Rabu, 18 September 2013

HATI/Hearts

karyadim642.blogspot.com

Istilah Yunani “kardia” ini digunakan dalam Septuagita dan Perjanjian Baru untuk mencerminkan istilah Ibrani “lēb”. Istilah ini digunakan dalam beberapa cara :

1. Pusat kehidupan badaniah, suatu gambaran dari seseorang. (lih. Kisah 14:17; 2 Korintus 3:2-3; Yakobus 5:5)

2. pusat kehidupan rohani (moral)
a. Allah mengenal hati (lih. Lukas 16:15; Rom 8:27; 1 Korintus 14:25; 1 Tesalonika 2:4; Wahyu 2:23)
b. Penggunaan dari kehidupan rohani umat manusia (lih. Matius 15:18-19; 18:35; Roma 6:17; 1 Timotius 1:5; 2 Timotius 2:22; 1 Petrus 1:22)

3. Pusat kehidupan pemikiran (yaitu, intelek lih. Matius 13:15; 24:48; Kisah 7:23; 16:14; 28:27; Roma 1:21; 10:6; 16:18; 2 Korintus 4:6; Efesus. 1:18; 4:18; Yakobus 1:26; 2 Petrus 1:19; Wahyu 18:7; hati adalah sinonim dari pemikiran dalam 2 Korintus 3:14-15 dan Filipi 4:7)

4. Pusat dari kehendak (yaitu., hasrat, lih. Kisah 5:4; 11:23; 1 Korintus 4:5; 7:37; 2 Korintus 9:7)

5. Pusat dari perasaan (lih. Matius 5:28; Kisah 2:26,37; 7:54; 21:13; Roma 1:24; 2 Korintus 2:4; 7:3; Efesus 6:22; Filipi 1:7)

6. Tempat unik bagi aktivitas Roh (lih. Roma 5:5; 2 Korintus 1:22; Galatia 4:6 [yaitu, Kristus di dalam hati kita, Efesus 3:17])

7. Hati adalah cara menggambarkan yang menunjuk pada seseorang secara menyeluruh. (lih. Matius 22:37, mengutip Ulangan 6:5). Pemikiran, motif, dan tindakan-tindakan yang bersumber dari hati sepenuhnya mengungkapkan jenis dari suatu individu.

Perjanjian Lama memiliki suatu penggunaan yang luar biasa dari istilah ini:

a. Kejadian 6:6; 8:21, “Allah berduka dalam hatiNya (menyesal)” (catat juga Hosea 11:8-9)
b. Ulangan 4:29; 6:5, “dengan segenap hatimu dan jiwamu”
c. Ulangan 10:16, “hati yang tak bersunat” and Roma 2:29
d. Yehezkiel 18:31-32, “suatu hati baru”

e. Yehezkiel 36:26, “suatu hati baru” vs. “suatu hati keras (membatu)”


Senin, 16 September 2013

MENGHANCURKAN, MERUNTUHKAN, MERUSAK (PHTHEIRŌ)

karyadim642.blogspot.com

Arti dasar dari istilah phtheirō adalah menghancurkan, meruntuhkan, merusak, atau membusukkan.

Kata ini dapat digunakan untuk:
1. Keruntuhan finansial (kemungkinan 2 Korintus 7:2)
2. Kehancuran badani (lih. 1 Korintus 3:17a)
3. Kerusakan moral (lih. Roma 1:23; 8:21; 1 Korintus 15:33,42,50; Galatia 6:8; Wahyu 19:2)
4. Godaan seksual (lih. 2 Korintus 11:3)
5. Kehancuran abadi (lih. 2 Petrus 2:12,19)
6. Tradisi manusia yang memudar (lih. Kolose 2:22; 1 Korintus 3:17b)

Sering istilah ini digunakan dalam konteks yang sama dengan bentuk negatif lawan katanya (lih. Roma 1:23; 1 Korintus 9:25; 15:50,53).

Catat kontras parallel antara tubuh-tubuh fisik duniawi dan tubuh-tubuh abadi surgawi kita.
1. Fana (dapat rusak) vs tidak dapat rusak, 1 Korintus 15:42,50
2. Tak terhormat vs mulia, 1 Korintus 15:43
3. Kelemahan vs kuasa, 1 Korintus 15:43
4. Tubuh alamiah vs tubuh rohaniah, 1 Korintus 15:44
5. Adam pertama vs. Adam terakhir, 1 Korintus 15:45

6. Gambar dari keduniawian vs. gambaran surgawi, 1 Korintus 15:49