Selasa, 03 Maret 2015

KEUANGAN YANG BERLIMPAH


If God bless us financially, don't increase the standard of living, but increase the standard of giving. Be generous person. »Frank Sindoro«

Ketika Tuhan memberkahi kita dalam keuangan yang berlimpah, jangan tingkatkan standar hidup kita berlebihan, tapi tingkatkanlah standar dalam memberi. Jadilah orang yang bermurah hati. »Frank Sindoro«

Markus 12:30 "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu."

Gong Xi Fat Cai, berasal dari kata Hanyu Pinyin, secara harafiah, Gong Xi berarti salam atau selamat, Fat berarti semakin, dan Cai berarti kaya atau makmur.

Jadi apabila diterjemahkan secara literal, Gong Xi Fat Cai bisa diartikan Selamat, Semoga Semakin Kaya / makmur

Ucapan salam ini cenderung menonjolkan Kekayaan sebagai tujuan, memang bagi tradisi masyarakat Tionghoa turun temurun kekayaan dijadikan hal yang terpenting dalam hidup.

Menjadi kaya adalah baik dan tidak salah, bahkan bisa dipakai untuk menunjang pekerjaan Tuhan dan memberkati orang lain yang berkekurangan, tetapi dalam hidup kita kekayaan bukanlah yang terpenting.

Tujuan hidup kita bukan mengejar kekayaan karena kekayaan bersifat tidak kekal, kejarlah yang bersifat kekal, yaitu Kristus dan pengenalan akan Dia.


Amsal 10:22 "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." 

Jumat, 27 Februari 2015

KASIH ADALAH ‘MASTER KEY’


“Love is the master key which opens the gates of happiness.” »Oliver Wendell Holmes (1809-1894)«

“Kasih adalah ‘master key’ yang dapat membuka gerbang-gerbang kebahagiaan.” »Oliver Wendell Holmes
(1809-1894)«

Amsal 3:3-4 “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.”

Tidak ada orang yang berjalan dalam kasih akan ditolak orang. Dunia kita mengalami krisis kasih dan sangat haus akan kasih yang sejati.

Kalau kita bisa melihat dengan kacamata Allah maka kita tahu bahwa orang-orang yang ada disekitar kita memiliki satu kebutuhan yang sama. Mereka membutuhkan kasih! 

Izinkan kasih Allah mengalir melalui kata-kata kita, perbuatan kita, keputusan-keputusan kita, ide-ide kita dan dari diri kita!

Menjadi Kristen berarti kita masuk pada ‘Sekolah Kasih’. Allah lah Pemilik Sekolah tersebut. Kristus menjadi Kepala Sekolahnya dan Roh Kudus menjadi Guru (Pengajar) kita. Kitalah murid-murid-Nya.


Sertifikat kita adalah ketika Allah berkata: Engkaulah hamba-Ku yang baik dan setia.” karena kita menjadi pelaku kasih. Tuhan Yesus memberkati.