Senin, 30 September 2013
Jumat, 27 September 2013
ARTI DOSA SERTA MENGAMPUNI DAN DIAMPUNI, Matius 6:12, 14-15
![]() |
| karyadim642.blogspot.com |
Matius
6:12, 14-15
12. And
forgive us our debts, As we forgive our debtors.
14. “For
if you forgive men their trespasses, your heavenly Father will also forgive
you.
15. But
if you do not forgive men their trespasses, neither will your Father forgive
your trespasses.
12 καὶ ἄφες ἡμῖν τὰ ὀφειλήματα ἡμῶν, ὡς καὶ ἡμεῖς ἀφήκαμεν τοῖς ὀφειλέταις ἡμῶν.
14 Ἐὰν γὰρ ἄφητε τοῖς ἀνθρώποις τὰ παραπτώματα αὐτῶν ἀφήσει καὶ ὑμῖν ὁ πατὴρ ὑμῶν ὁ οὐράνιος·
15 ἐὰν δὲ μὴ ἀφῆτε τοῖς ἀνθρώποις, τὰ παραπτώματα αὐτῶν οὐδὲ ὁ πατὴρ ὑμῶν ἀφήσει τὰ παραπτώματα ὑμῶν.
1.
D O S A
Dewasa ini perkataan
dosa bukanlah suatu perkataan yang populer. Setiap orang, baik laki-laki maupun
wanita, cenderung untuk menolak kalau disebut atau diperlakukan sebagai
orang-orang berdosa yang patut masuk neraka.
Masalahnya
banyak yang salah dalam pengertian tentang dosa, bagi mereka pendosa itu kalau
pencuri, pemabuk, pembunuh, pelacur, penzinah, pembohong, dan lain-lain itulah
yang disebut dosa.
Dan mereka hidup secara sopan, terhormat, biasa, tidak pernah
terlibat hukum, tidak pernah di penjara, pokoknya tidak pernah melakukan kejahatan.
Didalam
Perjanjian Baru kita temukan lima kata yang berbeda yang diterjemahkan dengan
dosa. :
1. HAMARTIA.
Artinya
Tidak mengenai sasaran, contoh seperti orang yang sedang memanah dimana anak
panah yang dilepaskan ternyata tidak sampai titik yang dituju/meleset.
Jadi
dosa artinya kegagalan untuk mengenai sasaran, dan kegagalan untuk menjadi
manusia sebagaimana seharusnya.
2. PARABASIS.
Artinya
dosa adalah Langkah melintasi garis yang memisahkan yang benar dan yang salah.
3. PARAPTOMA.
Artinya
terggelincir ketika melintas. Karena jalan yang dilewati licin, maka
tergelincir kekiri atau kekanan.
Paraptoma
tidak mengandung unsur kesengajaan sekuat PARABASIS. Dosa tergelincir ini bisa
jadi karena dendam atau hal lain yang untuk sementara menguasai diri kita
sehingga kehilangan kendali diri.
4. ANOMIA.
Artinaya
tidak terhukum. Ini adalah dosa yang dilakukan oleh orang yang tahu hal-hal
yang benar, namun dilakukannya juga hal-hal salah yang diketahuinya itu. (orang
yang tahu hukum, namun justru dilakukannya hal-hal yang melawan hukum).
5. OPHEILEMA
Artinya Hutang. Atau gagal
membayar yang seharusnya dibayar/kegagalan dalam tugas dan kewajiban
Jadi setelah kita
mengerti arti dosa yang sebenarnya maka kita tahu bahwa dosa adalah suatu
penyakit yang umum dimana semua manusia terlibat. Penampilan yang terhormat
dimata manusia bisa berjalan bersama-sama dengan hati yang penuh dosa yang
nampak oleh mata Allah.
2.
MENGAMPUNI DAN DIAMPUNI.
Dari
antara semua permohanan yang ada didalam doa Bapa kami, permohonan pengampunan
itu merupakan yang paling menakutkan.
Didalam
ayat 14 dan 15 Tuhan Yesus mengatakan kalau kita mengampuni orang lain dan
menolak mengampuni orang lain maka Allah akan menolak mengampuni dosa kita.
Jadi kalau
kita mengampuni orang lain otomatis Allah pun akan mengampuni dosa kita.
Ada 3 (tiga) hal
pengampunan Kristiani yang kita perlukan :
1.
Harus belajar MENGERTI orang lain.
Kalau
seseorang melakukan sesuatu pasti ia mempunyai tujuan :
-
Kalau orang itu canggung, kurang sopan, dan mudah marah, mungkin
sedang ada sesuatu dalam hidupnya.
-
Kalau ia bertindak dengan kebencian atau kecurigaan, mungkin ia
telah keliru mengerti kita, memperoleh keterangan yang tidak benar mengenai
perkataan dan perbuatan kita. Atau dia adalah korban lingkungan hidupnya atau
mempunyai warisan masa lalu, atau juga memiliki pembawaan khusus.
Untuk menghadapi orang yang seperti ini yang
paling utama adalah tindakan MENGAMPUNI dari pada kita lancarkan kemarahan atau
kutukan.
Itu sebabnya baiklah kita belajar mengerti orang
lain, sehingga kita bisa mengetahui sebagiaan atau seluruhnya alasan dari
tindakan-tindakannya.
2.
Harus belajar MELUPAKAN.
Melupakan
hal yang tidak mudah dilakukan PENGAMPUNAN adalah tanda orang yang BESAR. Melupakan
kesalahan orang lain adalah perbuatan yang mulia.
3.
Belajar MENGASIHI.
Kita harus
menerapkan kasih AGAPE, yaitu kebajikan dan kehendak baik yang tidak mengenal
batas, yang bertujuan kebaikan tertinggi bagi orang, tanpa perduli akan
perlakuan dan tindakan orang lain tersebut kepada kita dan itu hanya dapat
dilakukan jika Kristus hidup didalam kita dan memerintah hidup kita.
Bekasi,
27 September 2013.
Karyadim642.blogspot.com
Matthew
6: 12, 14-15
12 kai aphes ēmin ta opheilēmata ēmōn, ōs kai ēmeis
aphēkamen tois opheiletais ēmōn.
14 ean gar aphēte tois anthrōpois ta paraptōmata autōn
aphēsei kai umin o patēr umōn o ouranios·
15 ean de mē aphēte tois anthrōpois, ta paraptōmata autōn
oude o patēr umōn aphēsei ta paraptōmata umōn.
12 وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، كَمَا نَغْفِرُ نَحْنُ لِلْمُذْنِبِينَ إِلَيْنَا!
14 فَإِنْ غَفَرْتُمْ لِلنَّاسِ زَلاَّتِهِمْ، يَغْفِرْ لَكُمْ أَبُوكُمُ السَّمَاوِيُّ زَلاَّتِكُمْ.
15 وَإِنْ لَمْ تَغْفِرُوا لِلنَّاسِ، لاَ يَغْفِرْ لَكُمْ أَبُوكُمُ السَّمَاوِيُّ زَلاَّتِكُمْ.
12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti
kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang,
Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang,
Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
Kamis, 26 September 2013
RASIALISME
I.
Pendahuluan
A. Ini adalah
pernyataan universal dari manusia yang jatuh di tengah masyarakatnya. Ini
adalah ego manusia, mendukung diri sendiri di belakang orang lain. Rasialisme
adalah, dalam banyak hal, suatu gejala moderen, sementara nasionalisme (atau
kesukuan) adalah lebih merupakan ungkapan yang kuno.
B.
Nasionalisme dimulai di Babel (Kejadian 11) dan yang pada mulanya berhubungan
dengan tiga anak Nuh yang merupakan cikal bakal segala ras (Kejadian 10). Namun
demikian, sangatlah jelas dalam Alkitab bahwa manusia berasal dari satu sumber.
(lih. Genesis 1-3; Kisah 17:24-26).
C. Rasialisme adalah hanya salah satu dari banyak prasangkaan.
Beberapa bentuk lainnya adalah
1.
kegila-hormatan akibat pendidikan;
2.
keangkuhan berdasar tingkatan sosial ekonomi;
3. legalisme
agamawi yang membenarkan diri sendiri; dan
4.
keanggotaan politis yang dogmatic.
II.
Bahan-bahan Alkitabiah
A. Perjanjian Lama
1. Kejadian 1:27 – Manusia, laki-laki dan perempuan, diciptakan
dalam gambar dan rupa Allah, yang membuat mereka unik. Ini juga menunjukkan
nilai dan harga diri individual mereka. (lih. Yohanes 3:16)
2.
Kejadian 1:11-25 – Catat frasa ini, “… sejenisnya….” Sepuluh kali. Ini telah
dipakai untuk mendukung adanya segregasi rasial dalam masyarakat. Bagaimanapun
sangatlah jelas dalam konteks bahwa hal ini menunjuk kepada binatang dan
tumbuhan dan bukan pada manusia.
3. Kejadian 9:18-27 – Ini banyak dipakai untuk mendukung adanya
dominasi rasial. Haruslah diingat bahwa Allah tidak mengutuk Kanaan. Nuh,
kakeknyalah, yang mengutuknya setelah bangun dari kemabukannya. Alkitab tidak
pernah mencatat bahwa Allah mengkonfirmasikan sumpah/kutukan ini. Bahkan bila
Ia mengiyakan, ini tidak akan berpengaruh pada ras kulit hitam. Kanaan adalah
bapa dari mereka yang berdiam di wilayah Palestina dan lukisan dinding di Mesir
menunjukkan bahwa mereka tidak berkulit hitam.
4.
Yosua 9:23 – Ini banyak dipakai untuk membuktikan bahwa satu ras akan melayani
ras lain. Namun demikian, dalam konteks, suku Gibeon berasal dari ras yang sama
dengan Yahudi.
5. Ezra 9-10 dan Nehemia 13 – Ayat-ayat ini
sering digunakan dalam pengertian rasial, namun konteksnya menunjukkan bahwa
perkawinan tersebut dikutuk, bukan karena ras (mereka semua berasal dari anak
Nuh yang sama, Kejadian 10), namun karena alasan agama.
B. Perjanjian Baru.
1. Kitab-kitab Injil
a. Yesus mempergunakan kebencian antara orang
Yahudi dan Samaria dalam beberapa hal, untuk menunjukkan bahwa kebencian rasial
bukan hal yang pantas.
1. perumpamaan orang Samaria yang baik hati (Lukas
10:25-37)
2. perempuan di sumur (Yohanes 4)
3. orang kusta yang berterima kasih (Lukas
17:7-19)
b. Injil adalah bagi semua orang
1. Yohanes 3:16
2. Lukas 24:46-47
3. Ibrani 2:9
4. Wahyu 14:6
c. KerajaanNya akan mencakup seluruh manusia
1. Lukas 13:29
2. Wahyu 5
2. Kisah Para Rasul
a.
Kisah 10 adalah suatu kutipan yang
definitif dari kasih Allah yang bersifat universal dan berita universal dari
Injil.
b. Petrus diserang karena tindakannya
dalam Kisah 11 dan permasalahan ini tidak terselesaikan sampai Dewan Yerusalem
di Kisah 15 bertemu dan menemukan suatu penyelesaian. Ketegangan antara Orang
yahudi dan bukan Yahudi di abad pertama sangatlah tajam.
3. Paulus
a. Tak ada batasan dalam Kristus
1. Galatia
3:26-28
2. Efesus
2:11-22
3. Kolose 3:11
b. Allah tidak memandang bulu
1. Roma 2:11
2. Efesus 6:9
4. Petrus dan Yakobus
a. Allah tidak memandang
muka, 1 Petrus 1:17
b. Karena Allah tidak
menunjukkan pemihakan, demikian pula seharusnya umatNya, Yakobus 2:1
5. Yohanes Satu dari pernyataan yang keras
mengenai tanggung jawab dari orang percaya dapat ditemukan di I Yoh 4:20
III. Kesimpulan
A. Rasialisme,
atau sejalan dengan ini, prasangka jenis apapun, benar-benar tidak pantas untuk
anak-anak Tuhan. Simak kutipan dari Henlee Barnette, yang berbicara dalam
sebuah forum di Glorieta, New Mexico untuk Christian Life Commision tahun 1964.
“ Rasialisme adalah kemurtadan karena hal ini tidak alkitabiah dan bukan
keKristenan, selain juga tidak ilmiah”
B. Masalah ini membuka kesempatan bagi orang Kristen untuk menunjukkan kasih, pengampunan dan pengertian
terhadap dunia yang terhilang, seperti Kristus. Penolakan orang Kristen di
bidang ini menunjukkan ketidak dewasaan dan suatu kesempatan bagi si jahat
untuk menghambat iman, keyakinan, dan pertumbuhan orang percaya. Hal ini juga
bisa menjadi suatu penghalang bagi orang yang terhilang untuk datang pada
Kristus.
C. Apa yang bisa saya perbuat?
“DI TINGKAT PRIBADI”
Ø Terima
tanggung jawab anda sendiri dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan
dengan ras
Ø Melalui doa, belajar
Alkitab, dan bersekutu dengan mereka yang berbeda rasnya, perjuangkan untuk
menghapus prasangka-prasangka rasial dalam hidup anda.
Ø Kemukakan
kesadaran anda tentang ras, khususnya ditempat dimana mereka yang membangkitkan
kebencian rasial tidak ada yang menghalangi. “DALAM KEHIDUPAN KELUARGA” Akuilah kepentingan dari pengaruh keluarga dalam
pembentukan sikap terhadap ras.
Berusahalah
untuk membangun suatu sikap Kristiani dengan membicarakan apa yang didengar
oleh orang tua dan anak-anak mengenai masalah ras di luar rumah.
Ø Orang tua harus
berhati-hati dalam memberikan contoh ke Kristenan dalam kaitan dengan orang
yang berlainan ras.
Ø Cari
kesempatan untuk mencipatakan persahabatan keluarga keluar batas rasial. “DI
DALAM GEREJA ANDA”
Ø Dengan berkhotbah dan
mengajar kebenaran Alkitab yang berkaitan dengan ras, jemaat dapat dimotivasi
untuk menjadi contoh bagi masyarakat luas.
Ø Penyembahan,
persekutuan, dan pelayanan seluruh gereja harus terbuka bagi semua orang,
sebagaimana gereja-gereja PB tidak mengenal halangan rasial. (Efesus 2:11-22;
Galatia 3:26-29).
“DALAM KEHIDUPAN
SEHARI-HARI”
Ø Membantu
mengatasi semua diskriminasi rasial di dunia kerja.
Ø Bekerja melalui semua
jenis organisasi-organisasi kemasyarakatan untuk menjunjung tinggi persamaan
hak dan kesempatan, dengan mengingat bahwa yang harus diserang adalah masalah
ras dan bukan orangnya. Tujuannya ialah untuk mempromosikan pengertian, bukan
menciptakan kepahitan.
Ø
Bila nampaknya bijak,
organisir suatu panitia khusus yang terdiri dari warga yang peduli untuk tujuan
membuka jalur-jalur komunikasi di masyarakat untuk pendidikan masyarakat umum
dan untuk tindakan khusus dalam meningkatkan hubungan.
Ø Dukung undang-undang dan
wakil rakyat dalam meloloskan undang-undang yang meninggikan keadilan rasial
dan menentang undang-undang yang melakukan prasangka untuk keuntungan politik.
Ø Percayakan
petugas-petugas penegak hukum untuk melaksanakan hukum tanpa diskriminasi.
Ø Hentikan kekerasan, dan
dorong ketaatan pada hukum, melakukan apapun yang mungkin sebagai warga Kristen
untuk meyakinkan bahwa struktur hukum tidak menjadi alat-alat ditangan mereka
yang mendukung diskriminasi.
Ø Menjadi
teladan dari roh dan pikiran Kristus dalam semua hubungan antar manusia.
OUR DAILY BREAD, Matius 6:11
MAKANAN KAMI SEHARI-HARI
Matius
6:11
11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang
secukupnya
11 Give us this day our daily bread.
11 τὸν ἄρτον ἡμῶν τὸν ἐπιούσιον δὸς ἡμῖν σήμερον·
11 ton arton ēmōn ton epiousion dos ēmin sēmeron·
11 خُبْزَنَا كَفَافَنَا أَعْطِنَا الْيَوْمَ!
Arti kata MAKANAN.
Ada yang menganggap bahwa dengan ‘roti /
makanan’ di sini bukanlah betul-betul roti /
makanan karena mereka menganggap permintaan seperti itu terlalu duniawi. Mereka
lalu menafsirkan ‘roti’ sebagai Firman Tuhan / Perjamuan Kudus.
Tetapi ini salah! Allah memang juga
memperhatikan kebutuhan jasmani kita (Lihat Yohanes 6:5 - “Ketika Yesus memandang sekelilingNya dan
melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepadaNya, berkatalah Ia
kepada Filipus: ‘Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat
makan?’”).
EPIOUSION = Pada
hari ini/sehari-hari, daftar untuk belanja.
Jadi kata ini mengajarkan kita untuk
tidak meminta secara serakah. Mintalah apa yang benar-benar dibutuhkan. Bdk. Amsal 30:8-9 - “Jauhkanlah
dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau
kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau
aku kenyang, aku tidak menyangkalMu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau
aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku”.
Arti
permohonan ayat ini adalah :
1.
Bahwa Allah memperhatikan dan memelihara tubuh kita (Tubuh, Tiwa dan
Roh).
2.
Mengajar kita untuk setiap hari berdoa bagi makanan kita hari ini.
3.
Menempatkan Allah pada tempat yang memang semestinya.
4.
Mengjar kita tentang cara kerja suatu doa (BEKERJA).
5.
Mengajar kalau kita dapat makan, maka kita harus kasih makan.
Bekasi, 26 September 2013.
Karyadim642.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)


