Sabtu, 31 Mei 2014
Jumat, 16 Mei 2014
A Woman Healed. Matius 9:20-22
Matius
9:20-22; (Markus 5:25-34; Lukas 8:43-48)
20 And suddenly, a woman who
had a flow of blood for twelve years came from behind and touched the hem of
His garment.
21 For she said to herself, "If only I may touch His garment,
I shall be made well."
22 But Jesus turned around, and when He saw her He said, "Be
of good cheer, daughter; your faith has made you well." And the woman was
made well from that hour.
20
Καὶ ἰδοὺ γυνὴ αἱμορροοῦσα
δώδεκα ἕτη
προσελθοῦσα ὄπισθεν
ἥψατο τοῦ
κρασπέδου τοῦ ἱματίου
αὐτοῦ·
21 ἔλεγεν
γὰρ ἐν ἑαυτῇ· ἐὰν
μόνον ἅψωμαι
τοῦ ἱματίου
αὐτοῦ
σωθήσομαι.
22 ὁ δὲ Ἰησοῦς
στραφεὶς καὶ ἰδὼν αὐτὴν εἶπεν·
θάρσει, θύγατερ· ἡ
πίστις σου σέσωκεν
σε. καὶ ἐσώθη ἡ γυνὴ ἀπὸ τῆς ὥρας ἐκείνης.
Kalau kita membaca ayat 20 diatas, bagaimana perempuan yang
menderita pendarahan selama 12 belas tahun ini:
1.
Pendarahan selama 12 tahun.
2.
Berulang-ulang diobati oleh Tabib, (Markus 5:26a)
3.
Semua yang ada padanya telah habis. (Markus 5;26a)
4.
Tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun (Lukas 8:43)
5.
Malah keadaannya semakin buruk. (Markus 5:26b)
Betapa menderitanya perempuan ini, tapi Puji Tuhan di mau melangkah, Markus 5:27.
Langkah-langkah
untuk menerima Mujizat :
-
Wanita ini pernah
mendengar berita-berita tentang Yesus.
Bandingkan kitab
+ Roma 10:13-15 “Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar
tentang dia. Bagaimana mereka mendengar tentang dia jika tidak ada yang
memberitakan”
+ Roma 10:17 “jadi iman datangnya dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman
Kristus”
Jadi betapa pentingnya kita
memberitakan nama Yesus kepada semua orang, sekalipun mereka belum mau
menerima/mendengar tentang Yesus, paling tidak tiba saatnya nanti Roh Kudus
akan menjamah mereka yang sudah mendengar tentang Yesus. Jadi marilah kabari
terus Nama Yesus.
-
Mendekat kepada Yesus.
Didalam ke galauannya tentang
penyakitnya yang sulit untuk sembuh, Wanita yang menderita penyakit pendarahan
ini, memaksakan dirinya untuk mendekat kepada Yesus, kenapa sedemikian sulitnya
dia mendekat kepada Yesus ?
a.
Yesus dikelilingi orang banyak terlebih oleh murid-muridnya yang
jelas akan menjaga guru mereka.
b.
Menurut adat istiadat Yahudi, wanita pendarahan/lelehan darah
itu Najis. Imamat 15:19-27
c.
Hubungannya terputus dengan orang lain.
d.
Pada dasarnya menjadi orang yang tidak berguna/berharga lagi.
Tapi dengan tekat yang kuat Wanita Pendarahan ini
berjuang untuk dapat bertemu dengan Yesus yang telah didengarnya itu. Dan dengan
Iman yang luar biasa ia mengambil tindakan/Keputusan iman kalau dia menjamah jubah
Yesus maka dia yakin sembuh.
-
Menjamah Jumbai Jubah.
Markus 5:26.
Menurut adat Yahudi setiap orang
Israel wajib ujung puncah jubahnya dibuatkan Jumbai-jumbai dengan benang ungu
kebiru-biruan. Itulah yang selalu wajib dipakai oleh orang Yahudi. Bilangan
15:37-41.
Jumbai-jumbai itu mengandung 2 makna
:
a. Si pemakai
adalah benar-benar orang Yahudi.
b. Bermakna orang
yang memakainya adalah milik Tuhan.
Kalau ada marah bahaya maka
jumbainya tidak dipasang di jubah luar tetapi dengan pakain dalamnya.
c. Untuk zaman
sekarang yang memakai jumbai-jumbai hanya pada waktu ibadah atau berdoa saja.
Akibat dari 3 tindakan diatas maka kita dapat melihat kuasa Tuhan
yang mengalir untuk menyatakan MujizatNya menyembuhkan wanita pendarahan itu.
Yesus ketika
mengetahui bahwa ada tenaga /kuasa yang mengalir keluar dari hidupnya, langsung
bertanya siapa yg menyentuhNya, dan ketika Dia mengetahui ada seorang perempuan
yang mengaku dirinyalah yang menyentuh Tuhan, dan wanita itu menceritakan
tentang keadaannya yang mengalami sakit pendarahan selama 12 tahun dan merasa
dirinya sudah sembuh ketika menyentuh Jumbai jubah Tuhan Yesus.
Ketika Yesus
mengetahui wanita itu penyakit pendarahan dan disembuhkan oleh langkah imannya,
yang seharusnya wanita itu tidak layak mendekatinya karena sesuai dengan
penjelasan diatas tentang wanita yang Pendarahan adalah najis dan tidak layak
untuk dihargai.
Tetapi Tuhan tidak menganggap rendah orang yang datang kepada
dengan segala kelemahan dan kekurangan, karena Tuhan datang untuk orang yang
tahu dirinya berdosa dan mau percaya kepadaNya.
Bekasi,
16 Mei 2014
Karyadim642.blogspot.com
Matius
9:20-22
20 Pada waktu
itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan
maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
21 Karena
katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan
sembuh."
22 Tetapi Yesus
berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai
anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah
perempuan itu.
20 kai idou
gunē aimorroousa dōdeka
etē proselthousa opisthen
ēpsato tou kraspedou
tou imatiou autou·
21
elegen gar en
eautē· ean monon
apsōmai tou imatiou
autou sōthēsomai.
22 o de
iēsous strapheis kai
idōn autēn eipen·
tharsei, thugater· ē
pistis sou sesōken
se. kai esōthē
ē gunē apo
tēs ōras ekeinēs.
Rabu, 14 Mei 2014
A Girl Restored to Life/TALITA KUM (Matius 9:18-26)
Matthew 9:18-19; 23-26 (Markus 5:21-43; Lukas 8:40-56)
18 While He spoke these things
to them, behold, a ruler came and worshiped Him, saying, "My daughter has
just died, but come and lay Your hand on her and she will live."
19 So Jesus arose and followed him, and so did His disciples.
23 When Jesus came into the
ruler's house, and saw the flute players and the noisy crowd wailing,
24 He said to them, "Make room, for the girl is not dead, but
sleeping." And they ridiculed Him.
25 But when the crowd was put outside, He went in and took her by
the hand, and the girl arose.
26 And the report of this
went out into all that land.
18 Ταύτα
αὐτοῦ λαλοῦντος
αὐτοῖς ἰδοὺ ἄρχων
εἰς προσελθὼν
προσεκύνει αὐτῷ
λέγων ὅτι ἡ
θυγάτηρ μου ἄρτι ἐτελεύτησεν·
ἀλλὰ ἐλθὼν ἐπίθες
τὴν χεῖρα
σου ἐπ’ αὐτὴν καὶ
ζήσεται.
19 καὶ ἐγερθεὶς ὁ Ἰησοῦς ἠκολούθει
αὐτῷ καὶ οἱ
μαθηταὶ αὐτοῦ.
23 Καὶ ἐλθὼν ὁ Ἰησοῦς εἰς τὴν οἰκίαν
τοῦ ἄρχοντος
καὶ ἰδὼν τοὺς αὐλητὰς καὶ τὸν ὄχλον
θορυβούμενον
24 ἔλεγεν·
ἀναχωρεῖτε, οὐ γὰρ ἀπέθανεν
τὸ κοράσιον
ἀλλὰ
καθεύδει. καὶ
κατεγέλων αὐτοῦ.
25 ὅτε δὲ ἐξεβλήθη
ὁ ὄχλος
εἰσελθὼν ἐκράτησεν
τῆς χειρὸς αὐτῆς καὶ ἠγέρθη
τὸ κοράσιον.
26 καὶ ἐξῆλθεν ἡ
φήμη αὕτη εἰς ὅλην τὴν γῆν ἐκείνην.
Dalam ayat diatas Matius menulis tidak terlalu
rinci, berbeda dengan di tulisan Markus 5:21-43 dan Lukas 8:40-56 dimana cerita
ini ditulis lebih terperinci.
Didalam Injil Markus dan Lukas nama Kepala rumah
Ibadat, disebutkan yaitu namanya “Yairus”.
Pada zaman
itu Pejabat rumah Ibadat (Pejabat Synagoge) adalah orang penting :
Ø
Ia dipilih dari Antara para Penatua.
Ø
Tugasnya bukan untuk mengajar atau berkhotbah.
Ø
Bertanggung jawab bagi keteraturan pelaksanaan ibadah umum.
Ø
Pengawas hal-hal yang menyangkut synagoge secara umum.
Ø
Mengatur dan menunjuk petugas untuk membaca kitab suci, berdoa
dan menyampaikan khotbah dalam ibadah-ibadah di synagogue
Ø
Bertanggung jawab terhadap gedung synagogue.
Ø
Bertanggung jawab terhadap seluruh administrasi synagogue.
Dari penjelasan diatas tentang kepala rumah Ibadah berarti dia
adalah orang yang cukup penting dan dipastikan dia adalah seorang Yahudi
Ortodoks yang juga pasti menganggap Yesus orang yang berbahaya (Penyesat yang
berbahaya)
Dan Yesus juga tahu bahwa orang seperti
Kepala rumah Ibadat ini adalah orang yang sangat menentang akan pengajarannya.
Tetapi yang kita lihat dari ayat-ayat
diatas ternyata ketika Kepala rumah Ibadat itu datang kepada Yesus dan meminta
pertolongan kepadaNYa, Yesus menerima dengan senang hati dan dengan tangan
terbuka.
Lalu Yesus berjalan bersama ke rumah
Yairus, tetapi setibanya dirumah Yairus didapati Peniup-peniup seruling dan
orang banyak yang rebut memenuhi rumah Yairus.
Pada jaman Tuhan Yesus di Israel orang yang mati
itu harus diratapi, ada 3 macam pengertian Ratapan pada saat itu :
1. Ratapan dengan merobek-robek pakaian. Ada 39 aturan cara
merobek-robek pakaian.
- Perobekan
harus dilakukan sambil berdiri.
- Bagi ayah
atau ibu yang berduka, perobekan itu harus tepat dibagian dada, sehingga dada
kelihatan.
- Bagi orang
lain perobbekan dilakuan disebelah kanan.
- Baju yang
dipakai harus dipakai selama 7 hari.
- Setelah itu
selama sebulan harus ditisik besar-besar
supaya kelihatan.
- Setelah itu
dijahit/dibetulkan kembali.
- Untuk wanita
cara merobeknya :
+ wanita
merobek pakaian dalamnya secara sembunyi, lalu dipakai secar terbalik.
+ pakain luarnyalah
yang dirobek.
2. Ratapan dengan menangisi orang yang mati.
-
Dalam rumah duka
ratapan tangis itu harus terdengar terus-menerus.
-
Dilakukan oleh
wanita yang khusus melakukan tugas itu. (pintar dalam hal tangis menangis)
-
Para peratap tahu
sejarah hidup hampir setiap orang dalam kota/masyarakat itu.
-
Para peratap, mer
menatap sambil menyebut-nyebut nama –nama keluarga yang telah meninggal.
-
Sehingga pelayat
datangpun segera terharu dan ikut menangis.
-
Maka ketika mereka
(para peratap) berkumpul melakukan tugasnya membangkitkan rasa duka para
pelayat.
-
Maka terjadilah
tangisan ratapan yang hiruk pikuk.
3. Ratapan dengan membunyikan seruling.
Music suling
ditimur tengah kuno selalu dikaitkan dengan kematian.
- Didalam Talmud.
Suami yang isterinya meninggal haruslah menguburnya, mengadakan ratapan, dan
tangisan baginya dan membunyikan seruling.
Di kota Romapun
terdapat peratap yang meniup seruling.
- dalam peristiwa
pemakaman Kaisar claudiusn suara peniup seruling itu demikian menyayat sehingga
ada rumor Claudius pun mendengar suara seruling yang menyayat itu.
Ketempat duka yang menyayat itulah Tuhan
Yesus datang, disana dipenuhi oleh Ratapan dan hiruk-pikuk, dan Tuhan Yesus
memerintahkan untuk Peratap dan pemain seruling untuk pergi.
Tuhan Yesus dengan tenang mengatakan
bahwa anak itu tidak mati dan sedang tidur, akibatnya Tuhan Yesus di tertawakan
oleh Peratap dan peniup seruling, karena mereka adalah orang-orang yang
berpengalaman dalam hal orang mati, mereka tahu anak perempuan sudah mati.
I. Didalam Ayat
18 tertulis ‘Baru saja meninggal’
Ini kelihatannya
bertentangan / kontradiksi dengan Markus 5:23: ‘sedang sakit, hampir mati’, dan
Lukas 8:42: ‘hampir mati’.
Cara mengharmoniskan:
a Matius menceritakan secara singkat tanpa
mempedulikan detail-detailnya, sedangkan Markus dan Lukas menceritakan
detail-detailnya.
b Kata-kata Yairus yang sebenarnya adalah:
‘Anakku sakit begitu berat sehingga pasti saat ini ia sudah mati’. Matius lalu
mengambil sebagian dari kata-kata ini dan Markus / Lukas mengambil bagian yang
lain.
Ini adalah satu penafsiran yang mungkin sekali. Memang dalam
Markus 5:23 di katakan: ‘Supaya ia selamat dan tetap hidup’. Ayat ini
seolah-olah menentang penafsiran ini. Tetapi kata ‘tetap’ dalam ayat itu
sebetulnya tidak ada sehingga penafsiran ini tetap mempunyai kemungkinan benar.
c Anak itu masih hidup waktu Yairus
meninggalkan rumah, tetapi sudah mati waktu Yairus berbicara dengan Yesus.
Matius memasukkan fakta itu ke dalam perkataan Yairus, sedangkan Markus / Lukas
menceritakan kata-kata Yairus sesuai dengan anggapan Yairus (Yairus tidak tahu
anaknya sudah mati). Ini juga merupakan penafsiran yang mungkin sekali benar.
II. Iman Yairus
lebih kecil dari iman perwira. Matius
8:5-13
Karena
Yairus merasa perlu Yesus datang ke rumahnya sedangkan perwira itu menganggap
Yesus bisa menyembuhkan tanpa datang.
Tetapi
dengan iman yang semacam itu ia toh berdoa dan doanya dikabulkan! Memang bagus
sekali kalau kita bisa berdoa dengan iman yang hebat, tetapi kalau tidak bisa,
janganlah lalu takut berdoa; tetapi sebaliknya, tetaplah berdoa!
Catatan:
‘Iman’ di sini bukanlah ‘saving faith’ (= iman yang menyelamatkan)! Iman di
sini hanya satu kepercayaan bahwa Yesus bisa menyembuhkan. Iman seperti ini
tidak menyelamatkan kita!
Seharusnya Iman
Yairus dikuatkan dengan peristiwa perempuan yang menderita Pendarahan selama 12
tahun, tetapi dengan menjamah jumbai jubah Yesus dia sembuh. Dengan peristiwa itu
Yairus dengan mata kepala sendiri melihat hanya dengan menjamah jumbai Jubah
Perempuan pendarahan itu sembuh, apalagi ketika Yesus sendiri yang datang untuk
menjamah anak nya sendiri pasti sembuh.
Dari ayat ini dapat di
tekankan untuk Yairus, tanpa iman yang cukup kuat asal Yesus saja yang menjamah
PASTI AKAN SEMBUH.
Bekasi, 14 Mei 2014
Karyadim642.blogspot.com
Tiga prinsip penafsiran ALKITAB
![]() |
| karyadim642.blogspot.com |
Prinsip Pertama
mengenali
latar belakang sejarah dari situasi dan kondisi lokasi tempat suatu buku
ditulis berikut kejadian-kejadian historis tertentu yang terjadi pada saat
penulisan buku tersebut. Penulis asli memiliki suatu maksud tertentu, suatu berita
untuk dikomunikasikan. Suatu naskah tidak akan memiliki arti bagi kita kalau
naskah tersebut tidak memiliki arti bagi si penulis asli, di jaman dulu, yang
terilhami untuk menulisnya.
Maksud dan
tujuan si penulis –
bukan sejarah, perasaan, kebudayaan, kepribadian, maupun kebutuhan denominasional
kita – adalah kuncinya. Penerapan adalah pasangan yang tak terpisahkan dari
suatu penafsiran, namun penafsiran yang tepat harus selalu mendahului suatu
penerapan. Haruslah katakan secara terus menerus sampai kita pahami bahwa tiap
naskah alkitab memiliki satu dan hanya satu pengertian.
Pengertian di sini adalah apa yang dimaksudkan oleh si penulis
alkitab asli melalui pimpinan Roh untuk dikomunikasikan pada jamannya.
Pengertian yang satu
ini mungkin saja memiliki banyak kemungkinan penerapan bagi situasi-situasi dan
kebudayaan-kebudayaan yang berbeda. Semua penerapan ini harus terkait dengan
kebenaran inti dari si penulis asli.
Untuk
alasan inilah, komentari panduan belajar ini di rancang untuk menyediakan suatu
pengantar terhadap setiap buku dalam Alkitab.
Prinsip Kedua
Mengidentifikasi unit literatur. Setiap buku Alkitab adalah suatu
kesatuan dokumen.
Penafsir tidak memiliki hak untuk mengisolir suatu aspek kebenaran
tertentu dan mengabaikan yang lain. Oleh karena itu kita harus berusaha keras
untuk memahami maksud dari keseluruhan buku Alkitab sebelum Kita menafsirkan :
- unit-unit individu dari literatur.
- Arti dari bagian-bagian individual
– pasal-pasal, paragraf-paragraf,
- atau ayat-ayat tidak dapat menyimpang dari arti keseluruhan buku.
Tafsiran harus bergerak dari pendekatan deduktif terhadap
keseluruhan buku kepada pendekatan induktif terhadap bagian-bagiannya. Oleh
karena itu, komentari panduan belajar ini dirancang untuk membantu siswa
menganalisa struktur dari tiap unit literature berdasarkan paragraf. Pembagian
paragraf dan pasal tidaklah dianjurkan, namun hal ini membantu kita dalam mengidentifikasi
unit-unit pemikiran.
Menafsir pada tingkat paragraf – bukan kalimat, anak kalimat,
frasa, maupun kata – adalah kunci dalam mengikuti arti yang dimaksudkan oleh
para penulis buku Alkitab. Paragraf didasarkan atas kesatuan topik, yang sering
kali disebut tema atau kalimat topik. Setiap kata. Frasa, anak kalimat, dan kalimat
dalam suatu paragraf akan selalu ada hubungannya dengan kesatuan tema ini.
Entahkah itu memberi batasan, menjabarkan, menerangkan, dan/atau mempertanyakannya.
Kunci sesungguhnya bagi suatu penafsiran yang tepat adalah mengikuti pemikiran
dari penulis asli atas dasar paragraf demi paragraf keseluruh unit individual
literatur yang membentuk buku Alkitab.
Komentari panduan belajar ini dirancang untuk membantu siswa
untuk melakukan hal tersebut dengan membandingkan terjemahan-terjemahan bahasa
Inggris modern. Terjemahan-terjemahan ini dipilih karena masing-masing mempergunakan
teori –teori penterjemahan yang berbeda:
1. Naskah Yunani dari United Bible Society
yang merupakan revisi dari edisi ke-4 (UBS4). Naskah ini telah dibagi-bagi
kedalam paragraph-paragraf oleh para ahli naskah modern.
2. The New King James Version (NKJV) adalah
terjemalah literal kata ke kata berdasarkan tradisi naskah bersejarah Yunani
yang dikenal sebagai Textus Receptus. Pembagian paragraf dalam terjemahan ini
lebih panjang daripada terjemahan lain. Unit-satuan yang lebih panjang ini
membantu siswa dalam melihat topic-topik yang disatukan tersebut.
3. The New Revised Standard Version (NRSV)
adalah terjemahan kata ke kata yang telah dimodifikasi.
Membentuk titik tengah antara dua
terjemahan moderen berikut. Pembagian paragraph dalam terjemahan ini cukup
membantu dalam mengidentifikasi suatu pokok bahasan.
4. The Today’s English Version (TEV) adalah
terjemahan sama yang dinamis yang diterbitkan oleh United Bible Society.
Terjemahan ini mencoba untuk menterjemahkan Alkitab sedemikian hingga pembaca
atau pembicara yang berbahasa Inggris moderen dapat mengerti arti dari naskah
Yunani. Sering, khususnya dalam kitab-kitab Injil, paragraph dibagi berdasarkan
berdasar si pembicara, bukannya berdasarkan pokok bahasannya, sebagaimana
alkitab NIV. Untuk kepentingan penafsiran, hal ini tidak menolong sama-sekali.
Menarik untuk dicatat, bahwa kedua
terjemahan ini UBS dan TEV diterbitkan oleh penerbit yang sama, namun memiliki
pembagian paragraf yang berbeda.
5. The Jerusalem Bible (JB) adalah
terjemahan yang sama berdasarkan terjemahan Katolik Perancis.
Terjemahan ini sangat membantu dalam
membandingkan pembagian paragraph dari sudut pandang Eropa.
6. Naskah yang tercetak disini adalah Updated New American Standard
Bible (NASB) tahun 1995, yang merupakan terjemahan
kata ke kata. Komentar ayat demi ayat akan mengikuti pembagian paragraph dari terjemahan
ini.
Prinsip Ketiga.
Membaca Alkitab dalam berbagai terjemahan supaya dapat menangkap
bentangan
kemungkinan pengertian (bidang semantik) daripada kata-kata atau
frasa-frasa dari Alkitab yang seluas-luasnya.
Seringkali suatu frasa atau kata dalam bahasa Yunani dapat
dimengerti dalam beberapa cara. Terjemahan-terjemahan yang berbeda ini bisa
menampilkan hal ini dan membantu untuk mengidentifikasin dan menerangkan variasi
dari naskah Yunani tersebut.
Hal ini tidak
mempengaruhi doktrin, namun membantu kita untuk kembali pada naskah asli yang
ditulis dengan ilham Tuhan oleh penulis asli dari jaman dahulu.
Komentari ini
menawarkan cara yang cepat bagi siswa untuk memeriksa penafsiran mereka. Bukan
merupakan sesuatu yag bersifat definitif melainkan bersifat informatif dan
memacu untuk berpikir. Seringkali kemungkinan terjemahan-terjemahan yang lain
membantu kita untuk tidak bersifat parokis, dogmatis dan denominasional.
Penafsir perlu memiliki pilihan bentang penafsiran yang lebih besar
untuk bisa menyadari bahwa suatu naskah kuno bisa sangat bersifat mendua. Sangatlah
mengejutkan, bahwa di hanya sedikit dari antara orang Kristen sendiri
yang mengklaim bahwa Alkitab adalah sumber kebenaran mereka yang
saling bersetuju.
Prinsip-prinsip
ini kiranya menjadikan berkat bagi anda juga.
Senin, 05 Mei 2014
Langganan:
Postingan (Atom)


