven and threw them to the earth.
3   Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
4   Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.

Nah malaikat-malaikat murtad itulah yang kita sebut roh-roh jahat (demon). Inilah penjelasan apakah sesungguhnya roh-roh jahat itu dan dari mana asalnya :
Menurut Kitab Perjanjian Baru roh-roh jahat ini pada mulanya berada dalam hadirat Tuhan.
Ø  Roh-roh jahat dinyatakan sebagai malaikat-malaikat yang telah berdosa kemudian meninggalkan keadaannya yang semula.
1 Petrus 3:19; dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara,
2 Petrus 2:4; Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;
Yudas 6. Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,

Ø  Seperti iblis, roh-roh jahat itu jahat,bejat dan najis, keadaan mereka sebaliknya dari kemuliaan mereka yang mula-mula.
Efesus 6:12; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
Markus 7:25; Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
Markus 9:25. Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

Ø  Roh-roh jahat menunjukan bahwa mereka cukup mengenal dari dekat akan keilahian, otoritas dan kuasa Yesus Kristus.
Markus 1:24; "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
Markus 3:11; Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah."
Markus 5:7; dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
Lukas 4:41; Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
Kisah Rasul 19:15. Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?"

Ø  Roh-roh jahat takut akan penghukuman mendatang atas mereka dan saat mereka akan dikurung dalam jurang yang tidak terduga dalamnya.
Lukas 8:28-31.
28 Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku."
29 Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi.
30 Dan Yesus bertanya kepadanya: "Siapakah namamu?" Jawabnya: "Legion," karena ia kerasukan banyak setan.
31 Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut.

Ø  Roh-roh jahat menunjukan bahwa Yesus Kristus memiliki otoritas total atas mereka di dunia, sehingga mereka menaati setiap perintah-Nya.
Matius 8:31-32; 31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu." 32 Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
Markus 1:25-26. 25 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" 26 Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.

Ø  Roh-roh jahat tetap takut akan nama Yesus dan menaatinya apabila nama itu dipakai dengan iman.
Markus 16:17; Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
Kisah Rasul 8:5-7;
5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.
6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.
7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.
Kisah Rasul 16:18. Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu.

Dengan cara demikian mereka tunduk kepada otoritas dari Dia yang telah menaklukan mereka. Hal ini membuktikan bahwa makhluk-makhluk tersebut tidak terikat kepada waktu dan bahwa orang-orang percaya memiliki “kuasa hukum” atas nama Yesus Kristus.

Bekasi, 11 April 204



Karyadim642.blogspot.com

Senin, 07 April 2014

6. SI ULAR/KEJAHATAN PRIBADI

karyadim642.blogspot.com

A. Istilah “ular” adalah Nakhash. Ini memiliki beberapa kemungkinan etimologi:
1. Kal Stem - “mendesis”
2. Piel Stem - “berbisik” seperti dalam sihir atau peramalan
3. Dari 4:22 -“berkilau” kemungkinan berhubungan dengan istilah “perunggu”
4. Dari akar bahasa Arab -“merayap”
B. Artikel definite nya adalah present yang menunjukkan seekor ular tertentu atau wujud yang dipersonifikasikan.
C. Kehurufiahan dari ular didukung oleh:
1. Ini disebutkan hanya sebagai salah satu dari binatang di padang yang Allah ciptakan.
2. Penghukumannya dalam 3:14 sebagai seekor binatang secara hurufiah.
3. Ini secara khusus disinggung dalam PB, 2 Korintus 11:3 dan 1 Timotius 2:13-14.
D. Si ular secara khusus diidentifikasikan dengan setan dalam:
1. buku “Hikmat” antar perjanjian 2:23-24. “karena Allah menciptakan manusia untuk abadi; …. meskipun demikian, melalui iri hati si iblis kematian datang ke dalam dunia.”
2. Irenaeus (sekitar 130-202 M)
3. Wahyu 12:9; 20:2
4. Pengidentifikasian ini tidak hadir dari PL sendiri karena PL tidak mendiskusikan Kejadian 3 sepanjang apapun. Ini bahkan tidak disebut ataupun ditafsirkan dalam buku PL yang manapun.
E. Mengapa setan tidak secara khusus disebutkan – Penekanan dari naskah ini ialah pada tanggung jawab manusia, bukan pada pencobaan yang adi kodrati.
Dalam Roma 1-3 di mana keberdosaan manusia disajikan dan Roma 4-8 di mana pengaruhnya di catat, setan tidak pernah disebutkan.
1. PL tidak menyatakan suatu musuh besar dari kebaikan, namun seorang hamba YHWH yang menawarkan kepada umat manusia suatu alternatif dan menuduh manusia sebagai tidak benar.
2. Konsep dari musuh besar pribadi dari Allah berkembang dalam tulisan-tulisan antar alkitab (bukan kanon) yang di bawah pengaruh agama Persia (Zoroastrianisme). Hal ini, pada gilirannya, banyak sekali mempengaruhi Yudaisme kerabian.
3. PB mengembangkan tema-tema PL ini secara mengejutkan dalam bentuk yang kaku, namun terpilih, dan berkelompok.
Jika seseorang mendekati kajian tentang kejahatan ini dari sudut pandang teologia alkitabiah (tiap buku atau penulis atau jenis dipelajari dan di garis besarkan secara terpisah), maka pandangan-pandangan yang sangat berbeda tentang kejahatan akan terungkap.
Namun demikian, jika seseorang mendekati kajian tentang kejahatan ini dari pendekatan agama-agama dunia atau agama-agama timur yang tidak alkitabiah atau terlalu alkitabiah, maka kebanyakan pengembangan PB dibayangi oleh dualisme Persia dan spiritisme Romawi-Yunani.
Jika seseorang secara pra-suposisi untuk mengikatkan diri kepada otoritas Illahi Alkitab, maka pengembangan PB harus dilihat sebagai suatu perwahyuan yang berkembang. Orang-orang Kristen harus berjaga terhadap sikap membiarkan dongeng-dongeng Yahudi atau tulisan-tulisan barat (yaitu: Dante, Milton) untuk mendefinisikan konsep alkitab. Sudah pasti akan ada suatu misteri dan kemenduaan dalam bidang perwahyuan ini. Allah telah memilih untuk tidak mengungkap semua aspek dari kejahatan, asalnya, maksudnya, namun Ia telah mengungkapkan kekalahannya!
Dalam PL istilah setan atau penuduh sepertinya berhubungan dengan tiga kelompok yang terpisah
1. Para penuduh manusia (1 Samuel 29:4; 2 Samuel 19:22; 1 Kings 11:14,23,25; Mazmur 109:6)
2. Para penuduh kemalaikatan (Bilangan 22:22-23; Zakharia 3:1)
3. Penuduh-penuduh iblis (1 Tawarikh 21:1; 2 Raja 22:21; Zakharia 13:2)
Hanya dikemudian hari dalam periode di antara perjanjian si ular dari Kejadian 3 dikenali sebagai setan (cf. Kitab Hikmat 2:23-24; 2 Enoch 31:3), dan bahkan tidak sampai dikemudian hari hal ini menjadi suatu pilihan kerabian (lih Sot 9b dan Sanh. 29a). “Anak Allah” dari Kejadian 6 menjadi malaikat dalam 1 Enoch 54:6. Saya menyebutkan hal ini, bukan untuk menyatakan keakuratan teologisnya, namun untuk menunjukkan perkembangannya. Dalam PB aktivitas PL ini menjadi ciri kejahatan yag dipersonifikasikan dalam bentuk kemalaikatan, (yaitu setan) dalam 2 Korintus 11:3; Wahyu 12:9.
Asal dari kejahatan yang dipersonifikasikan ini sukar atau tidak mungkin (tergantung dari sudut pandang anda) untuk ditentukan dari PL. Satu alasan dari hal ini adalah monoteisme Israel yang kuat (lih. 1 Raja 22:20-22; Pengkhotbah 7:14; Yesaya 45:7; Amsal 3:6). Semua kausalitas dihubungkan dengan YHWH untuk mempertunjukkan keunikan dan keutamaan-Nya (lih. Yesaya 43:11; 44:6,8,24; 45:5-6,14,18,21,22).
Sumber-sumber dari kemungkinan informasi befokus pada
(1) Ayub 1-2 di mana Satan adalah satu dari “anak-anak Allah” (yaitu para malaikat) atau
(2) Yesaya 14; Yehehezkiel 28 di mana raja-raja timur yang penuh keangkuhan (Babilonia dan Tirus) digunakan untuk melukiskan keangkuhan setan (lih. 1 Timotius 3:6).
Saya memiliki perasaan yang bercampur mengenai pendekatan ini. Yehezkiel menggunakan penggambaran Taman Eden bukan hanya bagi raja Tirus sebagai setan (lih. Yehezkiel 28:12-16), namun juga bagi raja Mesir sebagai Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat (Yehezkiel 31). Namun demikian, Yesaya 14, khususnya ay 12-14, sepertinya menjelaskan suatu pemberontakan kemalaikatan melalui keangkuhan. Jika Allah ingin menyatakan pada kita sifat khas dan asal dari setan hal ini adalah cara dan tempat yang sangat menyerong untuk melakukannya. Kita harus berjaga terhadap trend dari teologia sistematik yang mengambil bagian-bagian yang kecil dan mendua dari perjanjian-perjanjian, penulis, kitab-kitab, dan jenis-jenis tulisan yang berbeda dan menggabungkannya sebagai bagian-bagian dari satu puzzle Illahi.
Alfred Edersheim (Kehidupan dan Jaman Yesus Sang Mesias, vol. 2, lampiran XIII [hal. 748-763] dan XVI [hal. 770-776]) mengatakan bahwa Yudaisme Kerabian sangat berlebihan dipengaruhi oleh dualisme Persia dan spekulasi keiblisan. Para rabi bukanlah sumber yang baik bagi kebenaran di bidang ini. Yesus secara radikal menyimpang dari pengajaran dari Sinagoga. Saya kira konsep kerabian mengenai perantaraan dan perlawanan kemalaikatan dalam pemberian hukum Taurat kepada Musa di gunung Sinai membebuka pintu kepada konsep musuh besar kemalaikatan dari YHWH dan juga umat manusia.
Ke dua allah yang tinggi dari faham dualism Iran (Zoroastrian), Ahkiman dan Ormaza, baik dan jahat, dan dualisme ini berkembang menjadi suatu dualism terbatas Yudaisme mengenai YHWH dan setan.
Tentu saja ada perwahyuan yang bertumbuh dalam PB akan hal perkembangan kejahatan, namun tdaklah serumit yang diproklamirkan para rabi. Suatu contoh yang bagus dari perbedaan ini adalah “peperangan di surga.” Kejatuhan setan adalah suatu keharusan yang logis, namun rinciannya tidak diberikan. Bahkan apa yang sudah diberikanpun diselubungi dalam jenis tulisan perwahyuan (lih. Wahyu 12:4,7,12-13). Meskipun setan dikalahkan dan dibuang ke bumi, ia masih berfungsi sebagai hamba YHWH (lih. Matius 4:1; Lukas 22:31-32; 1 Korintus 5:5; 1 Timotius 1:20).

Kita harus mengesampingkan rasa keingin-tahuan kita dalam bidang ini. Ada kekuatan pencobaan dan kejahatan pribadi, namun hanya ada satu Allah dan manusia masih bertanggung jawab atas pilihannya. Ada peperangn rohani, yang ada baik sebelum dan sesudah keselamatan. Kemenangan bisa hanya datang dan tinggal di dalam dan melalui Allah Tritunggal. Kejahatan telah dikalahkan dan akan dihilangkan!

Kamis, 03 April 2014

5. SEBUTAN-SEBUTAN UNTUK TUHAN

karyadim642.blogspot.com
A. El
1. Arti asli dari istilah umum untuk tuhan ini tidaklah pasti, walau banyak ahli percaya kata ini berasal dari akar Akkadian, “jadi kuat” atau “menjadi berkuasa” (lih Kejadian 17:1; Bilagan 23:19; Ulangan 7:21; Mazmur 50:1).
2. Dalam kepercayaan bangsa Kanaan, dewa yang tinggi disebut El (teks Ras Shamra)
3. Dalam Alkitab El biasanya digabungkan dengan istilah lain. Kombinasi ini menjadi cara untuk menggambarkan Allah.
a. El-Elyon (“Allah Maha Tinggi”), Kejadian 14:18-22; Ulangan 32:8; Yesaya 14:14
b. El-Roi (“Allah yang melihat” or “Allah yang menyatakan DiriNya”), Kejadian 16:13
c. El-Shaddai (“Allah yang Maha Kuasa” or “Allah yang berbelaskasihan” or “Allah dari gunung”), Kejadian 17:1; 35:11; 43:14; 49:25; Keluaran 6:3
d. El-Olam (“Allah yang kekal”), Kejadian 21:33. Istilah ini secara teologis berkait dengan janji Allah pada Daud, 2 Samuel 7:13,16
e. El-Berit (“Allah dari Perjanjian”), Hakim 9:46
4. El disetarakan dengan
a. YHWH dalam Mazmur 85:8; Yesaya 42:5
b. Elohim dalam Kejadian 46:3; Ayub 5:8, “Akulah El, Elohim dari bapamu”
c. Shaddai dalam Kejadian 49:25
d. “cemburu” dalam Keluaran 34:14; Ulangan 4:24; 5:9; 6:15
e. “kasih karunia” dalam Ulangan 4:31; Nehemiah. 9:31; “setia” dalam Ulangan 7:9; 32:4
f. “besar dan dahsyat” dalam Ulangan 7:21; 10:17; Nehemiah 1:5; 9:32; Daniel 9:4
g. “pengetahuan” dalam 1 Samuel 2:3
h. “perlindunganku yang kuat” dalam 2 Samuel 22:33
i. “pembalas dendam ku” dalam 2 Samuel. 22:48
j. “yang kudus” dalam Yesaya 5:16
k. “perkasa” dalam Yesaya 10:21
l. “keselamatanku” dalam Yesaya 12:2
m. “besar dan berkuasa” dalam Yeremia 32:18
n. “ganjaran” dalam Yeremia 51:56
5. Kombinasi dari semua sebutan-sebutan Allah dalam PL didapati dalam Yosua 22:22 (El, Elohim, YHWH, berulang)

B. Elyon
1. Arti dasar kata ini adalah “tinggi”, ditinggikan” atau “diangkat” (lih. Kejadian 40:17; 1 Raja 9:8; 2 Raja 18:17; Nehemiah 3:25; Yeremia 20:2; 36:10; Mazmur 18:13).
2. Kata ini digunakan sebagai paralel dari beberapa nama/jabatan Allah yang lain.
a. Elohim - Mazmur 47:1-2; 73:11; 107:11
b. YHWH - Kejadia 14:22; 2 Samuel 22:14
c. El-Shaddai - Mazmur 91:1,9
d. El - Bilangan 24:16
e. Elah – sering dipakai dalam Daniel 2-6 dan Ezra 4-7, dihubungkan dengan illair (Bahasa Aram untuk “Allah Maha Tinggi”) dalam Daniel 3:26; 4:2; 5:18,21
3. Kata ini sering dipakai oleh orang-orang bukan Israel.
a. Melkisedek, Kejadian 14:18-22
b. Bileam, Bilangan 24:16
c. Musa, berbicara tentang bangsa-bangsa dalam Ulangan 32:8
d. Injil Lukas dalam PB, menulis kepada orang kafir, juga menggunakan bahasa Yunani yang searti dengan kata ini yaitu Hupsistos (lih. Lukas 1:32,35,76; 6:35; 8:28; Kisah 7:48; 16:17)

C. Elohim (jamak), Eloah (tunggal), digunakan terutama dalam puisi.
1. Istilah ini tidak dijumpai diluar Perjanjian Lama.
2. Kata ini dapat menunjuk kepada Allah Israel atau illah bangsa-bangsa (lih Keluaran 12:12; 20:3). Keluarga Abraham menyembah banyak illah (Yosua 24:2)
3. Kata ini dapat berhubungan kepada hakim-hakim Israel (Keluaran 21:6; Mazmur 82:6)
4. Istilah elohim juga digunakan mahluk-mahluk spiritual lain (malaikat, kuasa kegelapan) sebagaimana dalam Ulangan 32:8 (LXX); Mazmur 8:5; Ayub 1:6; 38:7. Kata ini juga bisa berbicara tentang hakim-hakim manusia (lih. Keluaran 21:6; Mazmur 82:6)
5. Dalam Alkitab kata ini adalah nama atau gelar pertama Tuhan (Kejadian 1:1). Kata ini dipakai secara ekslusif sampai Kej 2:4, dimana di sini kata ini digabung dengan YHWH. Pada dasarnya (secara teologis) kata ini menunjuk kepada Allah Sang Pencipta, penopang dan penyedia dari segala yang hidup dalam planet ini.
Kata ini adalah sinonim dari El (Ulangan 32:15-19). Dapat juga merupakan paralel dengan YHWH sebagaimana Mazmur 14 (elohim) adalah tepat sama dengan Mazmur 53 (YHWH), kecuali dalam hal adanya perbedaan nama keIllahian tersebut.
6. dalam bentuk jamak dan dipakai untuk menamakan illah lain, istilah ini sering menunjuk pada Allah Israel, hanya biasanya menggunakan bentuk tunggal untuk menekankan penggunaannya secara monoteistik.
7. Istilah ini ditemui dalam mulut orang-orang bukan Israel sebagai nama keTuhanan.
a. Melkisedek, Kejadian 14:18-22
b. Bileam, Bilangan 24:2
c. Musa, ketika berbicara tentang bangsa-bangsa, Ulangan 32:8
8. Aneh memang bahwa nama umum dari Allah Israel yang Esa ditulis dalam bentuk jamak! Walaupun tidak ada kepastian, berikut ini beberapa teori mengenai hal ini:
a. Bahasa Ibrani mempunyai banyak kata jamak, yang sering digunakan sebagai penekanan makna. Yang cukup dekat dengan hal ini adalah suatu hal ketata-bahasaan Ibrani saat ini yang disebut “jamak dari kemuliaan”, dimana bentuk jamak digunakan untuk membesarkan suatu konsep.
b. Hal ini mungkin menunjuk kepada sidang para malaikat, yang ditemui oleh Allah di dalam surga, dihadapan tahtaNya. (lih 1 Raj 22:19-23; Ayub 1:6; Mazmur 82:1; 89:5,7).
c. Barangkali hal ini bahkan bisa mencerminkan perwahyuan PB dari satu Allah dalam tiga pribadi.
    Dalam Kejadian 1:1 Allah mencipta; Kejadian 1:2 Roh menyelubungi dan dari PB Yesus adalah pelaksana penciptaan (lih. Yohanes 1:3,10; Roma 11:36; 1 Korintus 8:6; Koloses 1:15; Ibrani 1:2; 2:10)

D. YHWH
1. Ini adalah nama yang mencerminkan keTuhanan sebagai Allah pembuat perjanjian; Allah sebagai juru selamat, penebus! Manusia melanggar perjanjian, tapi Allah loyal kepada Firman, janji, dan persetujuanNya (Mazmur 103).
Nama ini disinggung pertama kali dalam kombinasi dengan Elohim dalam Kejadian 2:4. Tidak ada dua kisah penciptaan dalam Kej 1-2, namun ada dua penekanan:
(1) Allah sebagai pencipta semesta (badaniah) dan
(2) Allah sebagai pencipta khusus kemanusiaan. Kejadian 2:4 memulai perwahyuan khusus mengenai posisi dan maksud yang istimewa dari kemanusaan, dan juga masalah dosa dan pemberontakan yang berhubungan dengan posisi unik tersebut.

2. Dalam Kejadian 4:26 dikatakan “orang mulai memanggil nama Tuhan” (YHWH). Namun demikian, Keluaran 6:3 menunjukkan bahwa umat perjanjian yang terdahulu (para nenek moyang beserta keluarga mereka) mengenal Allah hanya sebagai El-Shaddai.
Nama YHWH diterangkan hanya satu kali dalam Keluaran 3:13-16, khususnya ay.4. Namun demikian, penulisan dari Musa sering menafsirkan kata-kata berdasarkan kata yang sedang populer, bukan etimologi (lih Kejadian 17:5; 27:36; 29:13-35).
Ada beberapa teori mengenai arti dari nama ini (diambil dari IDB, vol 2, hal 409-11).
a. dari akar bahasa Arab, “menunjukkan cinta yang membara”
b. dari akar bahasa Arab, “meniup” (YHWH sebagai Allah badai)
c. dari akar bahasa Urgatic (bahasa Kanaan), “berkata”
d. mengikuti prasasti phoenix, sebuah bentu kata causative participle berarti “Yang menopang” atau “Yang menegakkan”
e. dari bahasa Ibrani Qal dari “Ia yang ada,” atau “Ia yang hadir” (dalam bentuk yang akan datang, “Ia yang akan ada)
f. dari bahasa Ibrani Hiphil dari “Ia yang menyebabkan terjadi”
g. dari akar bahasa Ibrani “hidup” (mis. Kejadian 3:20), berarti “Ia yang selalu hidup, satu-satunya yang hidup)”
h. dari konteks Keluarran 3:13-16 suatu permainan pada bentuk IMPERFECT digunakan dalam arti PERFECT, “Aku akan terus menjadi apa yang aku pernah jadi” atau “Aku akan terus menjadi apa yang aku selalu jadi” (lih. J.Wash Watts, Penelitian Sintaksis dalam Perjanjian Lama, hal. 67
 Nama lengkap YHWH sering dinyatakan dalam suatu singkatan atau dalam format aslinya.
(1) Yah (mis. Hallelu – yah)
(2) Yahu (nama-nama, mis. Yesaya)
(3) Yo (nama-nama, mis Yoel)

3. Dalam Yudaisme dikemudian hari nama perjanjian ini (YHWH) menjadi sedemikian kudusnya (singkatan empat huruf tersebut) sehingga orang-orang Yahudi takut untuk mengatakannya, untuk menghindari kesalahan dan pelanggaran perintah dalam Keluaran 20:7; Ulangan 5:11 6:13. Hingga mereka menggantikanNya dengan istilah Ibrani “pemilik, “tuan”, “suami”, “Tuhan”—adon atau adonai. (tuanku). Ketika mereka tiba pada YHWH dalam pembacaan mereka tentang naskah PL, mereka menyebutnya “tuan”.
Inilah sebabnya YHWH ditulis sebagai Tuhan dalam terjemahan bahasa Inggris.
4. Sebagaimana dengan El, sering YHWH diagungkan dengan istilah lain untuk menekankan karakteristik tertentu dari Allah Perjanjian Israel. Ada banyak kemungkinan kombinasi istilah istilah tersebut, berikut ini beberapa di antaranya:
a. YHWH – Yireh (YHWH akan menyediakan), Kejadian 22:14
b. YHWH – Rofeka (YHWH penyembuhmu), Keluaran 15:26
c. YHWH -- Nissi (YHWH panjiku), Keluaran 17:1
d. YHWH – Mekadishkem (YHWH Yang menyucikanmu) Keluaran 31:3
e. YHWH – Shalom (YHWH adalah Damai) Hakim 6:24
f. YHWH – Sabbaoth (YHWH semesta alam), 1 Samuel 1:3,11; 4:4, 15:2; sering di dalam Nabi-nabi)
g. YHWH – Roi (YHWH gembalaku), Mazmur 23:1
h. YHWH – Sidkenu (YHWH kebenaranku), Yeremia 23:6
i. YHWH – Syama (YHWH ada di sana), Yehekiel 48:35

Bekasi, 02 April 2014



Karyadm642.blogspot.com