Kamis, 22 Januari 2015

TIDAK INGIN BERUBAH, Matius 11:16-19

karyadim642.blogspot.com

Matius 11:16-19, Lukas 7:31-35
16 "But to what shall I liken this generation? It is like children sitting in the marketplaces and calling to their companions,
17 and saying: ' We played the flute for you, And you did not dance; We mourned to you, And you did not lament.'
18 For John came neither eating nor drinking, and they say, 'He has a demon.'
19 The Son of Man came eating and drinking, and they say, 'Look, a glutton and a winebibber, a friend of tax collectors and sinners!' But wisdom is justified by her children."

16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:
17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."

Dalam ayat 16-17 Yesus memberikan suatu perumpamaan. Perumpamaan itu tentang dua grup anak, dimana grup ke-1 mengajak bermain tapi grup ke-2 tidak mau.

a.  Kelompok 1 mengajak bermain dengan meniup seruling, tetapi grup ke-2 tidak menari.
b.  Kelompok 1 mengajak bermain dengan bernyanyi kidung duka/perkabungan (sesuatu yang kontras dengan ajakan yang pertama ), tetapi grup ke-2 tidak berkabung/berduka dan lagi-lagi tidak mau .

Grup ke-2 yang tidak responsive ini persis seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.
v  Pada waktu Yohanes Pembaptis datang ia tidak makan dan tidak minum (ayat 18a).
Artinya Yohanes Pembaptis makan / minum hal-hal tertentu saja (Lukas 7:33;  Matius 3:4). Tanggapan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat ia kerasukan setan (ayat 18b).
v  Waktu Yesus datang, Ia datang dengan cara yang kontras dengan Yohanes Pembaptis. Ia makan dan minum (ayat 19a ).

Artinya Yesus makan dan minum seperti orang biasa. Tanggapan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat: Ia pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang-orang berdosa (ayat 19b).

Jadi memang Yohanes Pembaptis kontras dengan Yesus, tetapi orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak kedua-duanya.

Pencerahan dari hal ini dalam kehidupan masa kini adalah sebagai berikut :
a.    Hamba Tuhan selalu serba salah.
Hidup seperti Yohanes Pembaptis salah, hidup seperti Yesus (kontrasnya) juga salah. Setiap orang kristen yang sungguh-sungguh (apalagi seorang hamba Tuhan), harus siap untuk ‘selalu disalahkan’! Kita harus belajar menulikan telinga kita terhadap kritik-kritik yang tidak berdasar (ini tidak berarti bahwa kita harus menolak seadanya kritik!).
b.    Ketika orang tidak ingin mendengarkan kebenaran, mereka dengan mudah menemukan alasan untuk tidak mendengarkannya.

Contoh alasan yang sering dipakai untuk menolak FirmanTuhan:
*   Khotbah terlalu panjang atau terlalu pendek.
*   Khotbah terlalu gampang atau terlalu sukar.
*   Khotbah terlalu lunak atau terlalu keras.
*   dan sebagainya.

Ayat 19b: ‘Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya’.
Kata ‘nya’ menunjuk pada ‘hikmat Allah’.

Apa arti hikmat ini? Lihat Lukas 7:35 - ‘semua orang yang menerimanya’ [Lit: ‘by all her children’ (= oleh semua anak-anakNya)]. Artinya: sekalipun orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat mempunyai alasan-alasan untuk menolak Firman Tuhan yang diberitakan oleh Yohanes Pembaptis atau Yesus, tetapi kebenaran dari Firman Tuhan (hikmat Allah) itu terbukti dari orang-orang yang mau menerima Firman Tuhan itu dan melakukannya dalam kehidupan (misalnya: hidup mereka yang berubah, dan sebagainya).

Keputusan terakhir tidak terletak pada para pengkritik yang lekas naik darah dan jahat,tetapi dari peristiwa/hasilnya :

Yohanes telah menggerakan hati manusia kepada Tuhan. Yesus membawa orang kepadanya untuk ada didalam Dia dan orang menemukan hidup baru, kekuatan baru, menemukan jalan baru untuk memghampiri Tuhan dan keselamatan kekal.


Bekasi, tgl. 22 Januari 2015
Karyadim642.blogspot.com

16 Τίνι  δὲ  ὁμοιώσω  τὴν  γενεὰν  ταύτην;  ὁμοία  ἐστὶν  παιδίοις  καθημένοις  ἐν  ταῖς  ἀγοραῖς  ἃ  προσφωνοῦντα  τοῖς  ἑτέροις 
17 λέγουσιν  Ηὐλήσαμεν  ὑμῖν  καὶ  οὐκ  ὠρχήσασθε•  ἐθρηνήσαμεν  καὶ  οὐκ  ἐκόψασθε• 
18 ἦλθεν  γὰρ  Ἰωάννης*  μήτε  ἐσθίων  μήτε  πίνων,  καὶ  λέγουσιν  Δαιμόνιον  ἔχει. 
19 ἦλθεν  ὁ  Υἱὸς  τοῦ  ἀνθρώπου  ἐσθίων  καὶ  πίνων,  καὶ  λέγουσιν  Ἰδοὺ  ἄνθρωπος  φάγος  καὶ  οἰνοπότης,  τελωνῶν  φίλος  καὶ  ἁμαρτωλῶν.  καὶ  ἐδικαιώθη  ἡ  σοφία  ἀπὸ  τῶν  ἔργων  αὐτῆς.19 ἦλθεν  ὁ  Υἱὸς  τοῦ  ἀνθρώπου  ἐσθίων  καὶ  πίνων,  καὶ  λέγουσιν  Ἰδοὺ  ἄνθρωπος  φάγος  καὶ  οἰνοπότης,  τελωνῶν  φίλος  καὶ  ἁμαρτωλῶν.  καὶ  ἐδικαιώθη  ἡ  σοφία  ἀπὸ  τῶν  ἔργων  αὐτῆς.
16 tini  de  omoiōsō  tēn  genean  tautēn;  omoia  estin  paidiois  kathēmenois  en  tais  agorais  a  prosphōnounta  tois  eterois 
17 legousin· ēulēsamen  umin  kai  ouk  ōrchēsasthe,
            ethrēnēsamen  kai  ouk  ekopsasthe.
18 ēlthen  gar  iōannēs  mēte  esthiōn  mēte  pinōn,  kai  legousin·  daimonion  echei.

19 ēlthen  o  uios  tou  anthrōpou  esthiōn  kai  pinōn,  kai  legousin  idou  anthrōpos  phagos  kai  oinopotēs,  telōnōn  philos  kai  amartōlōn.  kai  edikaiōthē  ē  sophia  apo  tōn  ergōn  autēs.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar