Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL PB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL PB. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2016

KRISTUS YESUS


"KRISTUS YESUS"
Istilah ini adalah bagian dari gelar lengkap "Tuhan Yesus Kristus" (1 Korintus 1:2,3,7,8,9,10).

Tiga gelar ini semuanya memiliki makna penting masing-masing.
1. "Yesus" adalah nama yang diberikan kepada bayi di Bethlehem oleh malaikat (lih. Mat 1:21). Hal ini terdiri dari dua kata benda Ibrani: "YHWH," nama perjanjian untuk Tuhan, dan "keselamatan" (yaitu, Hosea). Ini adalah nama Ibrani yang sama seperti Yosua. Ketika digunakan sendiri kata ini sering mengidentifikasi si manusia, Yesus dari Nazaret, putra Maria (misalnya, Mat 1:16, 25; 2:1; 3:13,15,16).

2. "Kristus" adalah terjemahan Yunani dari kata Ibrani Messiah (yaitu, Yang Diurapi). Ini menegaskan gelar PL Yesus sebagai Yang dijanjikan YHWH yang dikirim untuk mendirikan zaman baru kebenaran.

3. "Tuhan" (digunakan dalam 1:1 dalam KJV) adalah terjemahan dari istilah Ibrani “adon”, yang berarti "pemilik, suami, penguasa, atau tuan." Orang Yahudi menjadi takut mengucapkan nama suci YHWH supaya jangan sampai mereka menyebutnya dengan sia-sia dan melanggar salah satu dari Sepuluh Perintah Allah. Setiap kali mereka membaca Kitab Suci, mereka menggantikan YHWH dengan Adon. Inilah sebabnya mengapa terjemahan bahasa Inggris menuliskannya dengan semua huruf besar TUHAN untuk YHWH di PL. Dengan mentransferkan gelar ini (kurios dalam bahasa Yunani) kepada Yesus, para penulis PB menegaskan keIllahian dan kesetaraan-Nya dengan Bapa.

Selasa, 14 Juni 2016

DIPANGGIL

indram642.blogspot.co.id
Allah selalu mengambil inisiatif dalam pemanggilan, pemilihan, dan penarikan orang-orang percaya kepada DiriNya (lih. Yohanes 6:44, 65; 15:16; 1 Korintus 1:12; Efesus 1:4-5,11). Istilah (panggilan) dipakai dalam beberapa pengertian teologis:

A. Orang-orang berdosa dipanggil kepada keselamatan oleh anugerah Allah melalui kepenuhan pekerjaan Kristus dan kesadaran oleh Roh Kudus. 
     (yaitu klētos, bandingkan Roma 1:6-7; 9:24, yang secara teologis serupa dengan 1 Korintus 1:1-2 dan 2 Timotius 1:9; 2 Petrus 1:10).

B. Orang-orang berdosa memanggil nama Tuhan dan diselamatkan. 
    (yaitu epikaleō, lih. Kisah 2:21; 22:16; Roma 10:9-13). Pernyataan ini adalah istilah penyembahan Yahudi.

C. Orang-orang percaya dipanggil untuk hidup dalam kehidupan seperti Kristus.
    (yaitu klēsis, lih. 1 Korintus 1:26; 7:20; Efesus 4:1; Filipi 3:14; 2 Tesalonika 1:11; 2 Timotius 1:9).

D. Orang-orang percaya dipanggil untuk tugas-tugas pelayanan. 
    (Kisah 13:2; 1 Kor 12:4-7; Efesus 4:1). Jbu

Rabu, 25 November 2015

HIDUP DIDALAM KRISTUS, Galatia 2:16



Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.

Beberapa waktu yang lalu banyak pro dan kontra tentang hari raya Yahudi. Ada yang mengangap sangat perlu kita merayakan hari raya Yahudi dan satu lagi menganggap tidak perlu kita merayakan hari raya Yahudi.

Dari ayat diatas saya mau sedikit menekankan bahwa Paulus hanpir 2.000 tahun yang lalu sudah mengingatkan kita untuk tidak lagi melakukan prinsip-prinsip hukum taurat untuk pembenaran hidup dan berkat-berkat.

Sebab kalau kita masih hidup dengan cara-cara hukum Taurat berarti kita kembali kepada pola hidup yang sia-sia karena baik berkat, kelimpahan apalagi keselamatan hanya ada didalam Yesus Kristus. Dengan kita beriman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat kita di benarkan dan di selamatkan. Kenapa kita harus lagi bersusah payah untuk mengenal dan mendapatkan keselamatan apa lagi berkat-berkat.

Jadi kalau kita sudah mengerti ini mari jangan lagi mau diperhambakan dengan hari-hari Raya, Hukum-hukum, peraturan-peraturan, dan adat istiadat yang sepertinya kita akan diselamatkan.

Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang didalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.


Bekasi, 25 Nop 2015.


Karyadim642.blogspot.com

Selasa, 24 November 2015

PENGLIHATAN YANG LUAR BIASA

Rendered Image

Paulus mendapatkan penglihatan, dia diangkat ke Firdaus , sesuatu yg luar biasa, tetapi dia tidak menjelaskan apa yang dilihatnya yg luar biasa itu.

Dari penjelasan Paulus di ayat-ayat seterusnya, ternyata dia takut jadi Tinggi hati yang sekawan dengan Sombong.

Dari penglihatan Paulus ini saya mendapatkan beberapa hal yang baik :

Kalau kita mendapakan anugerah kemuliaan jangan sombong.
Sering ketika mendapatkan jabatan, pelayanan yang baik, keluarga yang baik, pekerjaan yang baik, usaha yang baik, pendidikan yang baik.

Sering kita lupa itu semua dari Tuhan dan menyombongkan diri. Kalau kita menerima yang baik itu semata-mata karena kebaikannya bukan karena kuat dan gagah kita.

Paulus mendapatkan kelemahan dalam hidupnya yaitu duri dalam daging seorang utusan iblis.

Paulus sebenarnya sudah minta Tuhan untuk Tuhan mengundurkan utusan iblis dari dirinya, tetapi dari Tuhan jawabannya adalah "cukuplah kasih Karunia-Ku bagimu"

Banyak orang yg mendapatkan kebaikan Tuhan, tidak ingin dalam hidupnya ada kekurangan atau sebaliknya ada kekurangan tetapi tidak mau tahu akan kekurangannya.

Kalau saja kita tahu akan kekurangan kita, kta tidak mungkin akan sombong.

Kuasa Tuhan menjadi sempurna dalam kelemahan kita.

Ayat 9a "justru dlm kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna".

Dengan kita mengetahui adanya kekurangan kita, kita jadi tidak sombong  dan terus merendahkan diri dihadapan-Nya. 

Maka Kuasa Tuhan menjadi lebih dasyat dalam hidup kita bahkan hari lepas hari akan menjadi sempurna.


Bekasi, 24 Nop 2015

Senin, 23 November 2015

The Genealogy of Jesus Christ

karyadim642.blogspot.com
Abraham = "father of a multitude".  the son of Terah and the founder of the Jewish nation
Isaac = "to laugh".  the son of Abraham and Sarah

Jacob = "heel-catcher or supplanter".
1. was the second son of Isaac
2. the father of Joseph, the husband of Mary

Judah or Judas = "he shall be praised"
1) the fourth son of Jacob
2) an unknown ancestor of Christ
3) a man surnamed the Galilean, who at the time of the census of Quirinus, excited the revolt in Galilee, Act 5:37
4) a certain Jew of Damascus, Act 9:11
5) a prophet surnamed Barsabas, of the church at Jerusalem, Act 15:22,27,32
6) the apostle, John 14:22, who was surnamed Lebbaeus or Thaddaeus, and according to opinion wrote the Epistle of Jude.
7) the half-brother of Jesus, Mat 13:55
8) Judas Iscariot, the apostle who betrayed Jesus

Pharez = "a breach".  the son of Judah and Tamar, his daughter-in-law
Zara = "a rising (as the sun)".  the son of Judah, ancestor of Christ
Tamar = "palm tree".  the wife of the two sons of Judah, Er and Onan.
Esrom or Hezron or Hesron = "enclosed".  the son of Reuben, and ancestor of the Hezronites
Aram or Ram = "high".  an ancestor of Christ
Amminadab = "one of the prince's people".  an ancestor of Christ
Nahshon = "enchanter".  an ancestor of Christ
Salmon = "raiment: a garment".  the father of Boaz in the genealogy of Christ
Rahab = "wide".  a harlot of Jericho
Boaz = "in him is strength".  a kinsman of Ruth, afterwards her second husband
Ruth = "a female friend".  the ancestor of David and of Christ
Obed = "serving".  the grandfather of king David
Jesse = "wealthy".  the father of David the king
David =  second king of Israel, and ancestor of Jesus Christ
Solomon = "peaceful".  the son of David and was the wisest and richest king that ever lived
Rehoboam = "enlarger of the people".  the son of Solomon by an Ammonite princess Naamah

Abijah = "my father is Jah (Jehovah)"
1. a priest, the head of a priestly family from whom when David divided the priests into 24 classes, Abia was the 8th order
2. son and successor to Rehoboam on the throne of Judah


Asa = "physician, or cure".  son of Abijah and king of Judah
Jehoshaphat = "whom Jehovah judges".  the king of Judah, son of Asa
Jehoram = "whom Jehovah has exalted".  the son of Jehoshaphat, king of Judah, succeeded his father on the throne of Judah
Uzziah = "strength of Jehovah".  son of Amaziah, king of Judah from B.C. 810 – 758
Jotham = "Jehovah is upright".  the son of King Uzziah or Azariah and Jerusha
Ahaz = "possessor".  the eleventh king of Judah, son of Jotham
Hezekiah = "the might of Jehovah".  the twelfth king of Judah

Manasseh = "forgetting".
1. the first born son of Joseph
2. the son of Hezekiah, king of Judah

Amos = "burden".  an ancestor of Christ
Josiah = "whom Jehovah heals".  king of Judah, who restored among the Jews the worship of the true God, and after a reign of thirty one years was slain in battle about 611 BC
Jeconiah or Jehoiachin = "whom Jehovah establishes".  was the son of Jehoiakim, and for three months and ten days king of Judah until Nebuchadnezzar carried him into captivity (597 BC)
Shealtiel = "I have asked of God".  the son of Jeconiah in the genealogy of Christ
Zerubbabel = "born at Babel, i.e. Babylon".  the head of the tribe of Judah at the time of the return from Babylonish captivity in the first year of Cyrus
Abiud = "my father is majesty".  the son of Bela and grandson of Benjamin (1 Chron 8:3)

Eliakim = "raising up by God"
1. the eldest son of Abiud or Judah, bother of Joseph, and father of Azor Mat 1:13
2. son of Melea, and father of Jonan Luke 3:30,31

Azor = "helper".  A son of Eliakim, in the line of our Lord. Mat 1:13,14.
Sadoc = "just".  a descendant of Zerubbabel in the genealogy of Christ
Achim = "the Lord will establish".  one of the ancestors of Christ, his name is not mentioned in the OT
Eliud = "God his Praise".  the son of Achim in the genealogy of Christ. Mat 1:15
Eleazar = "help of God".  one of the ancestors of Christ
Matthan = "gift".  one of Christ's ancestors
Jacob = "heel-catcher or supplanter".
1. was the second son of Isaac
2. the father of Joseph, the husband of Mary

Joseph = "let him add"
1. the patriarch, the eleventh son of Jacob
2. the son of Jonan or Jonam, one of the ancestors of Christ, Luke 3:30
3. the son of Judah [or Judas; better Joda] another ancestor of Jesus, Luke 3:26
4. the son of Mattathias, another ancestor of Christ, Luke 3:24
5. the husband of Mary, the mother of Jesus
6. a half-brother of Jesus Mat 13:55
7. Joseph of Arimathaea, a member of the Sanhedrin, who favoured Jesus. Mat 27:57,59; Mar 15:43,45
8. Joseph surnamed Barnabas Act 4:36
9. Joseph call Barsabas and surnamed Justus, Act 1:23

Mary or Miriam = "their rebellion"
1. Mary the mother of Jesus
2. Mary Magdalene, a women from Magdala
3. Mary, the sister of Lazarus and Martha
4. Mary of Cleophas the mother of James the less
5. Mary the mother of John Mark, a sister of Barnabas
6. Mary, a Roman Christian who is greeted by Paul in Rome 16:6

Jesus = "Jehovah is salvation"
1. Jesus, the Son of God, the Saviour of mankind, God incarnate
2. Jesus Barabbas was the captive robber whom the Jews begged Pilate to release instead of Christ
3. Joshua was the famous captain of the Israelites, Moses' successor (Act 7:45, Heb 4:8)
4. Jesus, son of Eliezer, one of the ancestors of Christ (Luke 3:29)
5. Jesus, surnamed Justus, a Jewish Christian, an associate with Paul in the preaching of the gospel (Colos 4:11)

Christ = "anointed"
1. Christ was the Messiah, the Son of God
2. anointed

Bekasi, 23 Nop 2015


Karyadim642.blogspot.com

Kamis, 13 November 2014

KEMANA ORANG MATI PERGI ?


I. Perjanjian Lama

A. Semua manusia menuju ke She'ol (etimologi tidak pasti), merupakan cara yang mengacu pada kematian atau kuburan, kebanyakan dalam literature hikmat dan Yesaya. Dalam Perjanjian Lama itu adalah negeri yang kelam pekat, kacau balau, tidak ada sukacita (lih.Ayub 10:21-22; 38:17; Mazmur 107:10,14)..

B. She’ol ditandai dengan
1. Terkait dengan penghakiman Allah (api), Ulangan 32:22
2. Terkait dengan hukuman bahkan sebelum hari kiamat, Mazmur 18:4-5
3. Terkait dengan Abaddon (kebinasaan), tetapi juga terbuka dihadapan Allah, Ayub 26:6; Mazmur 139:8; Amos 9:2
4. Terkait dengan "Pit" (kuburan), Mazmur 16: 10; Yesaya 14:15; Yehekiel 31:15-17
5. Orang jahat turun dalam keadaan hidup ke She'ol, Bilangan 16:30,33; Mazmur 55:15
6. Sering dipersonifikasikan sebagai binatang dengan mulut besar, Bilangan 16:30; Yesaya 5:14; 14:9; Habakuk 2:5
7. Orang-orang di sana disebut Shades, Yesaya 14:9-11)

II. Perjanjian Baru
A. Kata Ibrani She'ol diterjemahkan oleh orang Yunani sebagai Hades (dunia gaib)

B. Hades ditandai dengan
1. Mengacu pada kematian, Matius 16:18
2. Terkait dengan kematian, Wahyu 1:18; 6:8; 20:13-14
3. Sering analogi dengan tempat hukuman tetap (Gehenna), Matius. 11:23 (kutipan PL); Lukas 10:15; 16:23-24
4. Sering analogi dengan kuburan, Lukas 16:23

C. Mungkin dibagi (rabi)           
1. bagian orang benar disebut surga (sebenarnya nama lain dari surga, lih. 2 Korintus 12:4; Wahyu 2:7), Lukas 23:43
2. bagian orang jahat disebut Tartarus, 2 Petrus 2:4, di mana itu adalah tempat kepunyaan malaikat jahat (lih.Kejadian 6; I Henokh)

D. Gehenna
1. Mencerminkan frase PL, "lembah bani Hinom," (selatan Yerusalem). Ini adalah tempat di mana dewa api Fenisia, Molech disembah oleh pengorbanan anak (lih. 2 Raja 16:3, 21:6; 2 Tawarikh 28:3, 33:6), yang dilarang dalam Imamat 18:21; 20:2-5
2. Yeremia merubahnya dari tempat penyembahan berhala menjadi sebuah sisi penghakiman YHWH (lih.Yeremia 7:32; 19:6-7). Ini menjadi tempat nyala api, penghakiman kekal dalam I Henokh 90:26-27 dan Sib. 1:103.
3. Orang-orang Yahudi pada zaman Yesus begitu terkejut dengan ikut sertanya nenek moyang mereka dalam ibadah penyembahan berhala dengan mengorbanan anak, kemudian mereka merubah daerah ini menjadi tempat pembuangan sampah di Yerusalem. Banyak dari metafora Yesus bagi penghakiman kekal datang dari timbunan ini (api, asap, cacing, bau, lih. Markus 9:44,46). Istilah Gehenna hanya digunakan oleh Yesus (kecuali dalam Yakobus 3:6).
4. Penggunaan Yesus untuk Gehenna
a. Api, Matius 5:22; 18:9; Markus 9:43
b. Kekal, Markus 9:48 (Matius 25:46)
c. Tempat kebinasaan (baik jiwa dan tubuh), Matius 10:28
d. Pararel dengan She’ol, Matius 5:29-30; 18:9
e. Menyebut orang fasik sebagai "anak neraka," Matius 23:15
f. Hasil kalimat peradilan, Matius 23:33; Lukas 12:5
g. Konsep Gehenna pararel dengan kematian kedua kalinya (lih. Rev 2:11; 20:6,14) atau dalam lautan api (lih. Matius. 13:42,50; Wahyu 19:20; 20:10 ,14-15; 21:8). Mungkin lautan api menjadi tempat tinggal permanen bagi manusia (dari She'ol) dan malaikat jahat (dari Tartarus, 2 Pet 2:4; Yudas 6 atau jurang, lih. Lukas 8:31; Wahyu 9 :1-10; 20:1,3).
h. Tidak dirancang untuk manusia, tetapi untuk setan dan malaikatnya, Matius 25:41

E. Hal ini dimungkinkan, karena tumpang tindih pengertian She’ol, Hades, dan Gehenna itu
1. Awalnya semua manusia menuju ke She'ol / Hades
2. Pengalaman mereka di sana (baik atau buruk) diperburuk setelah hari kiamat, tetapi tempat orang fasik tetap sama (inilah alasan mengapa KJV menerjemahkan hades (kuburan) sebagai Gehenna (neraka)
3. Hanya naskah PB menyebutkan siksaan sebelum Penghakiman adalah perumpamaan Lukas 16:19-31 (Lazarus dan Orang Kaya). She'ol juga digambarkan sebagai tempat hukuman sekarang (lih. Ulangan 32:22; Mazmur 18:1-5). Namun, tidak dapat membangun doktrin di sebuah perumpamaan.

III. Pernyataan Intermediate antara kematian dan kebangkitan

A. Perjanjian Baru tidak mengajarkan "keabadian jiwa," yang merupakan salah satu pandangan kuno tentang kehidupan setelah kematian.
1. Jiwa manusia sudah ada sebelum kehidupan secara fisik
2. Jiwa manusia kekal sebelum dan sesudah kematian fisik
3. Tubuh fisik sering dilihat sebagai sebuah penjara dan kematian mengembalikannya kembali kekeadaan sebelum-ada

B. Petunjuk Perjanjian Baru pada keadaan tanpa tubuh antara kematian dan kebangkitan
1. Yesus berbicara tentang pembagian antara tubuh dan jiwa, Matius 10:28
2. Abraham mungkin memiliki tubuh sekarang, Markus 12:26-27; Lukas 16:23
3. Musa dan Elia memiliki tubuh fisik di transfigurasi, Matius 17
4. Paulus menegaskan bahwa pada Kedatangan jiwa yang Kedua bersama dengan Kristus akan mendapatkan tubuh pertama mereka yang baru, 2 Tesalonika. 4:13-18
5. Paulus menegaskan bahwa orang percaya akan mendapat tubuh rohani mereka yang baru pada Hari Kebangkitan, 1 Korintus 15:23,52
6. Paulus menegaskan bahwa orang percaya tidak pergi ke Hades, tetapi pada kematian bersama dengan Yesus, 2 Korintus 5:6,8; Filipi 1:23. Yesus mengalahkan maut dan membawa orang-orang benar ke surga bersama-Nya, 1 Petrus 3:18-22

IV. Surga

A. Istilah ini digunakan dalam tiga arti di Alkitab
1. Atmosfir di atas bumi, Kejadian 1:1,8; Yesaya 42:5; 45:18
2. Langit yang berbintang, Kejadian 1:14; Ulangan 10:14; Mazmur 148:4; Ibrani 4:14; 7:26
3. Tempat takhta Allah, Ulangan 10:14; 1 Raja 8:27; Mazmur 148:4; Efesus 4:10; Ibrani 9:24 (surga ketiga, 2 Korintus 12:2)

B. Alkitab tidak mengungkapkan banyak tentang akhirat. Mungkin karena manusia yang jatuh tidak mengerti cara atau kapasitas untuk memahami (lih. 2 Korintus 2:9).


C. Surga adalah tempat (lih.Yohanes 14:2-3) dan pribadi (lih. 2 Korintus 5:6,8). 
     Surga mungkin adalah Taman Eden yang dipulihkan (Kejadian 1-2; Wahyu 21-22). Bumi akan dibersihkan dan dipulihkan (lih. Kisah 3:21; Roma 8:21; 2 Petrus 3:10). Gambar Allah (Kejadian 1:26-27) dipulihkan dalam Kristus. Sekarang persekutuan intim Taman Eden sudah memungkinkan lagi. Namun, ini mungkin metafora (surga sebagai kota berbentuk kotak yang besar dari Wahyu rohani sebagai benih untuk tanaman dewasa. Sekali lagi 1 Korintus 2:9 (kutipan dari Yesaya 64:4 dan 65:17) adalah sebuah janji yang besar dan pengharapan! Aku tahu bahwa ketika kita melihat-Nya kita akan menjadi seperti Dia (lih.1 Yohanes 3:2).

Kamis, 27 Maret 2014

Membaca Alkitab Secara Benar.

karyadim642.blogspot.com

Banyak anak-anak Tuhan yang bertanya bagaimana membaca Alkitab yang benar dan mendapatkan manfaat yang tepat untuk menghidupkan kepercayaan kita kepada Allah dan menimbulkan Iman yang teguh, kepada Yesus Kristus Tuhan, tulisan dibawah ini menjelaskan bagaimana membaca Alkitab yang benar dan cukup sederhana dan tidak terlalu Teologis.

Teknik tunggal untuk menafsirkan suatu kategori seni (genre) tertentu tetapi prinsip-prinsip umum hermeneutik yang tepat untuk semua jenis naskah Alkitab.  Sebuah buku yang baik untuk pendekatan pendekatan kategori seni (genre) tertentu adalah Bagaimana Membaca Alkitab Agar Mendapatkan Semua Manfaatnya.  Karangan Gordon Fee dan Douglas Stuart, yang diterbitkan oleh Zondervan.

Fokus mula-mula pada pembaca adalah memberi kesempatan Roh Kudus untuk menerangkan Alkitab melalui empat siklus pembacaan pribadi.  Hal ini membuat :
-          Roh Kudus,
-          naskah bacaan, dan
-          si pembaca.
Menjadi yang terutama dan bukan hal sekunder. Hal ini juga akan melindungi si pembaca dari pengaruh-pengaruh yang tidak semestinya dari si komentator. Banyak teolog berkata bahwa: “Alkitab memiliki banyak sekali pernyataan/keterangan pada komentari-komentari”. Ini bukan berarti sebagai suatu tanggapan yang melemahkan mengenai alat bantu belajar ini, namun hal ini merupakan suatu permohonan untuk menggunakannya pada waktu yang tepat. Kita harus bisa mendukung penafsiran kita dengan menggunakan naskah bacaan itu sendiri.

Lima bidang yang menyediakan setidaknya peneguhan yang terbatas:
1. dari si penulis asli:
a. latar belakang sejarah
b. konteks penulisan
2. pilihan si penulis mengenai:
a. struktur tata bahasa (sintaksis)
b. penggunaan bahan-bahan kontemporer
c. kategori seni (genre)
3. pengertian kita mengenai:
a. kutipan paralel yang relevan.

Kita perlu untuk memiliki kemampuan untuk memberikan alasan dan penalaran dibalik penafsiran kita.
Alkitab adalah satu-satunya sumber iman dan perbuatan. Namun yang menyedihkan adalah orang-orang Kristen seringkali tidak bersetuju mengenai apa yang diajarkan atau dibenarkan oleh Alkitab ini.  Adalah suatu kekalahan bagi kita sendiri jika kita menyatakan mendapat ilham dari Alkitab namun kemudian orang-orang percaya tidak bisa menyetujui apa yang di ajarkan dan disyaratkannya!

Keempat siklus pembacaan ini dirancang untuk menyediakan pemahaman-pemahaman penafsiran mengenai hal-hal berikut:

A. Siklus Pembacaan Pertama
1. Membaca buku satu kali. Baca lagi dalam terjemahan yang berbeda, sebisanya dari teori penterjemahan yang berbeda.
a. kata-ke-kata (NKJV, NASB, NRSV)xv
b. ekuivalen dinamis (TEV, JB)
c. para-frasa (Living Bible, Amplified Bible)
2. Carilah maksud pokok dari keseluruhan tulisan. Identifikasikan temanya.
3. Pisahkan (jika mungkin) suatu unit-unit penulisan, suatu pasal, suatu paragraf ataupun suatu kalimat yang secara jelas menyatakan maksud pokok atau tema tersebut.
4. Identifikasikan kategori seni (genre) yang mendominasi.
a. Perjanjian Lama
(1) Cerita-cerita Ibrani
(2) Puisi Ibrani (mazmur, tulisan-tulisan bijak)
(3) Nubuatan Ibrani (prosa, puisi)
(4) Aturan-aturan Hukum
b. Perjanjian Baru
(1) Cerita-cerita (Kitab Injil, Kisah Para Rasul)
(2) Perumpamaan-perumpamaan (Kitab Injil)
(3) Surat-surat/Tulisan para rasul
(4) Tulisan-tulisan Apokaliptik

B. Siklus Pembacaan Kedua
1. Baca keseluruhan buku lagi, dengan tujuan mengidentifikasi topik-topik dan pokok-pokok utama.
2. Ringkas topik-topik utama dan secara garis besar nyatakan maknanya dalam suatu pernyataan yang sederhana.
3. Periksa pernyataan tujuan dan garis besar anda dengan alat bantu belajar.

C.  Siklus Pembacaan Ketiga
1.  Baca keseluruhan buku lagi, untuk mengidentifikasi latar belakang sejarah dan  kejadian-kejadian spesifik dari kitab Alkitab itu sendiri.
2.  Daftarkan hal-hal historis yang disebut dalam buku Alkitab tersebut.
a.      Penulis
b. Tanggal
c.      Penerima-penerima
d. Alasan khusus penulisan
e.      Aspek-aspek dari latar belakang budaya yang berkaitan dengan tujuan penulisan.
f.      Referensi-referensi mengenai orang-orang dan peristiwa-peristiwa sejarah.
3.  Kembangkan garis besar anda ke tingkat paragraf dari buku Alkitab yang sedang anda tafsirkan. Selalu mengidentifikasikan dan meringkas unit tulisan. Ini mungkin akan mencakup beberapa pasal dan paragraf. Hal ini akan memampukan anda untuk mengikuti logika dan rancangan tulisan dari si penulis asli.
4.  Periksa latar belakang sejarah anda dengan menggunakan alat bantu belajar.

D. Siklus Pembacaan Keempat
1. Baca lagi bagian buku tersebut dalam beberapa terjemahan
a. kata-ke-kata (NKJV, NASB, NRSV)
b. ekuivalen dinamis (TEV, JB)
c. para-frasa (Living Bible, Amplified Bible)
2. Cari struktur tulisan atau tata bahasa
a. frasa-frasa yang berulang, Efesus 1:6,12,13
b. struktur tata bahasa yang berulang, Roma 8:31
c. konsep-konsep yang kontras
3. Daftarkan hal-ha berikut ini:
a. istilah-istilah yang signifikan
b. istilah-istilah yang tidak umum.
c. Struktur tata bahasa yang penting
d. Kata-kata, anak kalimat maupun kalimat-kalimat yang sukar dimengerti.
4.  Cari kutipan-kutipan parallel yang relevan
a. Cari kutipan pengajaran yang paling jelas dalam bidang yang anda pelajari, menggunakan
(1) buku-buku “teologi sistematis”
(2) Alkitab-Alkitab yang berpetunjuk.
(3) konkordansi.
b. Cari kemungkinan adanya hal-hal yang bersifat paradox dalam pokok yang anda pelajari. Banyak kebenaran Alkitab dinyatakan dalam bentuk pasangan dialektik; banyak konflik antar  denominasi bersumber pada proof-texting setengah dari “ketegangan” dalam penafsiran Alkitab. Keseluruhan isi Alkitab adalah ilham dari Allah, hingga kita harus mencari selengkap mungkin berita yang terkandung didalamnya agar penafsiran kita akan Firman menjadi seimbang.
c.  Cari bagian-bagian paralel dalam satu buku, satu pengarang, dan satu kategori seni; Alkitab adalah penafsir terbaik dari Firman Allah, karena penulisnya adalah satu yaitu Roh Kudus.
5.  Gunakan Panduan belajar untuk memeriksa latar belakang dan peristiwa-peristiwa sejarah yang anda dapati.
a. Alkitab panduan belajar
b. Ensiklopedi, buku pegangan, dan kamus Alkitab
c. Pengantar Alkitab
d. Komentari Alkitab (pada titik ini dalam proses belajar anda, ijinkan komunitas orang percaya, di masa lalu atau masa kini, untuk membantu dan mengkoreksi proses belajar pribadi anda.)

Bekasi, 27 Maret 2014


Karyadim642.blogspot.com

Sabtu, 22 Maret 2014

Pra-suposisi (SAYA PERCAYA ALKITAB)


A. Saya percaya Alkitab adalah satu-satunya pernyataan diri dari satu-satunya Allah yang benar. Karena itu, penafsirannya harus menggunakan sudut pandang maksud dan tujuan dari sang penulis illahi (Roh Kudus) yang menggunakan seorang manusia sebagai penulis dan dalam latar belakang sejarah tertentu.

B. Saya percaya Alkitab ditulis untuk orang-orang biasa – untuk semua orang! Tuhan menyediakan diriNya untuk berbicara secara jelas kepada kita dalam suatu konteks sejarah dan budaya tertentu. Tuhan tidak menyembunyikan kebenaran—Ia ingin kita mengerti! Oleh karena itu, Alkitab harus ditafsirkan dengan sudut pandang zaman pada saat penulisannya, bukan zaman kita saat ini. Alkitab tidak dapat berarti sesuatu bagi kita berbeda dengan kepada mereka yang membaca dan mendengarnya pertama kali. Hal ini dapatlah secara mudah dimengerti oleh akal kita, dan menggunakan teknik-teknik dan bentuk-bentuk komunikasi.

C. Saya percaya Alkitab memiliki berita dan tujuan yang menyatu. Tidak saling ber tentangan satu dengan yang lain, walaupun didalamnya terdapat juga bagian-bagian yang sukar dan bersifat paradoks. Dengan demikian penafsir terbaik dari Alkitab adalah Alkitab itu sendiri.

D. Saya percaya bahwa setiap bagian (selain nubuatan) hanya memiliki satu arti berdasarkan maksud dan tujuan dari si penulis yang diilhami Tuhan sendiri. 
    
   Meskipun kita tidak akan mungkin bisa sepenuhnya meyakini bahwa kita tahu maksud si penulis, banyak indikator menunjuk kearah hal tersebut:

1. Genre (tipe literatur) yang dipilih untuk mengemukakan berita.
2. latar belakan sejarah dan/atau kejadian tertentu yang mendorong penulisan
3. konteks tulisan dari keseluruhan buku, juga tiap satuan tulisan.
4. rancangan naskah (garis besar) dari satuan tulisan dalam kaitannya dengan keseluruhan berita.
5. ciri-ciri tata bahasa tertentu yang menonjol yang digunakan untuk mengkomunikasikan berita.
6. kata-kata yang dipilih untuk menyajikan berita.
7. bagian-bagian yang bersifat paralel.


Bekasi, 22 Maret 2014


Karyadim642.blogspot.com

Senin, 10 Maret 2014

WORSHIP/PENYEMBAHAN dalam prinsip Teologi

karyadim642.blogspot.com

I. Apakah Penyembahan Itu?
A. Kata bahasa Inggrisnya berasal dari istilah Saxon, “weorthscipe,” yang menyatakan sesorang yang kepadanya kehormatan dan penghargaan tertuju.
B. Istilah-istilah utama PL nya adalah:
1. ‘Abodah, yang berasl dari akar Ibrani yang berarti “melayani” atau “bekerja” (BDB 715). Ini biasanya diterjemahkan “pelayanan Allah.”
2. Hishtahawah, yang berasal dari suatu akar Ibrani yang berarti “membungkuk” atau “menyujudkan diri” (BDB 1005, lih. Kel 4:31).
C. Istilah-istilah utama PB mengikuti istilah-istilah Ibraninya.
1. Untuk ‘abodah adalah latreia, yang merupkan status dari pekerja atau budak.
2. Untuk hishtahawah adalah proskuneo, yang artinya “bersujud,” “memuja,” atau “menyembah.”
D. Perhatikan bahwa penyembahan berdampak pada dua bidang.
1. Sikap rasa hormat kita
2. Tindakan-tindakan gaya hidup kita
Kedua hal ini harus berjalan bersama-sama atau bisa menghasilkan masalah yang besar (lih. Ulangan. 11:13).

II. Kapan dan Bagaimana Mulainya Penyembahan?
A. PL tidak menyatakan secara khusus asal-usul penyembahan, namun ada beberapa petunjuk dalam kitab Kejadian.
1. Pelembagaan Sabat oleh Allah dalam Kejadian 2:1-3 dikemudian hari berkembang menjadi hari penyembahan mingguan utama. Dalam Kejadian ini menyatakan bahwa Allah menetapkan suatu teladan bagi peristirahatan dan penyembahan manusia dengan tindakan dan sikapNya terhadap segmen waktu mingguan ini.
2. Pembunuhan binatang-binatang oleh Allah untuk menyediakan pakaian bagi pasangan manusia yang jatuh untuk bisa bertahan dalam lingkungan kejatuhan mereka yang baru dalam Kejadian 3:21 sepertinya menetapkan suatu panggung bagi penggunaan binatang-binatang untuk keperluan manusia, yang akan berkembang menjadi sistem korban persembahan.
3. Persembahan Kain dan Habel dari Kej 4:3 dst sepertinya merupakan suatu kejadian yang teratur secara tetap, bukan suatu peristiwa sekali saja. Ini bukanlah suatu perikop peremehan akan korban persembahan tanam-tanaman atau suatu resep bagi pengorbanan binatang, namun suatu contoh yang jelas akan perlunya suatu sikap yang pantas terhadap Allah. Ini memang menunjukkan bahwa Allah bagaimanapun mengkomunikasikan penerimaan dan penolakanNya.
4. Jalur keMesiasan yang saleh dari Set dibangun dalam Kejadian 4:25 dst. Hal ini menyebutkan nama perjanjian Allah, YHWH, dalam ay 26 dalam suatu yang nampaknya merupakan tata cara penyembahan (perikop ini harus dicocokkan dengan Keluaran 6:3).
5. Nuh menyatakan suatu perbedaan antara binatang yang najis dan tidak najis dalam Kejadian 7:2. Ini menetapkan status korban persembahannya dalam Kejadian 8:20-21. Ini mengisyaratkan bahwa korban telah ditetapkan sejak kurun waktu yang sangat dini.
6. Abraham sangat akrab dengan korban persembahan, yang sangat nyata dari Kej 12:7,8; 13:18; 22:9. Ini membentuk tanggapannya kepada hadirat dan janji-janji Allah. Tampaknya keturunannya melanjutkan praktek ini.
7. Kitab Ayub adalah dalam suatu tata cara kebapaan (yaitu 2000). Ia tidak asing dengan pengrbanan sebagaimana terlihat dalam Ayb 1:5.
8. Bahan Alkitab sepertinya menjelaskan bahwa pengorbanan dikembangkan dari rasa kekaguman dan hormat manusia bagi Allah dan prosedur-prosedur yang dinyatakan Allah tentang bagaimana untuk menyatakan hal ini.
a. Ke sepuluh Perintah dan Aturan-aturan Kesucian
b. Kultus Tabernakel

III. Apakah Isinya Penyembahan?
A. Nyatalah bahwa sikap umat manusia adalah kunci dalam pengorbanan (lih. Kejadian 4:3 dst). Elemen pribadi ini telah selalu menjadi suatu tiang penyangga dalam iman alkitabiah yang dinyatakan (lih. Ulangan 6:4-9; 11:13; 30:6; Yeremia. 31:31-34; Yehekiel 36:26-27; Roma 2:28-29; Galatia 6:15).
B. Namun demikian, sikap menghargai umat manusia ini sejak awal telah dikodekan menjadi suatu ritual.
1. ritual pemurnian (berhubungan dengan suatu pengetahuan akan dosa)
2. ritual pelayanan/kebaktian (perayaan-perayaan, korban, persembahan, dll.)
3. ritual penyembahan pribadi (doa-doa dan pujian umum atau pribadi)
C. ketika kita menyampaikan pertanyaan akan isi pentinglah kita perhatikan tiga sumber dari perwahyuan (lih. Yer 18:18). 35
1. Musa dan para kultus (imam-imam)
2. Guru-guru Sastra Hikmat
3. Para nabi

Setiap hal ini menambah pemahaman kita akan penyembahan, Setiap pihak ini berfokus pada suatu aspek vital dan konsisten dari penyembahan.
1. Bentuk (Keluaran-Bilangan)
2. Gaya hidu (Mazmur 40:1 dst; Mikha 6:6-8)
3. Motif (! Samuel 15:22; Yeremia 7:22-26; Hosea 6:6)
D. Yesus mengkuti pola penyembahan PL. Ia tidak pernah mengejek PL (lih. Mat 5:17 dst), namun Ia memang menolak Tradisi Lisan sebagaimana yang telah dikembangkan menjelang abad pertama.

Gereja mula-mula melanjutkan Yudaisme untuk satu periode (yaitu sampai dengan kebangunan dan pembaharuan kerabian tahun 90 M) dan lalu memulai mengembangkan keunikannya sendiri, namun secara umum tetap pada pola sinagoga. Kepusatan dari yesus, kehidupanNya, pengajaranNya, penyalibanNya dan kebangkitanNya menggantikan tempat dari Kultus PL. Khotbah, baptisan, dan Perjamuan Syukur menjadi pusat tindakan. Sabat digantikan dengan Hari Tuhan.

IV. Siapa yang Berpartisipasi dalam Penyembahan?
A. Budaya kebapaan dari Tumur Dekat kuno menetapkan panggung bagi peran kepemimpinan laki-laki dalam segenap bidang kehidupan, termasuk agama.
B. Bapa-bapa bertindak sebagai imam bagi keluarganya baik dalam korban dan perintah agama (Ayub 1:5).
C. Bagi Israel imam mengemban tugas-tugas keagamaan dalam tata cara penyembahan bersama, umum, sementara bapa-bapa mempertahankan tempat ini dalam tata cara penyembahan pribadi. Dengan Pembuangan Babilonia (586 SM) Sinagoga dan para rabi berkembang ke dalam suatu posisi pusat dalam pelatihan dan penyembahan. Setelah penghancuran Bait Suci di tahun 70 M, Yudaisme kerabian, yang dikembangkan dari Farisi, menjadi dominan.
D. Dalam tata cara gereja pola kebapaan dipertahankan, namun dengan penambahan tekanan pada keberbakatan dan kesetaraan wanita (lih. 1 Korintus 11:5; Galatia 3:28; Kisah 21:9; Roma 16:1; 2 Timotius 3:11).

Kesetaraan ini terlihat dalam Kejadian 1:26-27; 2:18. kesetaraan ini dirusak oleh pemberontakan Kejadian 3, namun dipulihkan melalui Kristus.
Anak-anak telah selalu dipersekutukan dalam tata cara penyembahan melalui orang tua mereka, namun demikian, Alkitab adalah suatu buku yang berorientasi pada orang dewasa.

V. Di mana dan Kapan Penyembahan Dilakukan?
A. Dalam Kejadian umat manusia memuja tmpat-tempat di mana mereka telah berjumpa dengan Allah.
Situs-situs ini menjadi mesbah-mesbah. Setelah menyeberangi sungai Yordan beberapa situs berkembang (Gilgal, Bethel, Sikhem), namun Yerusalem dipilih sebagai tempat kediaman Allah yang khusus yang dihubungkan dengan Tabut Perjanjian (lih. Ul.).
B. Waktu-waktu pertanian selalu menetapkan suatu status bagi rasa syukur manusia kepada Allah karena penyediaanNya. Keperluan-keperluan khusus lain yang dirasakan, seperti pengampunan, berkembang menjadi hari-hari raya keagamaan (yaitu, Imamat 16, Hari Penebusan). Yudaisme mengembangkan sekumpulan hari-hari raya—Paskah, Pentakosta, dan Tabernakel (lih. Im 23). Ini juga mengijinkan kesempatan khusus bagi pribadi-pribadi (lih. Yeh 18).
C. Pembangunan dari sinagoga menyediakan struktur bagi konsep penyembahan Sabat. Gereja merubahnya dengan Hari Tuhan (hari pertama dari satu minggu) nampaknya karena pola berulang penamapkan Yesus pada hari Minggu sore setelah kebangkitan.
D. Awalnya gereja mula-mula bertemu setiap hari (Kis 2:46), namun ini nampaknya segera ditiadakan untuk penyembahan pribadi selama seminggu dan penyembahan bersama pada tiap hari Minggu.

VI. Kesimpulan
A. Penyembahan Allah bukanlah sesuatu yang diciptakan atau dilembagakan manusia. Penyembahan adalah kebutuhan yang terasa.
B. Penyembahan adalah suatu tanggapan terhadap siapa Allah itu dan apa yang telah Ia lakukan bagi kita dalam Kristus.
C. Penyembahan melibatkan keseluruhan pribadi. Ini mencakup bentuk dan sikap. Secara umum dan pribadi. Terjadwal dan secara mendadak.
D. Penyembahan yang benar adalah suatu hasil dari suatu hubungan pribadi.
E. Perikop PB tentang penyembahan yang secara teologis paling membantu mungkin adalah Yohanes 4:19-26.