Kamis, 02 April 2015

HATINYA TUHAN


Berbahagialah orang yang telah memutuskan rantai yang menyakiti hatinya dan berhenti merisaukannya. »Ovidius«

Yunus 4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia. 2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. 3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup. "

Sangat sulit melayani Tuhan dengan hati yang tulus murni, begitu banyak ganjalan yang menyakitkan dan merisaukan hati kita, pergumulan demi pergumulan, suka dan tidak suka, setuju dan tidak setuju datang silih berganti.

Seandainya hati Tuhan ada dalam hati kita, maka kita akan menjadi lebih mudah untuk menerima siapapun juga, walau orang jahat sekalipun.

Kisah Yunus menggambarkan keadaan kita yang sesungguhnya, like this like selalu terjadi dalam gereja Tuhan, sesama pelayan Tuhan kurang cocok bahkan ada yang sampai bertengkar dan bermusuhan.

Katanya kita sudah bertobat dan menerima kasih Tuhan, tetapi tetap saja kita marah dan kurang senang bila ada orang yang diuntungkan karena pertobatannya, tanpa sadar sifat SMS merasuk hati kita ( Senang Melihat orang Susah, Susah Melihat orang Senang )


Bila kita belum mengerti, berdoalah: Tuhan ampuni saya, bila saya sudah seperti Yunus, yang hanya mau melayani orang orang yang saya sukai, bukan yang ENGKAU sukai, terima kasih Tuhan bila ENGKAU sudah memproses saya seperti Yunus, masuk kedalam perut ikan, melalui penolakan bahkan tidak dihargai dan diremehkan, ajar saya untuk memiliki hati seperti hatiMu, agar saya sungguh sungguh mengerti rencanaMu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar