Rabu, 14 Oktober 2015

Matius 13:31-32, KECIL TAPI BERDAMPAK BESAR


Matius 13:31-32
31  Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 
32  Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

The Parable of the Mustard Seed
31   Another parable He put forth to them, saying: "The kingdom of heaven is like a mustard seed, which a man took and sowed in his field,
32  which indeed is the least of all the seeds; but when it is grown it is greater than the herbs and becomes a tree, so that the birds of the air come and nest in its branches."

Tanaman Sesawi Palestina sangat berbeda dari tanaman sesawi yang biasa kita kenal. Yang pasti biji sesawi bukan yang paling kecil diantara biji-bijian; biji pohon cemara (cypress) masih lebih kecil.

Ada alasan yang sangat bagus kenapa Yesus membicarakan biji-bijian di dalam banyak perumpamaan. Benih merupakan suatu hal yang indah. Dimana didalamnya kita belajar tentang Karya Keselamatan Kristus. Dalam Yohanes 12:24. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

Ketika benih ditaburkan ke tanah, benih itu akan mati. Lalu benih itu bertunas, dan bertumbuh tentunya menghasilkan buah. Hal ini menunjukan gambaran yang lengkap tentang kematian dan kebangkitan Kristus.

Secara harfiah hidup baru baru akan muncul dari Penguburan, kematian dan kebangkitan suatu benih. Demikian juga Yesus mati, dikubur, dan seprtinya hilang selamanya, tetapi Yesus dibangkitkan oleh Allah kedalam hidup baru. Dan menghasilkan buah (karya kebangkitan/Hidup), buah keselamatan.

Didalam Yohanes 12:25. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Jika kita tidak menjadi benih dan hidup bagi Kristus didunia ini, kita tidak akan memperoleh kepenuhan Kristus dalam hidup kita .

Dalam Perumpamaan Biji Sesawi diatas Kristuslah biji sesawi itu dan dialah Kerajaan Allah itu sendiri. Dan ketika Yesus mati, dikuburkan dan melalui kebangkitanNyaKerajaan Allah menjadi nyata di dunia.

Seorang yang benar-benar Kristen ialah orang yang memiliki Kristus didalam hidupnya. Dia akan memiliki hidup baru yang dibentuk oleh Roh Kudus yang menjadikan dia manusia baru sepenuhnya.

Apa yang terjadi kalau kita hidup didalam Kristus  ? jika kita benar-benar orang Kristen, keserupaan dengan Kristus harus termanifestasikan dalam kehidupan. Bagaimana dunia bisa mengenal Kristus jika dunia tidak melihat bahwa Kristus hidup didalam kita ?

Benih yang lahir dengan benar haruslah serupa dengan yang aslinya.
Apa kita lahir serupa dengan Kristus ?

Apakah Krsitus bekerja secara penuh dalam kehidupan kita ?

Sudahkah pikiran kita diubahkan dan keegoisan kita dihilangkan ketika kita menjadi serupa dengan Kristus ?

Adalah fakta sejarah bahwa hal-hal yang besar selalu dimulai dari hal-hal kecil.
- Suatu gagasan yang dapat mengubah peradaban bermula dari satu orang.
- Suatu kesaksian harus bermula dari satu orang.
- Sebuah reformasi bermula dari satu orang.

Yesus sendiri adalah teladan darinya satu orang maka semua manusia diselamatkan.

The Parable of the Mustard Seed
31   λλην  παραβολν  παρέθηκεν  ατος  λέγων·  μοία  στιν    βασιλεία  τν ορανν  κόκκ  σινάπεως,  ν  λαβν  νθρωπος  σπειρεν  ν  τ  γρ  ατο·
32     μικρότερον  μέν  στιν  πάντων  τν  σπερμάτων  ταν  δ  αξηθ  μεζον  τν λαχάνων  στιν  κα  γίνεται  δένδρον,  στε  λθεν  τ  πετειν  το  ορανο  κα κατασκηνον  ν  τος  κλάδοις  ατο.
31 allēn  parabolēn  parethēken  autois  legōn·  omoia  estin  ē  basileia  tōn ouranōn  kokkō  sinapeōs,  on  labōn  anthrōpos  espeiren  en  tō  agrō  autou·  

32 o mikroteron  men  estin  pantōn  tōn  spermatōn  otan  de  auxēthē  meizon  tōn lachanōn  estin  kai  ginetai  dendron,  ōste  elthein  ta  peteina  tou  ouranou  kai kataskēnoun  en  tois  kladois  autou. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar