Selasa, 28 April 2015

KEBERSAMAAN


Jika engkau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian, tapi jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama sama. »NN«

Amos 3:3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?

Jalan sendirian memang lebih cepat, tapi untuk memperoleh hasil yang besar dan maksimal kita harus bersama sama.

Dibutuhkan janji dan komitmen yang kuat agar kebersamaan itu dapat berhasil dengan baik.

Kebersamaan yang kuat dan tidak rapuh, baru bisa terjadi bila kita menyertakan pihak ketiga yaitu Tuhan Yesus, karena Dia yang akan menyempurnakan segala kekurangan kita.

Pengkotbah 4:12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.


Bila mau melihat hasil yang baik, pastikan kita menyertakan Tuhan pada kebersamaan dalam keluarga, dalam usaha pekerjaan, dalam pelayanan atau dalam hal apapun juga.

Senin, 27 April 2015

DOMBA YANG TERHILANG - THE LOST SHEEP, Lukas 15:1-7 (Luke 15:1-7)

karyadim642.blogspot.com
Luke 15: The Parable of the Lost Sheep
1  Then all the tax collectors and the sinners drew near to Him to hear Him.
2  And the Pharisees and scribes complained, saying, "This Man receives sinners and eats with them."
3  So He spoke this parable to them, saying:
4  "What man of you, having a hundred sheep, if he loses one of them, does not leave the ninety-nine in the wilderness, and go after the one which is lost until he finds it?
5  And when he has found it, he lays it on his shoulders, rejoicing.
6  And when he comes home, he calls together his friends and neighbors, saying to them, 'Rejoice with me, for I have found my sheep which was lost!'
7  I say to you that likewise there will be more joy in heaven over one sinner who repents than over ninety-nine just persons who need no repentance.

1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
4 Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

Kalau kita perhatikan perikop ini tentang domba yang terhilang dan setelah kita baca ayat-ayat dari ayat pertama sampai dengan ayat ke 7 adalah berbicara tentang PERTOBATAN dan tentang GEMBALA yang baik, mari kita telaah ayat-ayat yang ada dengan hati yang terbuka kepada Tuhan Yesus, karena ayat ini begitu kuat berbicara tentang orang-orang yang sudah percaya dan mengenal Tuhan Yesus tetapi tidak sungguh-sungguh mengikuti Gembala Agung itu :

Ayat 1. Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Siapakah Pemungut Cukai itu ?
Kalau kita perhatikan pada jaman Yesus, Pemungut cukai adalah orang-orang yang dipercayai oleh penjajah Romawi untuk menarik pajak terhadap wilayah jajahannya, dan biasanya yang dijadikan petugas pemungut Pajak itu adalah dari oraang-orang jajahan wilayah terssebut yang mau diajak kerjasama, dan mereka diberi wewenang untuk menarik pajak sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh Penjajah Romawi.
Singkatnya bagi orang Yahudi dimana mereka dijajah oleh orang Romawi, merasa benci dengan orang-orang Pemungut Cukai itu karena :
-      Pemungut cukai itu dianggap pengkhianat bangsa dan dianggap orang jahat dan najis bagi orang-orang Yahudi khususnya oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi.
-      Pemungut cukai sering melakukan penarikan pajak tidak sesuai dengan ketentuan yang di buat oleh Penjajah Romawi.
-      Pemungut cukai suka mengambil lebih dari yang seharus.
-      Rincian yang lebih rinci tentang Pemungut Cukai,silahkan dibaca di tulisan saya di http://karyadim642.blogspot.com/2013/05/calon-rasulmatthew-tax-collector.html

Siapakah orang berdosa itu ?
Tidak hanya menunjuk kepada para pezinah, pembunuh dan yang sejenisnya.
Seorang yang berdosa menurut Mishnah, hukum agama Yahudi. orang-orang Farisi yang memandang dirinya sebagai yang 'paling suci' menganggap remeh para gembala, penyamak kulit, pengendara keledai, pedagang kaki lima, pedagang besar dan pemungut cukai. Semua kelompok itu dipandang sebagai orang-orang yang najis, orang-orang berdosa. Di kalangan masyarakat mereka tergolong kelas bawah, kelas pinggiran.

Tapi orang berdosa ini senang datang kepada Yesus, bagaimana saudara dan saya apakah senang datang bertemu dengan Tuhan ? melalalui doa, Memuji, menyembahNya, Membaca dan merenungkan FirmanNya, dll

Ayat 2. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Siapakah orang-orang Farisi ?
FARISI artinya adalah “yang dipisahkan”.
Pelaksana yang mempraktekan atau memberi teladan untuk menjalankan Hukum-hukum, Peraturan-peraturan, ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh ahli Taurat, mereka di sebut orang-orang FARISI.

Orang yang memisahkan diri dari semua kegiatan hidup yang biasa, agar dapat memelihara berlakunya peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan tersebut.

Siapakah ahli-ahli Taurat ?
Ahli-ahli Taurat adalah orang yang dipercaya untuk menggali dan mengembangkan hukum-hukum, menjabarkan peraturan-peraturan serta ketentuan-ketentuannya.
Dan mereka selama hidupnya menggali dan meneliti prinsip dasar Hukum Taurat tersebut dan menghasilkan :
a.       Peraturan-peraturan.
b.       Ketetapan-ketetapan.
c.       Ketentuan.

Dan ahli-ahli Taurat itu menemukan ribuan jumlahnya Peraturan, ketetapan dan ketentuan yang ada. Yang disebut Misnah (Talmud Yerusalem dan Talmud Babel) untuk mengerti ini silahkan cari sendiri diberbagai literature dan buku (search di internet juga ada).

Orang-orang Farisi dan ahli Taurat ini bersungut-sungut kepada Yesus karena menurut Peraturan. Ketetapan dan Ketentuan yang mereka ketahui mereka tidak boleh bergaul dengan orang-orang berdosa ini.
Tetapi mereka melihat sesuatu yang mengejutkan hati mereka, seorang yang terpandang dan disebut sebagai seorang Guru yang seharusnya mengerti prinsip-prinsip pengembangan Taurat itu, untuk tidak bergaul dengan orang berdosa, lah ini kok bukan hanya ngobrol saja tapi makan dan kumpul bersama-sama dengan orang-orang berdosa.
Sangat mengejutkan untuk ahli Taurat dan prang Farisi tindakan Tuhan Yesus ini

Mereka beranggapan bahwa Yesus, sebagai seorang pengajar Alkitab yang mesti menghargai kehormatannya, seharusnya tidak bergaul dengan mereka. Jadi tindakan Yesus di dalam penilaian mereka menunjukkan bahwa Yesus tidak menghargai kedudukannya sebagai pengajar Alkitab, serta tidak menghargai tradisi orang-orang Farisi serta ahli kitab. Mengapa mereka berpikir seperti itu? Orang-orang Yahudi beranggapan bahwa untuk menjaga kemurnian mereka, seseorang tidak boleh bergaul dengan orang-orang berdosa. Ia harus menjaga jarak dari mereka agar tidak tercemar. Akan tetapi Yesus tidak takut tercemar.

Mengapa Yesus tidak takut tercemar? Karena kekudusannya tidak akan dapat dicemari. Bahkan kekudusan Yesus itu ketika disentuh mendatangkan kekudusan dan kuasa.
Didalam Perjanjian Lama Keluaran 29:37; Keluaran 30:29 Benda-Benda yang Kudus kalau disentuh oleh apapun jug maka yang menyentuhnya menjadi Kudus. Terlebih lagi Kristus yang empuhnya kekudusan, apa bila kita meyentuhnya maka saudara dan saya menjadi Kudus bahkan mendapatkan Kuasa dan Mujizat.(lih Matius 9:20-22; Markus 5:25-34; Lukas 8:43-48)
Jika Anda, sebagai seorang Kristen, telah menjadi kurban persembahan yang hidup bagi Allah (Roma 12:1-2), maka Anda tidak akan tercemar oleh dosa-dosa orang lain pada saat berhubungan dengan mereka. Anda seharusnya dapat menjadikan mereka kudus dengan kuasa Allah yang bekerja melalui Anda.
Kita, sebagai jemaat, menjadi orang-orang Kristen yang akan menjadikan orang lain kudus, yang tidak takut untuk berhubungan dengan orang-orang berdosa, dengan orang-orang non-Kristen. Mengapa kita harus takut berhubungan dengan mereka? Apakah Anda mengira bahwa kuasa mereka lebih besar dari pada kuasa yang ada di dalam diri Anda?  Kekristenan macam apa yang kita miliki? Jika kuasa Allah ada di dalam diri kita, Roh Kudus ada di dalam diri kita, dan kita adalah persembahan yang hidup, bagaimana mungkin kita bisa dicemari oleh orang-orang non-Kristen? Merekalah yang seharusnya terpengaruh dan diubah, kecuali jika kita memandang bahwa kuasa mereka lebih besar. (bacalah 1 Petrus 2:9)
Saya pernah mendengar ada hamba Tuhan yang tidak mau disentuh ketika mau berkhotbah, menurut saya itu hal yang konyol yang saya mengerti, seharusnya kita tidak perlu takut ketika kita disentuh oleh orang lain, bahkan kita harus Yakin bahwa dengan hidup kita yang telah diKuduskan oleh darah Yesus (Yang adalah Mezbah dan Korban yang kudus), siapa saja bisa menyentuh atau kita disentuh orang lain dan mereka menjadi kudus.

Ayat 3, 4-6. Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
Penekanan yang kedua adalah tentang Gembala, betapa perlunya kita mengerti tentang Gembala,
Di Palestina zaman itu. Yang Pemilik domba atau kambing tergolong miskin jika memiliki antara 20 sampai 30 ekor, sedangkan seorang gembala yang memiliki kawanan domba sebanyak 100 ekor, menunjukkan kemakmuran tingkat menengah sedangkan yang kaya bisa memiliki antara 200 sampai 300. Gembala yang diceritakan oleh Yesus ini memiliki 100 ekor domba, itu berarti ia masih dapat memberi perhatian kepada setiap dombanya satu per satu. Dengan demikian maka ia masih dapat menggembalai sendiri domba-dombanya tanpa harus mencari pekerja upahan.

Tetapi pada zaman Tuhan Yesus Gembala itu tidaklah menjadi orang-orang atau jabatan-jabatan yang dihormati, bahkan orang-orang Farisi memasukan mereka kedalam kumpulan orang-orang berdosa.

Dan karena kawanan domba itu dilepas berkeliaran sambil merumput di daerah perbukitan, sangat besar peluang seekor domba untuk bergerak menjauh dari kawanannya. Jadi seorang gembala harus menghitung domba-dombanya setiap hari untuk memastikan bahwa semuanya sudah terkumpul. Seratus ekor domba memang merupakan jumlah yang cukup banyak, akan tetapi masih bisa ditangani sendirian. Akan tetapi Anda tidak akan dapat memastikan jumlahnya jika hanya melihat dengan sekilas saja. Anda harus menghitung mereka satu per satu. Biasanya, penghitungan dilakukan pada malam hari, ketika domba-domba itu sudah dimasukkan ke dalam kandang sementara.

Pada malam itu, ketika si gembala itu menghitung jumlah dombanya sampai yang ke-99, ia mendapati ada satu yang hilang. Ke mana domba yang ke seratus? Apa yang harus ia lakukan? Ia harus meninggalkan domba-domba yang lain, mungkin ia segera mengambil beberapa buah batu dan menumpuknya sehingga menutup jalan keluar dari kandang sementara itu. Dengan demikian domba-domba yang sudah terkumpul tidak dapat berkeliaran sementara ditinggalkan, lalu ia pergi mencari domba yang hilang itu. Ini adalah kejadian yang sudah biasa di kalangan penggembala. Peristiwa yang dimengerti oleh setiap orang Yahudi karena begitu banyaknya jumlah domba dan penggembala di negeri itu. Setiap orang di sana tahu cara kerja seperti ini.
Si gembala itu mencari terus sampai menemukan dombanya; ia tidak mau menyerah. Ia mencari di setiap gua ataupun di setiap lubang yang ditemuinya, mungkin saja domba itu terjatuh di salah satu lubang yang ada. Ia mencari di setiap balik semak belukar dan di mana saja. Ia tidak menyerah sampai akhirnya menemukan kembali domba itu

Di ayat 5 dan 6, kita diberitahu bahwa si gembala itu tidak menggendong dombanya kembali ke kandang di padang, akan tetapi membawanya pulang ke rumah. Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.

Menurut Alkitab, domba tidak mengacu kepada orang non-Kristen melainkan kepada orang Kristen. Di setiap ayat dalam Perjanjian Lama yang memakai ungkapan 'domba', rujukannya selalu kepada umat Israel, umat Allah. Di dalam Yehezkiel pasal 34 sebagai contoh, Allah berbicara tentang orang-orang Israel sebagai domba-Nya. Dan di dalam Mazmur 23, Raja Daud berkata, "Tuhan adalah gembalaku."

Jadi, perlu untuk kita perhatikan bahwa keseluruhan gambaran yang diberikan dalam perumpamaan-perumpamaan banyak hal mengenai orang Kristen yang tersesat, yang tergoda untuk melakukan dosa yang seharusnya tidak mereka lakukan, melakukan hal-hal yang terlarang karena dorongan kepentingan tertentu.

Yesus adalah Gembala yang baik Ia tidak akan membiarkan anda tersesat itu sebabnya supaya kita jangan tersesat kita harus mengerti ini.

Yesus berkata di Markus 12:24, "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah." Kata 'sesat' di dalam Injil Markus ini, di dalam bahasa sumbernya - yaitu bahasa Yunani, sama dengan kata 'sesat' yang tertulis di Matius 18:12, "...jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat..." Mengapa seseorang tersesat? Karena mereka tidak tahu Firman Allah dan mereka belum mengalami kuasa-Nya. Jika Anda menganali kedua hal itu, maka dengan kasih karunia Allah, Anda tidak akan tersesat.

Marilah kita domba-domba Nya tuhan Yesus untuk tidak tersesat, jangan menjauh dariNYa, banyak Memuji dan MenyembahNya dan yang terpenting Rajinlah membaca Firman Tuhan.


Bekasi, tgl 23 April 2015

Karyadim642.blogspot.com

The Parable of the Lost Sheep
(Matthew 18:10-14)
1 σαν  δ  ατ  γγίζοντες  πάντες  ο  τελναι  κα  ο  μαρτωλο  κούειν  ατο
2 κα  διεγόγγυζον  ο  τε  Φαρισαοι  κα  ο  γραμματες  λέγοντες  τι  Οτος  μαρτωλος  προσδέχεται  κα  συνεσθίει  ατος.
3 επεν  δ  πρς  ατος  τν  παραβολν  ταύτην  λέγων 
4 Τίς  νθρωπος  ξ  μν  χων  κατν  πρόβατα  κα  πολέσας  ξ  ατν  ν  ο  καταλείπει  τ  νενήκοντα  ννέα  ν  τ  ρήμ  κα  πορεύεται  π  τ  πολωλς  ως  ερ  ατό; 
5 κα  ερν  πιτίθησιν  π  τος  μους  ατο  χαίρων, 
6 κα  λθν  ες  τν  οκον  συνκαλε  τος  φίλους  κα  τος  γείτονας,  λέγων  ατος  Συνχάρητέ  μοι,  τι  ερον  τ  πρόβατόν  μου  τ  πολωλός. 
7 λέγω  μν  τι  οτως  χαρ  ν  τ  οραν  σται  π  ν  μαρτωλ  μετανοοντι    π  νενήκοντα  ννέα  δικαίοις  οτινες  ο  χρείαν  χουσιν  μετανοίας.

The parable of the lost sheep;
1 ēsan  de  autō  engizontes  pantes  oi  telōnai  kai  oi  amartōloi  akouein  autou. 
2 kai  diegonguzon  oi  te  pharisaioi  kai  oi  grammateis  legontes  oti  outos  amartōlous  prosdechetai  kai  sunesthiei  autois. 
3 eipen  de  pros  autous  tēn  parabolēn  tautēn  legōn· 
4 tis  anthrōpos  ex  umōn  echōn  ekaton  probata  kai  apolesas  ex  autōn  en  ou  kataleipei  ta  enenēkonta  ennea  en  tē  erēmō  kai  poreuetai  epi  to  apolōlos  eōs  eurē  auto; 
5 kai  eurōn  epitithēsin  epi  tous  ōmous  autou  chairōn 
6 kai  elthōn  eis  ton  oikon  sunkalei  tous  philous  kai  tous  geitonas  legōn  autois·  suncharēte  moi,  oti  euron  to  probaton  mou  to  apolōlos. 
7 legō  umin  oti  outōs  chara  en  tō  ouranō  estai  epi  eni  amartōlō  metanoounti  ē  epi  enenēkonta  ennea  dikaiois  oitines  ou  chreian  echousin  metanoias.


JANGAN GENTAR


"It's incredible to realize that what we do each day has meaning in the big picture of God's plan." »Bill Hybels«

"Sangat luar biasa untuk menyadari bahwa apa yang kita lakukan setiap hari mempunyai arti dalam gambaran besar dari rencana Tuhan." »Bill Hybels«

Kejadian 50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Sekalipun hari yang kita lewati bukan hari yang baik, ada saja masalah dan halangan yang terjadi, bahkan dari orang orang yang selama ini diharapkan untuk mendukung malah lari meninggalkan kita.

Asal kita berada dalam rencanaNya, jangan takut dan tawar hati, manusia boleh lari meninggalkan kita, sesungguhnya, hari hari yang kita alami bersama Tuhan adalah luar biasa.

Bila hari ini ada orang mereka-rekakan yang jahat pada kita, ketika kita tetap menyadari apapun yang terjadi hari ini memiliki arti besar dalam rencana Tuhan yang besar dikemudian hari.

Jangan kuatir dan gentar hati, melainkan bersyukurlah kepadaNya, atas apapun yang terjadi diseluruh aspek hidup kita.


Percayalah kepadaNya, bahwa Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang sungguh sungguh mengasihiNya.

Jumat, 24 April 2015

Pengharapan merasakan, iman melihat, kasih tidak pernah gagal


"Hope feels, faith sees, love never fails! »Kris Vallotton«

"Pengharapan merasakan, iman melihat, kasih tidak pernah gagal! »Kris Vallotton«

1 Korintus 13 : 13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Ketika kita melihat sesuatu yang indah dan menarik maka cendrung hati kita tertarik lalu menginginkannya.

Iman menguatkan hati kita agar lebih yakin untuk memperoleh sesuatu yang kita yakini akan menjadi milik kita.

Sifat kasih menentramkan dan mendamaikan, walau sampai saat ini kita masih belum menerima apapun yang kita inginkan dan imani.

Iman dan pengharapan cendrung membuat kita kecewa, tetapi kasih membuat kita hidup berkemenangan.


Orang yang penuh dengan kemenangan hidupnya tidak pernah gagal, sebab setiap hari ada sukacita dan damai sejahtera dalam hatinnya.

Selasa, 21 April 2015

Joshua 3 : יהושע 3 The Crossing of the Jordan (Yosua 3)





Joshua 2 : יהושע 2 Rahab Welcomes the Spies (Yosua 2)





PEKA AKAN SUARA ILAHI


Ada sebuah kisah tentang seorang penduduk desa yang sedang berada di kantor kawannya di kota. Suara bising lalu lintas masuk melalui jendela.

Tiba-tiba ia berkata, “coba dengar!” “apa?” Tanya temannya yang tinggal dikota. “Belalang,” kata si orang desa.

Bertahun-tahun mendengarkan berbagai suara didesa telah membuat telinganya tajam terhadap suasana desa, yang sukar di dengar oleh orang kota.

Di pihak lain, ketika sekeping uang logam jatuh ke lantai, suaranya segera terdengar oleh seorang pedagang, sedangkan orang desa itu nyaris tidak mendengarnya sama sekali.

Hanya seorang ahli, yaitu orang yang telah membuat dirinya sendiri mampu mendengarkan, dapat menangkap suara tiap burung dalam sekelompok paduan suara burung.

Hanya seorang ahli, yaitu orang yang telah membuat dirinya sendiri mampu mendengarkan, dapat membedakan berbagai alat music yang sedang dimainkan dalam pertunjukan  orchestra dan menangkap satu-satunya nada yang salah dari salah satu biola.

Inilah hukum kehidupan bahwa kita mendengar apa yang untuknya kita telah melatih diri sendiri; hari demi hari kita harus mendengarkan Tuhan, sehingga hari demi hari suara Roh Kudus dapat menjadi semakin jelas, bukan sebaliknya makin lemah sehingga kita tidak mampu mendengarnya.


Kita harus mengasah kemampuan mendengarkan suara Tuhan sehingga suara ini menjadi satu-satunya suara yang paling kita dengar di antara semua suara lainnya.

WORD OF GOD


Have you asked yourself why you need to memorize scripture?
Why should you take the time to remember verses written by people centuries ago?

One powerful reason: Because Jesus Himself memorized scripture.
In Matthew 4:1-11, Jesus was tested in the wilderness by the devil himself.

Three times. The devil spun his lies towards Jesus.

Three times. Jesus countered. Not with sword. But with Scripture.

Devil: "If you are the Son of God, tell these stones to become bread."
Jesus: "It is written: ‘Man shall not live on bread alone, but on every word that comes from the mouth of God.” (Deuteronomy 8:3)

Devil: “Throw yourself down. For it is written: “He will command his angels concerning you, and they will lift you up in their hands, so that you will not strike your foot against a stone.”
Jesus answered: “It is also written: ‘Do not put the Lord your God to the test.’” (Deuteronomy 6:16)

Devil: "All this I will give you,” he said, “if you will bow down and worship me.”
Jesus: “Away from me, Satan! For it is written: ‘Worship the Lord your God, and serve him only.’” (Deuteronomy 6:13)

Jesus Christ deflected the schemes of the enemy. He knew His Bible verses.

This gives us more reason to not just read but meditate on God’s word. The devil does not stop at nothing to throw us off.

If we are empowered with the Word of God, we can counter attack every blow.


If Jesus Christ memorized the scriptures, why not you? What’s your excuse?

karyadim642.blogspot.com, Judges 1 - Hakim-Hakim 1 (4B)

Senin, 20 April 2015

I FAST (saya berpuasa)


"God never changes. He's the same before I fast, while I fast, & after I fast. But fasting changes me." »Kenneth Hagin«

"Tuhan tidak pernah berubah. Dia sama sebelum saya berpuasa, sewaktu saya berpuasa, dan setelah saya berpuasa. Tetapi berpuasa mengubahkan saya." »Kenneth Hagin«

Matius 9:16 "Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya."

Tujuan puasa bukan untuk menambal kekurangan kita, bukan supaya kita tambah sukses dan berhasil, bukan juga membuat kita tambah sakti dan berkuasa.

Puasa tidak akan mengubah ukuran kuasa Tuhan tapi puasa mengubah pribadi kita, jadi puasa adalah proses penyusutan daging untuk mengurangi ego kita.

Melalui puasa pelanggaran dosa favorit dan hawa nafsu akan menyusut diubah oleh Tuhan menjadi hati yang baru, untuk memulihkan perkawinan yang koyak, keluarga yang koyak, keuangan yang koyak.


Kalau berpuasa itu baik mengapa saudara dan saya tidak berpuasa. Yuk mari kita berpuasa paling tidak 1 (satu) kali seminggu. Pasti akan mendatangkan kebaikan dalam hidup.

ΠΡΟΣ ΚΟΡΙΝΘΙΟΥΣ Α΄ 5 : 1 Corinthians 5 Immorality Rebuked, (1 Korintus 5)




ΠΡΟΣ ΚΟΡΙΝΘΙΟΥΣ Α΄ 4 : 1 Corinthians 4 Servants of Christ ( 1 Korintus 4)





ΠΡΟΣ ΚΟΡΙΝΘΙΟΥΣ Α΄ 3 : 1 Corinthians 3 Paul and Apollos God's Fellow Workers ( 1 Korintus 3)






ΠΡΟΣ ΚΟΡΙΝΘΙΟΥΣ Α΄ 2 : 1 Corinthians 2 Paul declares that his preaching, (1 Korintus 2)





karyadim642.blogspot.com, John 1:19-42; Yohanes 1:19-42 (4B)

Sabtu, 18 April 2015

JANGAN TAKUT


Fear corrodes our confidence in God's goodness »Max Lucado«

Ketakutan merusakkan keyakinan kita akan kebaikan Tuhan »Max Lucado«

Yesaya 41:10 janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Bila kita hidup penuh dengan ketakutan sebenarnya kita sedang menyatakan diri sebagai orang yang tidak percaya, karena begitu banyak perlindungan dan janji Tuhan yang menyatakan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita.  

Ketakutan kelihatannya sepele, padahal Alkitab mencatat penakut menjadi urutan pertama yang tidak bisa masuk kerajaan surga, sebab itu alangkah ruginya jika kita hidup dalam ketakutan.

Mari intropeksi diri kita, selama ini apa saja yang membuat kita hidup dalam ketakutan, lalu datanglah kepada Tuhan agar setiap perasaan takut diangkat dari hidup kita.


Percayalah kepadaNya, bahwa Dia selalu menyertai kita, janganlah bimbang, sebab Tuhan pasti menolong kita, Dia akan memegang kita dengan tangan kananNya untuk membawa kita pada kemenangan.

karyadim642.blogspot.com, Deuteronomy 1 - Ulangan 1 (4B)

karyadim642.blogspot.com, Yosua 1 (4B)

Selasa, 14 April 2015

BERKAT SETIAP HARI


"God meets daily needs daily. Not weekly or annually. He will give you what you need when it is needed." »Max Lucado«

"Tuhan memenuhi kebutuhan kita sehari-hari setiap hari. Tidak setiap minggu atau setiap tahun. Dia akan memberikan apa yang anda butuhkan waktu anda membutuhkannya." »Max Lucado«

Ruth 4:14 Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel.

Janji Allah dengan kita adalah harian, bukan setiap minggu atau bulan atau tahun, karena itu setiap hari kita harus percaya dan berharap kepadaNya.

Bila kita hidup dan masih bernafas hari ini, itupun bagian dari penggenapan janji Tuhan, sebab itu bersyukurlah kepadaNya sebab dia telah menyediakan kebutuhan hidup yang kita nikmati sepanjang hari ini.

Hanya kadang kadang kita lupa bahwa hidup itu adalah kasih karunia Tuhan, bila bisa mencicipi makanan dengan nikmat, itupun karena kasih karunia Tuhan, bila kita bisa bekerja sepanjang hari ini itupun karena kasih karuniaNya, jadi apapun yang kita lakukan semuanya karena kasih karunia Tuhan.


Sebab itu " bersyukurlah kepada Tuhan" bahwasanya Tuhan itu baik, sangat baik dan luar biasa baiknya. 

Senin, 13 April 2015

RENDAH HATI dan SALEH


Duri memang menyakitkan, tapi membuat RENDAH HATI, agar kuasaNya menjadi sempurna. »NN«

2 Korintus 12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan pernyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan iblis untuk mengecoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.".
                                      
Pernahkah kita memiliki sesuatu dalam hidup ini yang begitu menyakitkan dan membelenggu hidup kita, sehingga kenyamanan terganggu.


Kadang kala Tuhan telah memberikan suatu duri yang dirancang agar kita menaruh kepercayaan yang lebih besar dan lebih bergantung pada-Nya.

Mungkin itu adalah sumber penderitaan, atau tantangan dalam hidup kita, lalu kita terus mencari Tuhan agar terlepas darinya, tetapi Tuhan tampak diam saja.

Bila saja kita punya pilihan untuk meminta tentunya permintaan yang pertama pasti, kita minta agar duri tersebut dicabut.

Paulus mengalami beban terus menerus yang ia sebut duri dalam daging, begitu menyakitkan bagi Paulus sehingga ia meminta kepada Tuhan dalam tiga kesempatan yang berbeda agar duri tersebut menyingkirkan dari hidupnya.


Akhirnya Paulus menyadari duri dalam daging membantunya agar dia menjaga perspektif RENDAH HATI dan SALEH, bila saja kita mengalami hal yang sama bersyukurlah kepada Tuhan.

Jumat, 10 April 2015

DUNIAKU BUKAN PANGKAT


Duniaku bukan pangkat dan gaji dan kecurangan. Duniaku bumi dan manusia dengan persoalannya »pramoedya ananta tour«

Mazmur 144: 15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!

Kenapa manusia penuh persoalan? sebab manusia ingin berhasil dan berbahagia! hanya sayangnya manusia sering keliru dalam mengejarnya, yang dikejar adalah pangkat dan hasil, tidak perduli dengan cara apapun asal bisa didapat! semua itu dilakukan.

Ketika kita mencari kebenaran, kita akan menjadi orang-orang yang bahagia, karena keinginan kita sejalan dengan kehendak Allah, dan kebenaran itu hanya ada didalam Yesus Kristus.


2 Korintus 5:17 Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Rabu, 08 April 2015

Yesus dan Beelzebul, Matius 12:22-30

karyadim642.blogspot.com
22  Then one was brought to Him who was demon-possessed, blind and mute; and He healed him, so that the blind and mute man both spoke and saw.
23  And all the multitudes were amazed and said, "Could this be the Son of David?"
24  Now when the Pharisees heard it they said, "This fellow does not cast out demons except by Beelzebub, the ruler of the demons."
25  But Jesus knew their thoughts, and said to them: "Every kingdom divided against itself is brought to desolation, and every city or house divided against itself will not stand.
26  If Satan casts out Satan, he is divided against himself. How then will his kingdom stand?
27  And if I cast out demons by Beelzebub, by whom do your sons cast them out? Therefore they shall be your judges.
28  But if I cast out demons by the Spirit of God, surely the kingdom of God has come upon you.
29  Or how can one enter a strong man's house and plunder his goods, unless he first binds the strong man? And then he will plunder his house.
30  He who is not with Me is against Me, and he who does not gather with Me scatters abroad.

22 Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.
23 Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: "Ia ini agaknya Anak Daud."
24 Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan."
25 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.
26 Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?
27 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
28 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
29 Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu.
30 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan

Kalau kita menyangka Iblis itu yang ditulis dalam bahasa inggris/Ibrani Satan yang artinya musuh atau lawan, atau juga disebut dalam bahasa inggris Devil (DIABOLOS) Matius 4:1; Matius 4:5; Matius 4:8; Matius 4:11; Matius 13:39; Matius 25:41.
Adalah iblis yang telah kalah dan tidak ada kuasa lagi untuk melawan saudara dan saya, itu adalah hal yang kurang tepat dan sangat berbahaya untuk kita orang percaya, iblis itu nyata dan merupakan lawan yang sangat kuat dan mematikan.
Berhadapan dengan iblis kita tidak akan pernah mampu memenangkan bahkan satu pertempuranpun jika bukan karena Darah Yesus dan Yesus tinggal didalam kita, maka kita tidak akan punya peluang untuk menang menghadapi Iblis.

Didalam ayat 22-23 :
1)   Yesus menyembuhkan orang bisu / buta (karena kerasukan setan). Ini menyebabkan orang banyak mulai menduga bahwa Ia adalah Mesias (Anak Daud = Mesias).

Dari mana mereka bisa menduga seperti itu? Karena mereka tahu dalam Taurat. Dalam Yesaya 35:5-6 dikatakan bahwa Mesias akan melakukan hal-hal itu. Di sini kita melihat betapa besar keuntungan orang yang mengerti Kitab Suci / Firman Tuhan. Karena itu kita harus rajin dan tekun dalam belajar Kitab Suci!

Yang harus kita ketahui tidak semua penyakit karena roh jahat
      Contoh : orang lumpuh selama 38 tahun, sedang menunggu di tepi kolam tidak disebutkan penyakitnya karrena iblis. Yohanes 9 seorang buta sejak lahir. Dan lain-lain.
      Tetapi seperti ayat diatas orang bisu dan tuli ini karena roh jahat. Jelas ini karena roh jahat

2)   Tuduhan orang-orang Farisi (ayat 24):
Kata-kata ini jelas keluar karena iri hati (Matius 27;18). Mereka takut orang banyak itu tidak mengikuti mereka lagi. Alangkah berbedanya mereka ini dengan Yohanes Pembaptis (Yohanes 3:26-30)

Dari penyembuhan orang buta / bisu itu, orang awampun bisa menduga bahwa Yesus adalah Mesias (ayat 22-23). Jelas bahwa orang-orang Farisipun tahu tentang hal ini, tetapi yang mereka ucapkan adalah ayat 24. Jadi, ini menunjukkan bahwa mereka berdosa dengan sengaja.

3)   Jawaban Yesus:

a)   Tuduhan orang-orang Farisi itu tidak masuk akal. Mengapa? Karena setan tidak mungkin perang melawan setan (ayat 25-26).

Memang setan bisa berpura-pura perang melawan setan (misalnya dukun menyembuhkan orang yang disantet), dengan tujuan mendapat lebih banyak pengikut. Tetapi tidak mungkin mereka betul-betul berperang satu sama lain. Pada waktu Yesus mengusir setan, setan tidak mendapat untung apa-apa. Jadi, ini bukan pura-pura perang, tetapi betul-betul perang. Karena itu tidak mungkin Yesus mengusir dengan kuasa setan.

b)   Menganggap orang-orang Farisi tidak konsisten (ayat 27).

Rupa-rupanya pada jaman itu ada orang-orang Yahudi yang menjadi pengusir setan (lihat Matius 7:22;  Markus 9:38;  Kisah 19:13-14) dan orang-orang Farisi mengakui bahwa orang-orang itu mengusir setan dengan kuasa Allah. Tetapi waktu mereka melihat Yesus melakukan hal yang serupa, mereka menganggap Yesus mengusir setan dengan kuasa setan. Ini sikap yang tidak konsisten! ‘Merekalah yang menjadi hakimmu’ (ayat 27), artinya: merekalah yang menyatakan bahwa engkau salah.

c)   Yesus menyatakan bahwa Ia mengusir setan dengan kuasa Roh Kudus (ayat 28-29).
      Iblis adalah makhluk yang memiliki kuasa serta kecerdasan yang sangat hebat, dan jika anda tidak percaya akan keberadaan iblis itu adalah karena anda masih belum masuk ke dalam pekerjaan Tuhan dan apabila secara serius bekerja diladang Tuhan anda akan berhadapan dengan Iblis dalam beberapa kesempatan.
      Dalam salah satu prinsip Peperangan anda harus tahu keadaan anda dan keadaan musuh, baik kekuatan maupun kelemahannya, memandang rendah lawan adalah hal yang fatal, demikian juga terlalu memandang tinggi kemampuan lawan juga sangat fatal.
      Iblis dapat menyerang secara langsung atau melalui antek-anteknya yaitu para roh jahat (iblis banyak pasukan/anak buah dan mereka semua adalah bala tentaranya).
      Jadi jangan menganggap iblis itu mudah dikalahkan semudah anda membalik tangan, memang benar bahwa iblis telah dikalahkan 2.000 tahun yang lalu waktu Yesus mati dikayu salib, tapi kalau anda sendiri tidak sungguh-sungguh percaya kuasa darah Yesus dan Roh Kudus ada didalam saudara, saudara akan kaget ketika si iblis akan mengalahkan saudara. (lihat 1 Petrus 5:8), Makanya perlunya kita melakukan Efesus 6 “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Tuhan, dan bertahanlah”.

d)   Yesus memberi peringatan (ayat 30).

v  Yang tidak pro Yesus = anti Yesus. Apalagi orang-orang Farisi yang begitu menentang Yesus!
v  Yang tidak mengumpulkan = mencerai-beraikan. Apalagi orang-orang Farisi yang terang-terangan menghalangi pekerjaan Yesus!

Bekasi, 8 April 2015

Karyadim642.blogspot.com

A House Divided
(Mark 3:20-27; Luke 11:14-23)
22 Τότε  προσηνέχθη  ατ  δαιμονιζόμενος  τυφλς  κα  κωφός•  κα  θεράπευσεν  ατόν,  στε  τν  κωφν  λαλεν  κα  βλέπειν. 
23 κα  ξίσταντο  πάντες  ο  χλοι  κα  λεγον  Μήτι  οτός  στιν    υἱὸς  Δαυίδ*; 
24 ο  δ  Φαρισαοι  κούσαντες  επον  Οτος  οκ  κβάλλει  τ  δαιμόνια  ε  μ  ν  τ  Βεελζεβολ  ρχοντι  τν  δαιμονίων.
25 εδς  δ  τς  νθυμήσεις  ατν  επεν  ατος  Πσα  βασιλεία  μερισθεσα  καθ’  αυτς  ρημοται,  κα  πσα  πόλις    οκία  μερισθεσα  καθ’  αυτς  ο  σταθήσεται. 
26 κα  ε    Σατανς  τν  Σατανν  κβάλλει,  φ’  αυτν  μερίσθη•  πς  ον  σταθήσεται    βασιλεία  ατο
27 κα  ε  γ  ν  Βεελζεβολ  κβάλλω  τ  δαιμόνια,  ο  υο  μν  ν  τίνι  κβάλλουσιν;  δι  τοτο  ατο  κριτα  σονται  μν. 
28 ε  δ  ν  Πνεύματι  Θεο  γ  κβάλλω  τ  δαιμόνια,  ρα  φθασεν  φ’  μς    βασιλεία  το  Θεο
29   πς  δύναταί  τις  εσελθεν  ες  τν  οκίαν  το  σχυρο  κα  τ  σκεύη  ατο  ρπάσαι,  ἐὰν  μ  πρτον  δήσ  τν  σχυρόν,  κα  τότε  τν  οκίαν  ατο  διαρπάσει;
30   μ  ν  μετ’  μο  κατ’  μο  στιν,  κα    μ  συνάγων  μετ’  μο  σκορπίζει.

He heals a man possessed that was blind and mute;
22 tote  prosēnenkan  autō  daimonizomenon  tuphlon  kai  kōphon,  kai  etherapeusen  auton,  ōste  ton  kōphon  lalein  kai  blepein. 
23 kai  existanto  pantes  oi  ochloi  kai  elegon·  mēti  outos  estin  o  uios  dauid;
24 oi  de  pharisaioi  akousantes  eipon  outos  ouk  ekballei  ta  daimonia  ei  mē  en  tō  beelzeboul  archonti  tōn  daimoniōn. 
25 eidōs  de  tas  enthumēseis  autōn  eipen  autois  pasa  basileia  meristheisa  kath  eautēs  erēmoutai  kai  pasa  polis  ē  oikia  meristheisa  kath  eautēs  ou  stathēsetai. 
26 kai  ei  o  satanas  ton  satanan  ekballei,  eph  eauton  emeristhē·  pōs  oun  stathēsetai  ē  basileia  autou; 
27 kai  ei  egō  en  beelzeboul  ekballō  ta  daimonia,  oi  uioi  umōn  en  tini  ekballousin;  dia  touto  autoi  kritai  esontai  umōn. 
28 ei  de  en  pneumati  theou  egō  ekballō  ta  daimonia  ara  ephthasen  eph  umas  ē  basileia  tou  theou. 
29 ē  pōs  dunatai  tis  eiselthein  eis  tēn  oikian  tou  ischurou  kai  ta  skeuē  autou  arpasai,  ean  mē  prōton  dēsē  ton  ischuron;  kai  tote  tēn  oikian  autou  diarpasei. 
30 o  mē  ōn  met  emou  kat  emou  estin,  kai  o  mē  sunagōn  met  emou  sk