Tampilkan postingan dengan label KHOTBAH EKSPOSISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KHOTBAH EKSPOSISI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Desember 2015

MUTIARA YANG BERHARGA, Matius 13:45-46


Matius 13:45-46
45. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. 
46. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."
45   Πάλιν  μοία  στν    βασιλεία  τν  ορανν  μπόρ  ζητοντι  καλος μαργαρίτας·
46   ερν  δ  να  πολύτιμον  μαργαρίτην  πελθν  πέπρακεν πάντα  σα  εχεν  κα  γόρασεν  ατόν. 

Sejak dahulu sampai sekarang tidak ada orang atau seorang wanitapun yang tidak suka Mutiara, karena Mutiara indah sekali terlihat dan juga bernilai tinggi harganya.
Hanya dengan melihat dan dan menyentuhnya saja kita bisa sukacita, apalagi kalau memilikinya.
Karena nilai estetika dan nilai harganya yang tinggi itu maka banyak pedagang yang berburu kemana saja untuk mendapatkan Mutiara.

Dari Perumpamaan ini kita dapat menemukan kebenaran-kebenarannya :
1.     Menemukan Kerajaan Surga seperti menemukan Sebutir Mutiara.
Menemukan Kerajaan Surga, Artinya ketika kita menemukan kita berada didalam Kerajaan Allah, berada didalam Kerajaan Allah berarti menerima dan melakukan kehendak Allah.
Melakukan kehendak Allah tidaklah suram dan menyakitkan, Justru hal yang indah. Matius 11:29-30, beban yang diberikan Yesus itu ringan.
Dibalik disiplin, pengurbanan, penyangkalan diri, dan salib, terdapat keindahan yang tiada bandingnya.
2.    Bisa jadi menemukan Mutiaranya lebih dari satu, tetapi pasti hanya satu yang paling Mahal.
Artinya banyak hal yang indah didunia, banyak orang dapat menemukan keindahan di dalam pengetahuan dan kekayaan pikiran manusia : didalam seni, musik, sastra, dan semua kekayaan pikiran manusia. Bisa menemukan keindahan didalam hubungan-hubungan  antar manusia.
Bisa jadi kita menemukan keindahan dalam melayani sesama manusia seklaipun lahir dari motivasi kemanusiaan ketimbang motivasi Kristus yang murni. Semuanya itu indah namun keindahannya lebih rendah.
3.    Dalam perumpamaan ini hampir sama dengan perumpamaan harta yang terpendam di ladang. Dimana petani sedang tidak mencari harta terpendam namun di temukan dengan tidak sengaja. Namun Mutiara ini dicarinya dengan sengaja.
Namun hal ini tidak menjadi soal apakah ditemukannya seketika atau sekejap atau dari hasil usaha seumur hidup. Konsekuensinya sama kita harus menjual atau mengorbankan segala sesuatu untuk mendapatkan hal yang berharga.

Demikianlah tentang hal kerajaan Sorga, untuk mendapatkannya kita harus mengorbankan yang lebih rendah nilainya dalam kehidupan ini, sekalipun secara dunia sangat berharga tetapi bagi Allha nilai-nilai dunia lebih rendah dari nilai-nilai Kerajaan Allah dan  dan melakukan hal-hal atau nila-nilai tentang Kerajaan Allah dengan sukacita.


Bekasi, 08 Desember 2015

The Parable of the Pearl of Great Price

45 palin  omoia  estin  ē  basileia  tōn  ouranōn  emporō  zētounti  kalous margaritas·
46 eurōn  de  ena  polutimon  margaritēn  apelthōn  pepraken  panta  osa eichen  kai  ēgorasen  auton. 
45  "Again, the kingdom of heaven is like a merchant seeking beautiful pearls,

46  who, when he had found one pearl of great price, went and sold all that he had and bought it.

Rabu, 14 Oktober 2015

Matius 13:31-32, KECIL TAPI BERDAMPAK BESAR


Matius 13:31-32
31  Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 
32  Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

The Parable of the Mustard Seed
31   Another parable He put forth to them, saying: "The kingdom of heaven is like a mustard seed, which a man took and sowed in his field,
32  which indeed is the least of all the seeds; but when it is grown it is greater than the herbs and becomes a tree, so that the birds of the air come and nest in its branches."

Tanaman Sesawi Palestina sangat berbeda dari tanaman sesawi yang biasa kita kenal. Yang pasti biji sesawi bukan yang paling kecil diantara biji-bijian; biji pohon cemara (cypress) masih lebih kecil.

Ada alasan yang sangat bagus kenapa Yesus membicarakan biji-bijian di dalam banyak perumpamaan. Benih merupakan suatu hal yang indah. Dimana didalamnya kita belajar tentang Karya Keselamatan Kristus. Dalam Yohanes 12:24. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Ketika benih ditaburkan ke tanah, benih itu akan mati. Lalu benih itu bertunas, dan bertumbuh tentunya menghasilkan buah. Hal ini menunjukan gambaran yang lengkap tentang kematian dan kebangkitan Kristus.

Secara harfiah hidup baru baru akan muncul dari Penguburan, kematian dan kebangkitan suatu benih. Demikian juga Yesus mati, dikubur, dan seprtinya hilang selamanya, tetapi Yesus dibangkitkan oleh Allah kedalam hidup baru. Dan menghasilkan buah (karya kebangkitan/Hidup), buah keselamatan.

Didalam Yohanes 12:25. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Jika kita tidak menjadi benih dan hidup bagi Kristus didunia ini, kita tidak akan memperoleh kepenuhan Kristus dalam hidup kita .

Dalam Perumpamaan Biji Sesawi diatas Kristuslah biji sesawi itu dan dialah Kerajaan Allah itu sendiri. Dan ketika Yesus mati, dikuburkan dan melalui kebangkitanNyaKerajaan Allah menjadi nyata di dunia.

Seorang yang benar-benar Kristen ialah orang yang memiliki Kristus didalam hidupnya. Dia akan memiliki hidup baru yang dibentuk oleh Roh Kudus yang menjadikan dia manusia baru sepenuhnya.

Apa yang terjadi kalau kita hidup didalam Kristus  ? jika kita benar-benar orang Kristen, keserupaan dengan Kristus harus termanifestasikan dalam kehidupan. Bagaimana dunia bisa mengenal Kristus jika dunia tidak melihat bahwa Kristus hidup didalam kita ?

Benih yang lahir dengan benar haruslah serupa dengan yang aslinya.
Apa kita lahir serupa dengan Kristus ?

Apakah Krsitus bekerja secara penuh dalam kehidupan kita ?

Sudahkah pikiran kita diubahkan dan keegoisan kita dihilangkan ketika kita menjadi serupa dengan Kristus ?

Adalah fakta sejarah bahwa hal-hal yang besar selalu dimulai dari hal-hal kecil.
- Suatu gagasan yang dapat mengubah peradaban bermula dari satu orang.
- Suatu kesaksian harus bermula dari satu orang.
- Sebuah reformasi bermula dari satu orang.

Yesus sendiri adalah teladan darinya satu orang maka semua manusia diselamatkan.

The Parable of the Mustard Seed
31   λλην  παραβολν  παρέθηκεν  ατος  λέγων·  μοία  στιν    βασιλεία  τν ορανν  κόκκ  σινάπεως,  ν  λαβν  νθρωπος  σπειρεν  ν  τ  γρ  ατο·
32     μικρότερον  μέν  στιν  πάντων  τν  σπερμάτων  ταν  δ  αξηθ  μεζον  τν λαχάνων  στιν  κα  γίνεται  δένδρον,  στε  λθεν  τ  πετειν  το  ορανο  κα κατασκηνον  ν  τος  κλάδοις  ατο.
31 allēn  parabolēn  parethēken  autois  legōn·  omoia  estin  ē  basileia  tōn ouranōn  kokkō  sinapeōs,  on  labōn  anthrōpos  espeiren  en  tō  agrō  autou·  

32 o mikroteron  men  estin  pantōn  tōn  spermatōn  otan  de  auxēthē  meizon  tōn lachanōn  estin  kai  ginetai  dendron,  ōste  elthein  ta  peteina  tou  ouranou  kai kataskēnoun  en  tois  kladois  autou. 

Jumat, 18 September 2015

LALANG DIANTARA GANDUM, Matius 13:24-30, 13:36-43


Matius 13:24-30; dan Matius 13:36-43
Dalam ayat 36 murid-murid bertanya kepada Yesus tentang arti perumpamaan Lalang diantara Gandum itu, dan dalam ayat 37-43 Yesus menjelaskan arti perumpamaan itu.
Jadi, kalau kita mau mengerti Firman Tuhan/AlKitab, kita harus berharap dan meminta kepada Tuhan. Tuhan memang bisa mengajarkan artinya melalui buku, manusia, hamba Tuhan.

Efesus 4:11-15’,”11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala”),

Dan karena itu kita harus mau menggunakan buku, manusia, hamba Tuhan, tetapi harapan kita tidak boleh diletakkan pada manusia, buku, hamba Tuhan, tetapi kepada Tuhan, itu sebabnya Berdoalah dengan sungguh-sungguh sebelum membaca Alkitab, buku rohani, Saat Teduh, ataupun sebelum mendengar khotbah, Pemahaman Alkitab.
‘Orang yang menabur benih gandum’ menggambarkan ‘Tuhan yang memproduksi orang kristen’ (ayat 37-38) dengan cara: pemberitaan Injil, Tuhan bekerja dalam diri orang itu : melahirbarukan, memberi terang, pengertian tentang Injil, memberikan iman dan pertobatan.

Bagi seorang Petani Lalang itu sangat mengganggu dan merugikan.
Lalang biasa disebut DARNEL BERJANGGUT (lolium temulentum).
Pada tahap awal lalang AMAT MIRIP dengan tanaman gandum, sehingga mustahil untuk membedakan yang satu dari yang lain.

Orang Yahudi menyebut lalang itu Gandum Haram (Bastard wheat)
Dalam bahasa Ibrani, Lalang disebut ZUNIM , bahasa Yunani zizanion.
Lalang dan Gandumg tidak dapat dipisahkan dengan aman ketika  keduanya sedang tumbuh, tetapi memang akhirnya harus dipisahkan.

Didalam Perumpamaan Lalang diantara Gandum ini, mengajarkan beberapa hal yang luar biasa :
a.    Selalu ada kuasa jahat didalam dunia, yang sedang mencari dan menanti untuk menghancurkan benih yang baik. (lih: 1 Petus 5:8).
Selalu ada didalam Gereja Pengaruh yang menolong benih Firman untuk bertumbuh dan berkembang, dan pengaruh yang berupaya mengahancurkan benih Firman. Solusinya adalah berjaga-jagalah.
b.    Betapa sukar membedakan mereka yang adalah benih Kerajaan Allah dengan benih dari si Jahat.
Kenyataan yang sering terjadi adalah seseorang mungkin kelihatan buruk, tetapi sebenarnya baik dan sebaliknya seseorang kelihatan baik ternyata buruk.
Kita selalu cepat menilai orang dan mencap mereka baik atau buruk tanpa mengetahui fakta-fakta yang ada.
c.    Penghakiman pasti datang pada akhirnya.
Penghakiman tidak terburu-buru, karena pada saatnya akan tampak konsekwensi dosa yang dilakukan dan akan nampak sekarang atau nanti.

Hanya Allah saja yang berhak menghakimi, karena hanya Allah yang tahu membedakan mana yang baik dan jahat.

Matius 13:24-30; dan Matius 13:36-43
24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.
25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu.
27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?
28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? 29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu.
30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."
37 Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Jumat, 31 Juli 2015

TABURAN BENIH YANG MENGHASILKAN, Matius 13:1-9; Matius 13:18-23


Matius 13:1-9; 18-23

1 Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.
2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
3 Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4 Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"         

Sangat sedikit orang yang dapat menangkap dan mengerti gagasan-gagasan abstrak; kebanyakan orang berpikir dalam gambar-gambar. Hal yang penting dari suatu perumpamaan adalah bahwa perumpamaan itu membuat kebenaran menjadi suatu gambaran yang dapat dilihat dan dipahami semua orang.

Dengan cara inilah Tuhan Yesus menyatakan firman Allah tentang kerajaan Allah, hari ini kita belajar dalam Matius 13;1-9 dan 18-23, Perumpaan tentang Penabur kalau kita perhatikan di Palestina ada dua cara menabur benih :

1.     Ditabur dengan cara mengayun tangan keatas dan kebawah sambil menyusuri ladang.
2.    Penabur menaruh sekarung benih dibelakang seekor keledai, melubangi karung dibawahnya sehingga ketika Keledai itu berjalan benihnya keluar dan tersebar.

Kita pelajari sedikit tentang Ladang dan Tanah di Palestina.:

a.    Ladang di Palestina mirip dengan pematang-pematang sawah atau kebun-kebun di Indonesia, yaitu ada sebidang tanah atau tanah yang berpetak-petak, perbatasan bidang tanah atau batas petak-petak itulah yang disebut pembatas dan sering dijadikan jalan oleh petani-petani.
Inilah yang disebut pinggir jalan, tanah yang keras itu, karena sering di injak oleh manusia sehingga tanah itu menjadi keras. Dan ketika benih itu terjatuh dipinggirnya maka burung akan mudah memakannya.

b.    Dipalestina yang disebut tanah yang berbatu adalah tanah yang dimana dibawahnya banyak batuan dan lapisan tanahnya tipis.
Ditanah yang seperti ini benih cepat tumbuh karena panas matahari cepat menghangatkan tanahnya. Ketika akarnya ingin mengisap makanan dan air, yang ada hanyalah batu dibawahnya, sehingga benih yang mulai bertunas akan segera mati dan tidak mampu menahan panas matahari.

c.    Tanah yang bersemak duri, adalah dimana tanahnya sebenarnya cukup baik tetapi karena ada belukar mengelilinginya maka pertumbuhan benih terhambat. Kecepatan pertumbuhan belukar, rumput liar dan ilalang lebih cepat dari benih yang ditanam, sehingga menghambat pertumbuhan benih yang ada.

d.    Tanah yang baik ialah tanah yang dalam, bersih dan gembur sehingga akar benih itu dapat menerobosnya untuk menghisap makanan, dan tumbuh dengan bebas.
Ditanah yang subur ini benih dapat menghasilkan tuaian yang melimpah.

Perumpamaan ini ditujukan kepada dua macam orang.

A.   Perumpamaan ini ditujukan kepada pendengar yang hadir.
Jadi ada beberapa pendengar Firman :
    v  Pendengar yang pikirannya tertutup. Banyak penyebabnya :
-          Prasanka dapat membuat orang buta terhadap segala hal yang tidak ingin ia lihat.
-          Roh keras kepala ( ada dua : Kesombongan yang tidak tahu bahwa ia perlu tahu; Ketakutan akan kebenaran baru).
-          Juga karakter yang amoral dan cara hidup seseorang dapat juga menutup pikirannya.

    v  Pendengar yang pikirannya seperti tanah dangkal. (ia adalah orang yang gagal memikirkan sesuatu dan gagal untuk terus memikirkannya).
-          Sebagian orang gemar sekali akan hal baru. Cepat menerima, cepat pula membuangnya.
-          Semangat yang tiba-tiba selalu dapat pula menjadi api yang padam dengan cepat.

Ini menjadi peringatan Tidak ada orang yang dapat mendasarkan hidupnya pada EMOSI.

    v  Pendengar yang mempunyai begitu banyak minat dalam hidupnya sehingga seringkali hal-hal yang terpenting menjadi terdesak.

Tidak cukup waktu berdoa, tidak cukup waktu baca firman, karena hidup ini semakin padat dan cepat. Banyak terlibat dalam berbagai kepanitiaan, pekerjaan, dan pelayanan kasih sehingga tidak lagi menyisakan waktu untuk Tuhan.

Yang berbahaya adalah hal yang baik seharusnya no dua, menjadi musuh terburuk bagi yang terbaik. Sehingga yang terbaik terabaikan.

Kita harus berhati-hati jangan sampai Kristus terdesak hanya karena hal-hal yang sifatnya remeh dalam hidup.
  
    v  Pendengar yang baik, seperti Tanah yang subur.
             Ada empat tahap untuk penerimaan firman Tuhan.:
-          Pikirannya terbuka, senantiasa ingin belajar,
-          Menyiapkan diri untuk mendengar. Tidak sombong atau terlalu sibuk untuk mendengar.
-          Mau mengerti, ia memikirkan apa yang didengarnya dengan sungguh-sungguh dan mengetahui apa firman yang didengarnya. Dan siap menerimanya.
-          Mempraktekan apa yang didengarnya kedalam tindakan.
Ia menghasilkan buah yang baik dari benih yang baik.

PENDENGAR SEJATI ADALAH ORANG YANG MENDENGARKAN, MENGERTI, DAN TAAT.

     B.    Perumpamaan ini ditujukan juga kepada yang memberitakan firman.
Perumpamaan ini bukan hanya untuk pendengar saja tapi untuk sekelompok murid Yesus.
Murid melihat Yesus yang luar biasa dan bijaknya ternyata dalam pandangan muridnya ia dilihat malah gagal :
-          punya musuh (ahli Taurat dan Farisi) dan
-          orang banyak yang datang hanya untuk kepentingan pribadi, setelah mendapatkan yang dibutuhkan mereka berlalu begitu saja.

Ini menyebabkan murid-murid patah semangat, tetapi perumpamaan ini menjawab sikap murid yang patah semangat :

HIKMAHNYA YAITU “PANEN ITU PASTI”

Tidak ada petani yang menanam tidak mengharapkan hasil atau petani yang berharap semua benihnya menghasilkan, pasti ada juga tidak menghasilkan buah. Tetapi itu tidak menghilangkan harapannya dan kepastian akan PANEN.

Maka perumpaan ini adalah pendorong semangat bagi mereka yang menabur benih firman. :
o   Ketika menabur benih firman, kita tidak tahu dampak apa yang terjadi terhadap benih firman itu.
Adalah tugas kita untuk menabur benih firman dan selanjutnya menyerahkannya kepada Tuhan untuk menghidupinya.
o   Ketika menabur benih firman, kita tidak boleh mengharapakan hasil yang SEGERA.
Dalam alam tidak pernah ada pertumbuhan yang tergesa-gesa, dibutuhkan waktu yang amaat lama. Sebuah biji mangga untuk menjadi pohon mangga membutuhkan waktu yang amat lama.
Benih firman yang ditabur bisa sangat lama bersemi dihati yang mendengar dan menerimanya.
Zaman ini adalah zaman yang membutuhkan hasil yang instan (yang segera), tetapi tidak pernah ada pertumbuhan yang instan.

DALAM MENABUR BENIH, KITA HARUS MEMILIK KESABARAN DAN PENGHARAPAN DAN MENUNGGU DALAM WAKTU PANEN YANG CUKUP LAMA BAHKAN BISA SANGAT LAMA.


Bekasi, 31 Juli 2015.

Karyadim642.blogspot.com


Matius 3:18-23 (jawaban ayat 1-9)
18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."


Kamis, 16 Juli 2015

RUMAH TUHAN ATAU RUMAH HANTU,( BAHAYA HATI YANG KOSONG), Matius 12:43-45


Matius 12:43-45
43 Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.
44 Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur.
45 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini."

Cerita atau Perumpamaan yang Tuhan Yesus Perkatakan kalau kita perhatikan sedikit menyeramkan karena berbicara masalah rumah berhantu.

Banyak orang yang takut mendengar rumah berhantu, dan umumnya kalau rumah berhantu pasti si pemilik rumah itu tidak ada atau tidak mendiaminya, atau juga sipemilik itu senang tinggal dirumah berhantu itu karena sudah berkolaborasi dengan hantu dirumahnya, atau juga si Pemiliknya merasa tidak ada rumah lain untuk dihuni meninggalkan rumahnya yang berhantu.

Tetapi yang paling tepat adalah pemiliknya mencari pengusir hantu, supaya rumahnya bersih dari hantu-hantu.

Kalau kita pernah menonton film Ghostbusters, dimana ada sebuah team yang kerjaannya mengusir hantu-hantu. Mereka mengusir hantu dengan keahliannya dan dengan peralatan yang canggih, beraneka ragam peralatan untuk mengusirnya.
Ada juga orang yang mencari pengusir hantu dengan orang-orang pintar, dukun-dukun dan rohaniawan-rohaniawan.

Tetapi kalau kita baca firman Tuhan diatas, bagaimana Tuhan Yesus menceritakan seorang manusia yang kerasukan dihuni oleh roh jahat dan roh jahat itu diusir keluar, maka dikatakan bersihlah orang itu dari kuasa roh jahat.

Yang jadi permasalahan adalah ketika roh jahat itu keluar dari manusia dan kembali lagi bersama antek-anteknya, untuk kita tidak lagi didatangi oleh roh jahat, kita harus mengerti beberapa hal :

a.    ROH JAHAT. Matius 43-45 mengajarkan hal penting tentang kerasukan roh jahat.
    Ø  Roh-roh jahat ingin kembali kepada orang yang pernah dirasuki sebelumnya. Ayat 44.
Yang harus diingat Roh jahat tidak mungkin bisa dibinasakankan, hanya bisa diusir, ini berarti dalam zaman ini, kejahatan dapat ditaklukan, disingkirkan, tetapi belum dapat dibinasakankan.
     Ø  Roh-roh jahat tidak bisa kembali apabila hati orang itu telah didiami oleh roh Kudus. Ayat 44, (bandingkan 1 Korintus 6:19, 2 Korintus 6:15-16).
Pada dasarnya roh jahat selalu mencari kesempatan untuk menyerang kembali dan mendapatkan kembali wilayah yang pernah ditempatinya.
    Ø  Suatu Bangsa atau Kelompok yang secara keseluruhan dapat menikmati kejahatan sedemikian rupa hingga masyarakat itu sendiri kerasukan roh jahat.ayat 45, bangdingkan Wahyu 16:14
Jadi kalau roh jahat itu sudah keluar maka dia pasti akan berusaha kembali lagi, tetapi ketika kita tidak siap, maka roh jahat akan kembali dengan teman-temannya, yang hasilnya pasti lebih mengerikan dari sebelum roh jahat diusir.

b.    Cara-cara mengusir Roh Jahat.
Mengusir roh jahat yang mendiami seseorang, suatu daerah, suatu Negara adalah hal penting, karena kalau tidak kita akan melihat pekerjaan roh jahat itu terhadap seseorang, satu daerah, dan satu negara, karena pada dasarnya roh jahat itu kerjaannya adalah destruktif (menghancurkan). Firman menulis di Yohanes 10:10 (Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan), itulah julukan dari Setan atau roh jahat dan antek-anteknya.

Jadi sangat penting untuk mematahkan segala tipu daya iblis dan banyak cara manusia untuk mematahkan, atau menghancurkan kuasa dari roh jahat yaitu :
     v  Melalui suatu agama-agama yang mengandung perintah-perintah.
Dengan perintah jangan melakukan ini, jangan melakukan itu, hasilnya hanyalah sebuah kegagalan.

Mungkin saja agama itu mampu membersihkan manusia yang dirasuki roh-roh jahat dengan melarang semua tindakan-tindakan jahat, tetapi agama itu tidak dapat menjaga untuk tetap bersih.
Contoh :
a.    Seorang pemabuk bisa berubah, ia bisa berhenti untuk tidak lagi waktunya dihabiskan untuk minuman keras, tetapi untuk bebas seluruhnya ia harus mempunyai sesuatu untuk dikerjakan. Untuk mengisi waktu luangnya. Bila tidak, ia akan kembali kepola hidupnya yang jahat.
b.    Seseorang yang suka mengejar kenikmatan hidup mungkin saja memutuskan ia harus berhenti, tetapi ia tidak dapat sesuatu yang lain untuk mengisi waktunya maka ia kan jatuh lagi kedalam pola hidupnya yang lama karena kekosongan hidup.

Hidup seseorang yang terikat tidak hanya harus dibebaskan dari yang jahat, tetapi hidupnya harus dibuat menjadi subur untuk menghasilkan buah-buah kebaikan.

“IBLIS PASTI MENEMUKAN KEJAHILAN UNTUK DIKERJAKAN OLEH TANGAN-TANGAN YANG MENGANGGUR”

v  Tindak penyembuhan satu-satunya yang terbaik adalah tindakan Kristen.
Pengajaran apapun yang berhenti hanya pada perintah apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan pasti akan gagal. pengajaran itu harus dilanjutkan dengan memerintahkan orang apa yang harus dilakukan.

Cara termudah mengatasi Rumput-rumput liar di kebun ialah memenuhi kebun itu dengan tanaman-tanaman yang bermanfaat.

‘CARA TERMUDAH MENCEGAH DOSA MERASUKI KEHIDUPAN IALAH DENGAN MENGISI KEHIDUPAN ITU DENGAN PERBUATAN YANG SEHAT.

Gereja mengajarkan bagaimana perbuatan sehat itu, ketika kita menemukan pencobaan-pencobaan kuasa jahat begitu mengancam, salah satu cara terbbik untuk mengalahkannya adalah dengan terjun ke dalam kegiatan bagi Allah dan bagi sesame manusia.



Bekasi, 15 Juli 2015