Kamis, 14 Februari 2013

Mengampuni dan Menyembuhkan - Matius 9:1-8

karyadim642.blogspot.com

Matius 9:1-8; Markus 2:1-12; Lukas 5:17-26
1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
7 Dan orang itupun bangun lalu pulang.
8 Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.

Jesus heals a paralytic
1        Καὶ  ἐμβὰς  εἰς  πλοῖον  διεπέρασεν  καὶ  ἦλθεν  εἰς  τὴν  ἰδίαν  πόλιν. 
2        καὶ  ἰδοὺ  προσέφερον  αὐτῷ  παραλυτικὸν  ἐπὶ  κλίνης  βεβλημένον.  καὶ  ἰδὼν  ὁ  Ἰησοῦς  τὴν  πίστιν  αὐτῶν  εἶπεν  τῷ  παραλυτικῷ·  θάρσει  τέκνον,  ἀφίενται  σου  αἱ  ἁμαρτίαι. 
3        καὶ  ἰδοὺ  τινες  τῶν  γραμματέων  εἶπαν  ἐν  ἑαυτοῖς  οὗτος  βλασφημεῖ. 
4        καὶ  εἰδὼς  ὁ  Ἰησοῦς  τὰς  ἐνθυμήσεις  αὐτῶν  εἶπεν·  ἱνατί  ἐνθυμεῖσθε  πονηρὰ  ἐν  ταῖς  καρδίαις  ὑμῶν; 
5        τί  γάρ  ἐστιν  εὐκοπώτερον  εἰπεῖν·  ἀφίενται  σου  αἱ  ἁμαρτίαι,  ἢ  εἰπεῖν  ἔγειρε  καὶ  περιπάτει; 
6        ἵνα  δὲ  εἰδῆτε  ὅτι  ἐξουσίαν  ἔχει  ὁ  υἱὸς  τοῦ  ἀνθρώπου  ἐπὶ  τῆς  γῆς  ἀφιέναι  ἁμαρτίας-  τότε  λέγει  τῷ  παραλυτικῷ  Ἔγειρε  ἀρόν  σου  την  κλίνην  καὶ  ὕπαγε  εἰς  τὸν  οἶκον  σου. 
7        καὶ  ἐγερθεὶς  ἀπῆλθεν  εἰς  τὸν  οἶκον  αὐτοῦ. 
8        ἰδόντες  δὲ  οἱ  ὄχλοι  ἐφοβήθησαν  καὶ  ἐδόξασαν  τὸν  θεὸν  τὸν  δόντα  ἐξουσίαν  τοιαύτην  τοῖς  ἀνθρώποις.

Dari perikop diatas saya mendapatkan pengertian yang begitu indah tentang kasih Tuhan terhadap manusia yang berdosa ini. Dan ada beberapa hal yang menarik yang saya dapatkan yaitu :

1.     UNITY. Di ayat 2,
dikatakan dibawa oranglah kepadanya orang lumpuh itu.
Siapakah sipembawa orang lumpuh itu, kalau kita lihat di Markus 2:1-12 dan Lukas 5:17-26 Ternyata lebih terang lagi penjelasannya, yaitu ternyata dia dibawa orang banyak dengan digotong oleh 4 orang, saya percaya orang lumpuh ini pasti digotong oleh orang-orang yang dikenal baik dan punya hubungan yang baik dan dapat saya katakan mereka adalah saudara-saudara dan teman-temannya, dari ayat tersebut saya melihat ada suatu teladan yang baik yang bisa kita petik dari upaya teman-temannya ini:

-     Memiliki  Tujuan yang jelas.
Membawa orang lumpuh itu kepada Tuhan Yesus.
-     Bersama-sama (Unity, kesatuan).
Dalam pelayanan dan sebuah organisasi Gereja, Unity mutlak perlu.
-     Memiliki Kasih Tuhan dalam pelayanan.
Karena kasih maka kita pasti bisa berkorban baik rohani, Jiwani, jasmani.
-     Memiliki Ketekunan.
Tanpa ketekunan pasti akan mudah putus asa, dan tidak kenal menyerah.

Karena keempat hal inilah yang menyebakan terjadinya goal yaitu Mujizat Kesembuhan.

II. Jangan Sombong, Ayat 3-6. Ahli-Ahli Taurat dan orang-orang Farisi (Lukas 5:21).
a.  Ahli-Ahli Taurat
adalah orang-orang yang membaktikan dirinya untuk mendalami Kitab Taurat dan menggali dan meneliti prinsip dasar hukum Taurat tersebut dan menghasilkan :
-     Peraturan-peraturan.
-     Ketetapan-ketetapan.
-     Ketentuan.
Dan berhasil menemukan peraturan dan ketentuan yang jumlahnya ribuan. Dan menjabarkan peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan yang ada.
b.  Orang Farisi  artinya yang di pisahkan.
Adalah orang-orang yang memisahkan dirinya dari semua kegiatan hidup yang biasa, agar dapat memelihara dan melakukan peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan tersebut.
Didalam ayat ini dijelaskan bagaimana ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ini mengkritik apa yang dikatakan dan dilakukan Tuhan Yesus. Karena menurut mereka tidak ada satu manusiapun yang dapat mengampuni dosa selain Tuhan, sehingga waktu mereka mendengar dan melihat perkataan Tuhan Yesus, mereka sangat tidak menerima, ketika Tuhan Yesus mengatakan kepada orang lumpuh itu bahwa “Dosanya sudah diampuni”.
Dan “mereka menganggap bahwa Yesus menghujat Tuhan” (Markus 2:7).

Penilain mereka tidak salah karena mereka mempunyai pandangan bahwa hanya Tuhan yang bisa mengampuni dosa, dan Yesus sekalipun dirinya hanya manusia, Yesus mengampuni dosa, itu berarti menyamakan dirinya dengan Tuhan.
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, dan menegur mereka atas pikiran mereka yang jahat itu, dan tidak Tahu bahwa Yesus itu memang Tuhan.  Dan Tuhan mau tunjukan Bahwa Ia Tuhan Dan bukan hanya melalui pengampunan dosa saja dia menyatakan dirinya Tuhan tapi melalui Mujizat yang dikerjakan-Nya.
Orang Lumpuh. Ayat 2 a.

Masalah dan penderitaan sering membawa manusia mendatangi dan mencari Tuhan untuk mendapatkan pertolongan-Nya, tetapi  Penderitaan dan masalah malah banyak membuat manusia menjauh dari-Nya.
Dan bisa jadi orang itu lumpuh karena memang dosa, makanya yang pertama kali Tuhan Yesus lakukan adalah mengampuni dosanya sebab melalui pengampunan akan ada pemulihan, yang Tuhan Pulihkan :
Ø  pertama adalah roh dan jiwanya karena itu yang terpenting dari sekedar penyembuhan fisiknya. Karena ada pepatah mengatakan Mensana in corpore sano, artinya jiwa yang sehat ada didalam tubuh yang sehat. Sebab orang yang sehat jiwanya pasti jasmani akan sehat dan itu akan membawa hal yang positif :
Jiwa yang sehat akan dapat berpikir untuk berusaha untuk mengembangkan hidupnya sehari-hari. Dan setelah jiwanya sehat.
Ø  Tubuh yang sehat dapat beraktifitas untuk menopang jiwa yang berpikir untuk mengembangkan hidupnya.
Karena sering penderitaan membuat orang bisa lumpuh secara Jiwa dan jasmani, sesuai dengan perkataan Tuhan Yesus di ayat 2b, dimana dikatakan oleh Tuhan “ketika Yesus melihat Iman mereka”  yang harus kita ketahui itu bukan hanya iman orang lumpuh itu saja tetapi oleh iman dari teman-temannya yang membawanya kepada Yesus untuk dapat disembuhkan.

Dan Tuhan hanya dapat bekerja/melakukan Mujizat terhadap orang banyak adalah saat mereka mau percaya bahwa Dia sanggup melakukan apa yang mereka inginkan Tuhan lakukan.

III. Ayat 6-7. Pengampunan dan Kesembuhan.
Mengampuni kata Ibraninya na-sa’ (disusun dari huruf-huruf Ibrani: Nun-Qames-Sin-Qames-Alef) Kata nasa’, menurut salah satu kamus, antara lain berarti: mengangkat, memikul, memaafkan, mengampuni,  membawa pergi, meletakkan, mengambil,  menyingkirkan, dan lain-lain. 
Sedangkan bahasa Yunaninya ditulis dengan kata, kharizomai yang berarti pengampunan yang diberikan dengan cuma-cuma (Roma 3:24), dengan sikap yang ramah, memberikan maaf yang iklas dan tulus. “To gratify: to bestow in kindness, grant as a free favour. To sacrifice: a person to the demands of enemies”. Kata Yunani yang kedua Aphiemi kata ini muncul sebanyak 22 kali, artinya dosa telah disingkirkan,  Hukuman Ilahi telah dihapuskan, hubungan harmonis antara Allah dan manusia yang berdosa diperbaharui.

Bagi Yesus mengampuni itu bukan perkara yang mudah, tetapi untuk ahli Taurat dan Orang Farisi hanya Tuhan yang bisa lakukan, waktu Yesus memperkatakan Dosamu sudah diampuni sebenarnya Yesus sedang mengatakan karena aku mau mengampuni maka aku harus Mati, jadi bagi Yesus pengampunan adalah hal yang tidak mudah dan untuk manusia mengampuni itu tidak terlihat, tidak ada buktinya dan Ahli Taurat serta orang Farisi dan orang banyakpun tidak bisa melihat bukti Pengampunan Dosa.
Tetapi Tuhan Yesus mau membuktikan kepada orang banyak, Ahli Taurat dan semua yang hadir, kalau dengan Mujizat mereka dapat percaya bahwa Dia adalah Tuhan maka Yesus melakukan Mujizat, maka di ayat 6b Yesus mengatakan “bangunlah, angkatlah tempat tidur dan pulanglah kerumahmu”.

Satu hal yang harus dimengerti kata mengampuni itu adalah sebuah keputusan dan ketika sikap yang penuh pengampunan terus kita terapkan, maka karakter Kristus ini akan menjadikan karakter serta gaya hidup kita sebagai orang percaya”.

Dari hal-hal penjelasan di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Yesus datang kedunia ini untuk orang sakit dan sengsara dan yang Tuhan Yesus lakukan :
Mengampuni Dosa.
Menyembuhkan penyakit.
Dari dua hal inipun dia mau membuktikan kepada orang banyak termasuk Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi bahwa Yesus adalah Tuhan, sebab tidak ada didunia ini orang dapat mengampuni dosa dan melakukan Mujizat yang dilakukan-Nya.

Bekasi, 14 Pebruari 2013


Karyadim642.blogspot.com

Jumat, 08 Februari 2013

Matius 12:9-14 - Kasih Yesus menggenapi Taurat dan Memulihkan Kehidupan

karyadim642.blogspot.com
Matius 12:9-14
9 Setelah pergi dari sana, Yesus masuk ke rumah ibadat mereka.
10 Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.
11 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya?
12 Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."
13 Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain.
14 Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.

Jesus Heals on the Sabbath (Mark 3:1-6; Luke 6:6-11)
9   Now when He had departed from there, He went into their synagogue.
10 And behold, there was a man who had a withered hand. And they asked Him, saying, "Is it lawful to heal on the Sabbath?" --- that they might accuse Him.
11  Then He said to them, "What man is there among you who has one sheep, and if it falls into a pit on the Sabbath, will not lay hold of it and lift it out?
12 Of how much more value then is a man than a sheep? Therefore it is lawful to do good on the Sabbath."
13 Then He said to the man, "Stretch out your hand." And he stretched it out, and it was restored as whole as the other.
14 Then the Pharisees went out and plotted against Him, how they might destroy Him.

Seperti yang sudah di jelaskan di tulisan sebelumnya silahkan baca (Matius 12:1-8)
Disitu di terangkan prinsip-prinsip Sabat, Yesus menegur Ahli Taurat dan orang Farisi karena memperbudak diri sendiri dan sesamanya dengan sejumlah peraturan yang menindas; Yesus meletakan prinsip agung tentang kebebasan Kristen, untuk hari Sabat juga untuk hal-hal lainya dalam kehidupan.

Tuhan buktikan tegurannya ini terhadap orang Farisi dan Ahli Taurat dengan orang yang mati sebelah tangannya, ini adalah saat yang krusial dalam kehidupan Yesus dan hasilnya permusuhan dengan ahli Taurat dan orang Farisi.

Sekalipun Tuhan Yesus sudah memberikan pengertian yang cukup logis, tentang Domba terjatuh kedalam lubang di hari Sabat yang pasti ditolong, apalagi manusia yang lebih mulia dari binatang, masak tidak boleh ditolong, tetapi mereka tetap tidak perduli, yang mereka perdulikan adalah segala tetek bengek dari hukum-hukum dan peraturan mereka.

Prinsip dasar Tuhan Yesus ialah bahwa tidak ada waktu yang terlalu suci sehingga tidak dapat dipakai untuk menolong sesame yang sedang membutuhkan

Tetapi mereka Ahli Taurat dan orang Farisi tidak dapat memberi jawaban, maka Yesus menyembuhkan orang itu, dan kesembuhan yang Tuhan Yesus berikan itu juga memulihkan kehidupan dari si penderita sebagai berikut :
a.    Ia memulihkan kesehatan kembali.
b.    Karena sudah sembuh maka dia dapat bekerja kembali.
c.    Karena sudah sembuh dan bekerja kembali, maka Harga diri orang sakit itu juga dipulihkan.

Seseorang menjadi manusia kembali ketika diatas kakinya dan dengan kedua tangannya, ia dapat menghadapi kehidupan dan dengan kemandiriannya ia memenuhi kebutuhannya sendiri, serta kebutuhan orang lain yang bergantung padanya.

Karyadim642.bogspot.com

Bekasi, tanggal 8 Pebruari 2013

Jesus Heals on the Sabbath
(Mark 3:1-6; Luke 6:6-11)
9     Κα  μεταβς  κεθεν  λθεν  ες  τν  συναγωγν  ατν. 
10 κα  δο  νθρωπος  χερα  χων  ξηράν·  κα  πηρώτησαν  ατν  λέγοντες  Ε  ξεστιν  τος  σάββασιν  θεραπεσαι;  να  κατηγορήσωσιν  ατο
11   δ  επεν  ατος  Τίς  σται  ξ  μν  νθρωπος  ς  ξει  πρόβατον  ν,  κα  ἐὰν  μπέσ  τοτο  τος  σάββασιν  ες  βόθυνον,  οχ  κρατήσει  ατ  κα  γερε;  12 πόσ  ον  διαφέρει  νθρωπος  προβάτου.  στε  ξεστιν  τος  σάββασιν  καλς  ποιεν. 
13 τότε  λέγει  τ  νθρώπ  κτεινόν  σου  τν  χερα.  κα  ξέτεινεν,  κα  πεκατεστάθη  γις  ς    λλη. 
14 ξελθόντες  δ  ο  Φαρισαοι  συμβούλιον  λαβον  κατ’  ατο  πως  ατν  πολέσωσιν.

9 kai  metabas  ekeithen  ēlthen  eis  tēn  sunagōgēn  autōn· 
10 kai  idou  anthrōpos  cheira  echōn  xēran.  kai  epērōtēsan  auton  legontes·  ei  exestin  tois  sabbasin  therapeuein;  ina  katēgorēsōsin  autou. 
11 o  de  eipen  autois·  tis  estai  ex  umōn  anthrōpos  os  exei  probaton  en  kai  ean  empesē  touto  tois  sabbasin  eis  bothunon,  ouchi  kratēsei  auto  kai  egerei; 
12 posō  oun  diapherei  anthrōpos  probatou.  ōste  exestin  tois  sabbasin  kalōs  poiein.
13 tote  legei  tō  anthrōpō·  ekteinon  sou  tēn  cheira.  kai  exeteinen  kai  apekatestathē  ugiēs  ōs  ē  allē. 

14 exelthontes  de  oi  pharisaioi  sumboulion  elabon  kat  autou  opōs  auton  apolesōsin.