Rabu, 27 Februari 2013

NAFSU/DESIRE (ZINAH) - Matius 5:27-30

Matius 5:27-30
  27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
  28  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

27  κούσατε  τι  ρρέθη·  ο  μοιχεύσεις.  
28  γ  δ  λέγω  μν  τι  πς   βλέπων  γυνακα  πρς  τ  πιθυμσαι  ατν  δη  μοίχευσεν  ατν  ν  τ καρδί  ατο.  
29  ε  δ    φθαλμός  σου    δεξις  σκανδαλίζει  σε  ξελε  ατν κα  βάλε  π  σο· συμφέρει  γάρ  σοι  να  πόληται  ν  τν  μελν  σου  κα  μ λον  τ  σμα  σου  βληθ  ες  γέενναν.  
30  κα  ε    δεξιά  σου  χερ  σκανδαλίζει σε,  κκοψον  ατν  κα  βάλε  π  σο·  συμφέρει  γάρ  σοι  να  πόληται  ν  τν μελν  σου  κα  μ  λον  τ  σμα  σου  ες  γέενναν  πέλθ. 

Dari ayat diatas jelas terlihat betapa Tuhan Yesus ingin memberi pengertian tentang Dosa Zinah yang dibenci dan dilarang bukan saja dari segi kehidupan yang riil saja seperti yang tertulis didalam Kitab Keluaran 20:14 “Jangan Berzinah”  dan hukumannya adalah di Kitab Imamat 20:10 “Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu”.

Tuhan Yesus bukan menyalahkan hukum Taurat tapi tafsirnya yang kurang tepat itu yang diluruskan karena perzinahan baru dianggap terjadi kalau betul-betul terjadi perzinahan fisik. Sedangkan menurut Tuhan Yesus bukan hanya tindakan terlarang/berzinahnya saja yang dilarang Tuhan Yesus tetapi juga pikiran yang terlarang dengan meliarkannya untuk melihat hal yang tidak benar merupakan kesalahan yang sangat besar dihadapan Tuhan.

Nah yang Tuhan Yesus maksudkan bukan nafsu wajar dan alami yang menjadi instink dan hakekat manusia, tetapi yang terkutuk adalah orang yang memandang wanita dengan keinginan hati yang sengaja untuk memuaskan nafsunya. Contohnya sederhana : perkataan, bercanda kotor/porno/erotis, ini yang harus dihindarkan.

Efesus 4:29 - “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia”
Efesus 5:3-4 - “Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono - karena hal-hal ini tidak pantas - tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur”

Dunia memang memberi fasilitas untuk ini dan dengan sengaja dibuat dan dipakai untuk membangkitkan nafsu jahatnya.
Nah sekarang bagaimana kita membebaskan diri kita dari nafsu-nafsu dan pikiran-pikiran kotor?
a.  Kolose 3:5 - “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala”
Nah yang paling tepat adalah dengan mengisi kehidupan dengan tindakan pelayanan kepada sesama atau tindakan positif lainnya yang membuat kita tidak memusatkan perhatian kepada diri sendiri, inilah obat yang manjur lakukanlah perbuatan nyata yang baik. Dan isilah pikiran kita dengan pikiran-pikiran dan angan-angan yang baik.
Filipi 4:8 - Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu
b.     Matius 5:29.Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka”.
Artinya menjauhkan diri kita dari Godaan dan pencobaan yang memang kita tahu bahwa itu tidak benar dan kelemahan kita, contoh Alkitab yang saya anggap cukup tepat adalah dalam peristiwa Yusuf di Kejadian 29:7-12. Bagaimana caranya Yusuf untuk tidak melakukan dosa perzinahan.

John Stott: “A few Christian, whose zeal greatly exceeded their wisdom, have taken Jesus au pied de la lettre and mutilated themselves. Perhaps the best-known example is the third-century scholar, Origen of Alexandria. He went to extremes of asceticism, renouncing possessions, food and even sleep, and in an over-literal interpretation of this passage and of Matthew 19:12 actually made himself a eunuch. Not long after, in AD 325, the Council of Nicea was right to forbid this barbarous practice” (= Beberapa orang kristen, yang semangatnya jauh melebihi hikmatnya, mengartikan kata-kata Yesus secara hurufiah dan membuntungi dirinya sendiri. Mungkin contoh yang paling terkenal adalah ahli teologia abad ketiga, Origen dari Alexandria. Ia memasuki ke-extrim-an dari pertapaan, meninggalkan/membuang semua miliknya, makanan dan bahkan tidur, dan dalam suatu penafsiran yang kelewat hurufiah dari text ini dan Matius 19:12, ia betul-betul membuat dirinya seorang sida-sida/orang yang dikebiri. Tidak lama setelahnya, dalam tahun 325 M., sidang gereja di kota Nicea dengan benar melarang praktek kejam / biadab ini) - ‘The Message of the Sermon on the Mount’, hal 89.

Kiranya dengan firman Tuhan hari ini yang kita baca dan dengan penjelasan yang ringkas ini dapat diterima dan dimengerti dengan baik, supaya hidup kita dapat berkenan kepada Tuhan Yesus Kristus.

Bekasi, 27 Pebruari 2013

Karyadim642.blogspot.com

Adultery in the Heart
27.  "You have heard that it was said to those of old, 'You shall not commit adultery.
28.  But I say to you that whoever looks at a woman to lust for her has already committed adultery 
     with her in his heart.
29.  If your right eye causes you to sin, pluck it out and cast it from you; for it is more profitable for 
     you that one of your members perish, than for your whole body to be cast into hell.
30  And if your right hand causes you to sin, cut it off and cast it from you; for it is more profitable 
     for you that one of your members perish, than for your whole body to be cast into hell.

to commit adultery;
27  ēkousate  oti  errethē·  ou  moicheuseis.
28  egō  de  legō  umin  oti  pas  o  blepōn gunaika  pros  to  epithumēsai  
      autēn   ēdē  emoicheusen  autēn  en    kardia  autou. 
29  ei de o ophthalmos sou o dexios skandalizei se exele auton kai bale
      apo  sou· sumpherei  gar  soi  ina  apolētai  en  tōn  melōn  sou  kai  
      mē  olon to  sōma  sou  blēthē eis  geennan.
30  kai  ei  ē  dexia  sou  cheir  skandalizei  se,  ekkopson  autēn  kai  bale 
      apo  sou· sumpherei  gar  soi  ina  apolētai  en  tōn  melōn  sou  kai    
      olon  to  sōma sou  eis  geennan  apelthē.

Bekasi, 27 Pebruari 2013.


Karyadim642.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar