Kamis, 18 Juli 2013

Matius 4:18-22, Panggilan untuk Penjala ikan


18. And Jesus, walking by the Sea of Galilee, saw two brothers, Simon called Peter, and Andrew his brother, casting a net into the sea; for they were fishermen.
19. Then He said to them, "Follow Me, and I will make you fishers of men."
20. They immediately left their nets and followed Him.
21.  Going on from there, He saw two other brothers, James the son of Zebedee, and John his brother, in the boat with Zebedee their father, mending their nets. He called them,

22.   and immediately they left the boat and their father, and followed Him.

Danau GALILEA
Lukas menyebut Danau Galilea. (Limne)
Matius menyebut Laut Galilea (Talasa)
Jarak Danau Galilea,  Panjang = 20 km, Lebar = 12 km, lebar disebelah Utara dan sempit di sebelah selatan. Ketinggian 220 m dibawah permukaan laut.

Danau ini sering dijadikan tempat menangkap ikan, dan ada 3 cara untuk menangkap ikan :
1.     Dengan Kail.
2.    Dengan Jala (amphiblestron) dipakai satu orang.
3.    Dengan Jaring (sagene) dengan dua kapal yang didayung melingkar (perumpamaan Penangkap ikan)

Murid-murid dipanggil Yesus :

Ø   Diperkirakan mereka sudah kenal Yesus.
Ø   Sebagian sudah menjadi murid-murid Yohanes (Yohanes 1:35)
Ø   Bukan orang yang terpelajar, kaya, terhormat.
Ø   Bukan orang miskin.
Ø   Tidak memiliki masa depan yang baik.

Nelayan yang baik pasti memiliki kecakapan-kecakapan dibidangnya :
1.     Kesabaran. (menunggu ikan memakan umpan)
Pelayanannya juga butuh kesabaran (ngajar, khotbah, dll)

2.    Daya Tahan yang baik.
Pelayanan itut tidak mudah putus asa, mencoba dan mencoba.

3.    Memiliki mata yang tajam untuk melihat saat yang tepat.
Nelayan yang baik tahu apakah:
-      Menghasilkan atau tidak.
-      Kapan harus menebarkan jala.
-      Kapan harus tidak turun ke Laut.
Pelayan tuhan yang tahu :
Ada saat tepat, menerima, menolak, acuh tak acuh, bahkan ada yang mengeraskan hati.

4.    Ada umpan yang tepat dan benar untuk ikan.
Pelayan Tuhan yang baik :
-      tidak akan melakukan pelayanan yang sama dengan semua orang.
-      Sadar akan keterbatasan diri (tahu dan mengakui orang lain).

5.    Nelayan yang baik tidak menonjolkan diri.
Pelayan Tuhan yang baik akan mengedepankan Yesus, bukan diri sendiri.

Bekasi, 18 Juli 2013


Karyadim642.blogspot.com

ΜΑΤΘΑΙΟΝ 4
18   Περιπατῶν  δε͂  παρᾶ  τὴν  θάλασσαν  τῆς  Γαλιλαίας  εἶδεν  δύο  ἀδελφούς, Σίμωνα  τὸν  λεγόμενον  Πέτρον  καὶ  Ἀνδρέαν  τὸν  ἀδελφὸν  αὐτοῦ  βάλλοντας ἀμφίβληστρον  εἰς  τὴν  θάλασσαν  ἦσαν  γὰρ  ἁλιεῖς.
18   peripatōn  de  para  tēn  thalassan  tēs  galilaias  eiden  duo  adelphous,  simōna ton  legomenon  petron  kai  andrean  ton  adelphon  autou  ballontas  amphiblēstron eis  tēn  thalassan  ēsan  gar  alieis.

19   καὶ  λέγει  αὐτοῖς  δεῦτε ὀπίσω  μου,  καὶ  ποιήσω  ὑμᾶς  ἁλιεῖς  ἀνθρώπων.
19   kai  legei  autois  deute  opisō  mou,  kai  poiēsō umas  alieis  anthrōpōn.

Rabu, 17 Juli 2013

Indonesiaku oh Indonesiaku Negara dengan "Gila Kerja" ?

Dalam survei terbaru oleh organisasi negara-negara untuk pembangunan ekonomi (OECD) yang dikutip oleh CNN Money Selasa (16/7/2013), terungkap bahwa ada banyak negara yang penduduknya bisa bekerja keras melebihi Jepang. Hal itu tecermin dari rata-rata waktu kerja dalam satu tahun.
Dan berdasaarkan survei ini Negara Jepang dan Korea tidak lagi Negara yang disebut Bangsa Pekerja keras.

1.  Meksiko
Rata-rata jam kerja setahun : 2.317 jam Rata-rata pendapatan per kapita per tahun : 9.885 dollar AS Di meksiko, rata-rata pekerja menghabiskan waktu untuk pekerjaannya selama 45 jam satu minggu, dan kebanyakan bekerja di sektor industri. Jumlah jam kerja dari rata-rata penduduk negara ini 519 jam lebih lama dari pekerja AS dengan gaji yang minim.

2. Chile
Rata-rata jam kerja setahun : 2.102 jam
Rata-rata pendapatan per kapita per tahun : 15.820 dollar AS
Di Chile, sekitar 16 persen pekerja menghabiskan waktu di pekerjaan hingga 50 jam seminggu. Beberapa tahun lalu, pekerja dari negara ini bekerja lebih lama 300 jam ketimbang pekerja di AS. Di sisi lain, OECD mencatat banhwa kesenjangan sosial semakin lebar di negara ini.

3. Korea Selatan
Rata-rata jam kerja setahun : 2.092 jam
Rata-rata pendapatan per kapita per tahun : 35.406 dollar AS
Pekerja asal Korea Selatan masuk ke dalam kategori pekerja yang rajin di dunia, di samping masalah kesejahteraan yang telah seimbang dengan waktu yang dihabiskan. Akan tetapi, OECD mencatat bahwa isu gender masih membayangi dunia ketenagakerjaan di negara ini.

Selain masih sedikitnya perempuan yang berkesempatan bekerja, saat ini Korea Selatan juga menghadapi rendahnya angka kelahiran.

4. Estonia
Rata-rata jam kerja setahun : 2.021 jam
Rata-rata pendapatan per kapita per tahun: 17.323 dollar AS
Estonia adalah salah satu negara yang baru saja masuk ke dalam keanggotaan Uni Eropa. Jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan Eropa, upah pekerja di Estonia lebih rendah dan kurang sepadan dengan waktu yang dihabiskan untuk bekerja.

Untuk pekerja full time, waktu yang dihabiskan untuk bekerja mencapai 40 jam seminggu. Selain itu, hanya 10 persen pekerja di Estonia yang masuk kategori pekerja paruh waktu.

5. Rusia
Rata-rata jam kerja setahun : 2.002 jam
Rata-rata pendapatan per kapita per tahun: 15,286 dollar AS
Pekerja Rusia menghabiskan waktu kerja sepekan rata-rata 40 jam, dan di negara ini sangat ketat memberlakukan ketentuan lembur.

Pekerja juga berhak memperoleh waktu libur selama 28 hari di luar hari libur umum. Namun demikian, pekerja di Rusia bekerja 200 jam lebih lama ketimbang pekerja di AS lantaran sangat jarang pekerja paruh waktu dijumpai di negara ini.

6. Polandia
Rata-rata jam kerja setahun : 1.893 jam
Rata-rata pendapatan per kapita per tahun: 20.069 dollar AS
Dalam sepekan, pekerja di Polandia bekerja selama 40 jam sepekan. Sebagaimana yang banyak dijumpai di negara eks Uni Soviet, pekerja paruh waktu juga jarang ditemui di negara ini. Akan tetapi, yang banyak dijumpai adalah pekerja kontrak untuk waktu singkat.

7. Amerika Serikat 
Rata-rata jam kerja setahun : 1.798 jam
Rata-rata pendapatan per kapita per tahun: 54.450 dollar AS
Di AS, empat dari lima pekerja menghabiskan waktu selama 35 jam sepekan, dan di negara ini tidak mewajibkan pemberi pekerjaan memberikan cuti tahunan bagi pekerja. Hukum ketenagakerjaan di negara ini juga tidak menjamin hak pekerja yang sakit untuk tidak bekerja.

8. Hungaria
Rata-rata jam kerja setahun : 1.797 jam
Rata-rata pendapatan per kapita per tahun: 19.437 dollar AS
Pada 2002, Hungaria pernah mengajukan rancangan peraturan yang memberlakukan jam kerja pendek, yaitu 38 jam sepekan. Namun rencana itu tak terealisasi dan hingga saat ini sekitar 71 persen pekerja masih bekerja selama 39-41 jam sepekan.
Sebagaimana yang banyak dijumpai di negara Eropa tengah, jumlah pekerja paruh waktu juga sangat rendah.

9. Jepang
Rata-rata jam kerja setahun : 1.765 jam
Rata-rata pendapatan per kapita per tahun : 35.143 dollar AS
Selama ini, orang Jepang memiliki reputasi mampu bekerja dalam waktu yang lama. Namun, kemampuan itu semakin berkurang secara gradual sejak era 1990-an. Pada 1995, jumlah jam kerja orang Jepang mencapai 1.910 jam setahun. Namun pada akhir 2012 berkurang 145 jam menjadi 1.797 jam per tahun.

10. Republik Slovakia
 Rata-rata jam kerja setahun : 1.749 jam
Rata-rata pendapatan per kapita per tahun : 19.068 dollar AS
Seperti halnya Rusia, pekerja paruh waktu tidak ada di negara ini, dan hanya 4 persen pekerja negara ini bekerja kurang dari 30 jam seminggu.



Untuk bangsa Indonesia tidak ada didaftar tertinggi 20 besar negara dengan jam kerja yang tinggi.