Sabtu, 05 Juli 2014

IRENAEUS

karyadim642.blogspot.com

"Tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari" bunyi Pengkhotbah 1:9. Namun ajaran-ajaran sesat yang bermunculan di dalam dan di sekitar gereja tetap saja berjalan.
Bukannya berpaling pada karya penebusan Kristus, banyak yang mencari ilmu mistik bagi keselamatan pribadi. Dalam gereja abad-abad permulaan, paham ini muncul dalam sekelompok pengikut yang menamakan dirinya Gnostik (gnosis dalam bahasa Yunani artinya "pengetahuan" ).


Sebelum Gereja didirikan, aliran semacam Gnostisisme memang sudah pernah ada. Ketika Yohanes menulis suratnya yang pertama, ia mengecam ajaran sesat ini. Namun, ajaran tersebut masih berlanjut pada abad kedua.

Kita tidak banyak mengenal Irenaeus, seorang penentang Gnostisisme pada akhir abad kedua. Mungkin ia dilahirkan di Asia Kecil lebih kurang pada tahun 125. Perdagangan yang lancar antara Asia Kecil dan Gaul (Perancis) memberi peluang bagi orang-orang Kristen untuk membawa agamanya ke Perancis, tempat mereka mendirikan sebuah gereja yang tangguh di kota Lyons.

Sebagai imam di Lyons, Irenaeus hidup sesuai namanya, yang artinya 'damai', dengan berkunjung ke Roma untuk meminta kepada uskup kelonggaran bagi kaum Montanis di Asia Kecil. Ketika itulah pembantaian orang-orang Kristen sedang marak di Lyons, dan dalam peristiwa ini uskup Lyons terbunuh.

Irenaeus diangkat menjadi uskup untuk menggantikan uskup yang terbunuh. Ketika itu terdapat banyak orang yang telah menganut Gnostisisme di Perancis. Penyebaran aliran ini sangat pesat karena kaum Gnostis menggunakan istilah orang-orang Kristen — meskipun mereka memberikan interpretasi yang berbeda secara radikal. Penyerapan istilah-istilah Kristen dengan berbagai konsep dari filsafat Yunani dan agama orang-orang Asia, sangat menggiurkan orang-orang yang "mau" percaya bahwa mereka dapat memperoleh keselamatan tanpa bergantung pada anugerah Bapa Yang Mahakuasa.

Irenaeus pun mempelajari bentuk-bentuk ajaran Gnostik. Meskipun sangat berbeda, secara umum mereka mengajarkan bahwa dunia fana ini jahat; bahwa dunia ini diciptakan dan diperintah oleh kuasa malaikat, bukan Tuhan; bahwa Tuhan berada jauh dan tidak ada hubungannya dengan dunia ini; bahwa keselamatan dapat diraih dengan mempelajari ajaran-ajaran rahasia khusus; bahwa kaum Gnostik itulah orang-orang rohani (pneumatikoi) yang lebih unggul daripada orang-orang Kristen (psychikoi) biasa. Para guru aliran Gnostik sangat mendukung pendapat ini dengan Injil Gnostiknya – buku yang biasanya membawa-bawa nama para rasul dan menggambarkan Yesus yang mengajarkan doktrin-doktrin Gnostik.

Setelah uskup Lyons itu mempelajari ajaran sesat itu, ia menulis Against Heresies, suatu karya besar yang membeberkan kebodohan "ajaran yang secara keliru disebut Gnostik". Dengan menyitir gambaran dari Perjanjian Lama dan Baru, ia membuktikan bahwa dunia diciptakan Allah yang penuh cinta kasih, yang kemudian ternoda oleh dosa-dosa manusia. Adam, manusia pertama yang tak berdosa, menjadi orang yang berdosa karena menyerah pada godaan. Tetapi kejatuhannya telah ditanggulangi oleh karya manusia tak berdosa yang kedua, yaitu Kristus, Adam baru. Tubuh tidaklah jahat. Pada hari penghakiman, tubuh dan jiwa orang-orang percaya akan diangkat, mereka akan tinggal bersama-sama Allah untuk selamanya.

Irenaeus paham bahwa ajaran Gnostik memikat kecenderungan manusiawi yang ingin mengetahui hal-hal yang belum diketahui orang lain. Tentang orang-orang Gnostik ia menulis, "Segera setelah seseorang dimenangkan, orang tersebut menjadi sombong dan merasa dirinya begitu penting, ia pun berjalan mengangkat dada dengan gaya seekor ayam jantan." Tetapi orang-orang Kristen seharusnya menerima anugerah Allah dengan rendah hati, dan tidak mengandalkan kegiatan-kegiatan intelektualnya yang akan membuat ia sombong.

Sepanjang hidupnya, Irenaeus dengan gembira mengenang perkenalannya dengan Polikarpus, yang pernah akrab dengan Rasul Yohanes. Jadi, tidaklah mengherankan bahwa ia berpegang pada keabsahan para rasul ketika ia menolak paham Gnostik. Sang uskup menegaskan bahwa para rasul mengajar di tempat-tempat umum dan tidak ada satu pun yang dirahasiakan. Di seluruh kekaisaran, Gereja-gereja berpegang pada ajaran-ajaran yang hanya disampaikan para rasul Kristus, dan hanya inilah satu-satunya dasar keyakinan.


Irenaeus menyatakan bahwa para uskup yang merupakan pelindung iman
(Kristen) adalah penerus para rasul. Dengan demikian, ia telah mengangkat martabat para uskup. Dalam bukunya Against Heresies, Irenaeus menetapkan standar bagi teologi gereja. Semua kebenaran yang kita butuhkan sudah tercantum dalam Alkitab. Ia juga membuktikan bahwa dirinya adalah seorang teolog terbesar semenjak Rasul Paulus. Argumentasinya yang tersebar luas merupakan pukulan besar bagi aliran Gnostik pada masanya.

Kamis, 03 Juli 2014

AKU MENDAPAT BUNGA HARI INI

karyadim642.blogspot.com
Aku mendapat bunga hari ini meski hari ini bukan
hari istimewa dan bukan hari ulangtahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari
ini ia mengirim aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini. Ini bukan ulangtahun
perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding
dan mulai mencekikku. Aku bangun dengan
memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali (perbuatannya) karena
ia mengirim bunga padaku hari ini.


Aku mendapat bunga hari ini, padahal hari ini
bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding
waktu-waktu yang lalu. Aku takut padanya tetapi aku takut
meningggalkannya. Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali (perbuatannya)
semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini. Hari ini adalah hari
istimewa : inilah hari pemakamanku. Ia
menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan
kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan
mendapat bunga lagi hari ini....

Ps :  Kadang perempuan terlalu lemah
dan menerima saja untuk disakiti oleh pria yg dicintainya.
Dan untuk kaum Lelaki...bersifatlah lembut
dan bijaksana..karna biar bagaimana pun...wanita
adalah MAHKOTA kita.

STOP KEKERASAN PADA PEREMPUAN!!!
"Dia adalah tiap rintik hujan yang membasahi
bumi, kecil, sedikit, tapi berarti....