Jumat, 19 Juli 2013

Matius 5:8, Kesucian Hati dapat melihat Tuhan


Matius 5:8
-            “Berbahagialah orang yang Suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”
-            Blessed are the pure in heart. For they shall see God. (NKJV)
-            Blessed (happy, enviably fortunate, and spiritually prosperous--possessing the happiness produced by the experience of God's favor and especially conditioned by the revelation of His grace, regardless of their outward conditions) are the pure in heart, for they shall see God! (Amplified Bible).
-            μακάριοι  οἱ  καθαροὶ  τῇ  καρδίᾳ, 
      ὅτι  αὐτοὶ  τὸν  θεὸν  ὄψονται. 
       makarioi  oi  katharoi    kardia,
     oti  autoi  ton  theon  opsontai.

I.   Makna Hati yang murni.
Dari penjelasan ayat diatas ada dua hal yang penting dari ayat diatas yaitu
1.     KATHAROI = Bersih/suci.
2.    THEON OPSONTAI = Melihat Tuhan

1.     KATHAROI. (bersih, tidak tercampur)
Artinya bersih. Tidak tercampur, tidak mengandung benda lain, sama sekali murni, Contoh kata :
a.      Baju yang kotor dicuci sampai bersih.
b.     Gandum yang dibersihkan dengan tiupan angin.
c.      Tentara terpilih (efisien, pemberani, berdedikasi, pengalaman).

Kata ini sering disebut kata sifat (AKERATOS), artinya untuk susu murni, anggur murni, emas murni.
Suci Hati atau hati yang murni adalah suatu kualitas yang dimiliki seseorang, yang berhubungan dengan pikiran, motifasi dan niat.
Jadi bukanlah hanya melakukan apa yang benar tetapi melakukannya disertai pertimbangan yang benar.
Sering kita dalam bersikap dan bertindak ingin dipuji ketika bekerja berhasil, menonjolkan diri, menyenangkan diri.

2.    THEON OPSONTAI (Melihat Allah).
Orang  yang biasa memperhatikan sesuatu contoh :
Ø  Melihat Bintang-bintang adalah orang ahli perbintangan, Para Pelaut.
Ø  Tumbuhan dipadang/dihutan. Dilihat/diselidiki oleh :
-          Ahli Botani : dapat menyebut nama-nama tumbuhan, tumbuhan langka.
-          Ahli Herbal : Pohon jadi obat.
Ø  Melihat kekurangan orang/kelebihan orang disebut pemerhati. Dll

II.  Bagaimana kita memiliki Kesucian Hati
                                                                                                                        .
  1. Keterbukaan.
     Mazmur 139:23; Yeremia 17:9.
 - Motive
 - Methode
 - Mutu
  1. Keintiman.
    Mazmur 17:15

Akibat dari kita memiliki kesucian hati inilah dampaknya :       
  1. Pengurapan dalam Pelayanan.
    Yakub 1:27
  1. Pengenalan akan Tuhan.
    Mazmur 25:1
    Campur tangan Allah yang nyata dalam kehidupan kita.

Bekasi, 19 Juli 2013-07-19



Karyadim642.blogspot.com

Kamis, 18 Juli 2013

Matius 4:18-22, Panggilan untuk Penjala ikan


18. And Jesus, walking by the Sea of Galilee, saw two brothers, Simon called Peter, and Andrew his brother, casting a net into the sea; for they were fishermen.
19. Then He said to them, "Follow Me, and I will make you fishers of men."
20. They immediately left their nets and followed Him.
21.  Going on from there, He saw two other brothers, James the son of Zebedee, and John his brother, in the boat with Zebedee their father, mending their nets. He called them,

22.   and immediately they left the boat and their father, and followed Him.

Danau GALILEA
Lukas menyebut Danau Galilea. (Limne)
Matius menyebut Laut Galilea (Talasa)
Jarak Danau Galilea,  Panjang = 20 km, Lebar = 12 km, lebar disebelah Utara dan sempit di sebelah selatan. Ketinggian 220 m dibawah permukaan laut.

Danau ini sering dijadikan tempat menangkap ikan, dan ada 3 cara untuk menangkap ikan :
1.     Dengan Kail.
2.    Dengan Jala (amphiblestron) dipakai satu orang.
3.    Dengan Jaring (sagene) dengan dua kapal yang didayung melingkar (perumpamaan Penangkap ikan)

Murid-murid dipanggil Yesus :

Ø   Diperkirakan mereka sudah kenal Yesus.
Ø   Sebagian sudah menjadi murid-murid Yohanes (Yohanes 1:35)
Ø   Bukan orang yang terpelajar, kaya, terhormat.
Ø   Bukan orang miskin.
Ø   Tidak memiliki masa depan yang baik.

Nelayan yang baik pasti memiliki kecakapan-kecakapan dibidangnya :
1.     Kesabaran. (menunggu ikan memakan umpan)
Pelayanannya juga butuh kesabaran (ngajar, khotbah, dll)

2.    Daya Tahan yang baik.
Pelayanan itut tidak mudah putus asa, mencoba dan mencoba.

3.    Memiliki mata yang tajam untuk melihat saat yang tepat.
Nelayan yang baik tahu apakah:
-      Menghasilkan atau tidak.
-      Kapan harus menebarkan jala.
-      Kapan harus tidak turun ke Laut.
Pelayan tuhan yang tahu :
Ada saat tepat, menerima, menolak, acuh tak acuh, bahkan ada yang mengeraskan hati.

4.    Ada umpan yang tepat dan benar untuk ikan.
Pelayan Tuhan yang baik :
-      tidak akan melakukan pelayanan yang sama dengan semua orang.
-      Sadar akan keterbatasan diri (tahu dan mengakui orang lain).

5.    Nelayan yang baik tidak menonjolkan diri.
Pelayan Tuhan yang baik akan mengedepankan Yesus, bukan diri sendiri.

Bekasi, 18 Juli 2013


Karyadim642.blogspot.com

ΜΑΤΘΑΙΟΝ 4
18   Περιπατν  δε͂  παρ  τν  θάλασσαν  τς  Γαλιλαίας  εδεν  δύο  δελφούς, Σίμωνα  τν  λεγόμενον  Πέτρον  κα  νδρέαν  τν  δελφν  ατο  βάλλοντας μφίβληστρον  ες  τν  θάλασσαν  σαν  γρ  λιες.
18   peripatōn  de  para  tēn  thalassan  tēs  galilaias  eiden  duo  adelphous,  simōna ton  legomenon  petron  kai  andrean  ton  adelphon  autou  ballontas  amphiblēstron eis  tēn  thalassan  ēsan  gar  alieis.

19   κα  λέγει  ατος  δετε πίσω  μου,  κα  ποιήσω  μς  λιες  νθρώπων.
19   kai  legei  autois  deute  opisō  mou,  kai  poiēsō umas  alieis  anthrōpōn.