Jumat, 21 Desember 2012

BIBIT BEBET BOBOT 1 - Matius 1:1-17


BIBIT BEBET BOBOT (1)
Matius 1:1-17

Siapa yang tidak senang menjadi anak Presiden, atau cucunya Presiden, atau cicitnya Presiden, pasti senang sekali boleh jadi sebuah kebanggaan menjadi anak atau keturunan dari seorang Presiden.
Kalau didalam dunia Politik untuk menjadi Pemimpin paling tidak akan ditelusuri dulu biografi dari calon Pemimpin tersebut atau yang sering di sebut Bibit, Bebet dan Bobotnya, dan kecenderungan yang terjadi adalah kalau Kakek atau ayahnya bekas seorang Pemimpin hampir dipastikan dia akan mulus untuk menjadi Pemimpin.

Jadi betapa pentingnya Bibit, bebet, bobot itu bagi manusia, sehingga menilai keberhasilan dilihat dari pendahulunya atau disebut Keturunan/silsilahnya.

Di suku Batak silsilah itu sangat di hargai dan penting, sebenarnya dibeberapa suku yang lain juga sangat diperhatikan GARIS KETURUNAN itu, namun belakangan ini sudah banyak memudar atau kurang menghargai pentingnya Garis Keturunan.

Demikian juga dengan bangsa Israel bagi mereka silsilah/Garis keturunan itu sangat penting sekali. Dalam Kitab Perjanjian Lama kita sering menemukan daftar silsilah atau keturunan dari orang-orang yang terkenal. Kejadian 5:1; Kejadian 10:1; Kejadian 11:10, 27.

Kenapa pentingnya asal-usul itu bagi orang Yahudi, jikalau dalam garis keturunan itu ditemukan adanya campuran darah dari orang lain, maka orang yang bersangkutan akan kehilangan haknya untuk disebut sebagai Orang Yahudi dan sebagai anggota umat Allah.

Seorang Imam umpamanya, :
Ø  mempunyai kewajiban untuk menunjukan catatan asal-usul yang bermula dari Imam Harun terus sampai kepada dirinya sendiri tanpa terputus-putus.
Ø  Kalau ia menikah maka harus menunjukan garis asal-usul paling sedikit lima generasi yang lampau.

Dikitab Ezra dituliskan bagaimana Ezra memperbaharui fungsi keimaman pada saat itu, ketika orang Israel balik dari Pembuangan Babil, dia menyeleksi para imam yang ada, apakah mereka dari keturunan Imam harun atau tidak. Dari seleksi yang ada diketemukan yang tidak layak menjadi imam yaitu anak-anak Habaya, anak-anak Koz, anak-anak  Barzilei. Ezra 2:62)

Demikian juga dengan Tuhan Yesus, ketika Matius menulis kitabnya dia mengawali kitabnya dengan silsilah karena dia tahu pentingnya silsilah ini sesuai dengan yang dinubuatkan bahwa Yesus lahir kedalam dunia melalui perantaraan anak dara dari keturunan Daud Didalam Matius 1:1-17 inilah silsilah Tuhan Yesus tertulis.

Dan Matius membuat silsilah ini dalam 3 (tiga) bagian atau kelompok dan masing-masing kelompok ada 14 (empat belas) diperkirakan maksud pengelompokan adalah :
a.      Untuk mempermudah mengingat-ingat tulisan tersebut. Karena pada masa itu belum ada mesin cetak atau buku yang dicetak.
b.      Untuk membuktikan Yesus adalah benar-benar keturunan Daud.

1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
1:4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
1:6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
1:7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
1:8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
1:9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
1:10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
1:12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
1:13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
1:14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
1:15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

1:17 Jadi seluruhnya ada:
 empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

Kamis, 20 Desember 2012

CIRI-CIRI NABI



CIRI-CIRI NABI

Menjadi nabi itu ada enak dan tidak enaknya :

Yang enaknya jadi nabi adalah mendapat kehormatan yang besar dan menonjol nabi mengurapi raja-raja, mengadakan mujizat-mujizat, dan meramalkan masa depan, itulah sebabnya mengapa banyak nabi palsu di Israel. Namun tidak enaknya adalah nabi ketika ditugaskan Tuhan  akan mengalami bahaya besar, kesulitan bahkan kematian.

Nabi dipanggil untuk menyampaikan pesan Tuhan yang :

a.   tidak di encerkan.

b.   Tidak dikompromikan

c.   Tidak dipoles kepada umat yang seringkali memberontak.

Akibatnya : mendapatkan celaan, perlawanan hebat, kritik keras, bahkan hukuman mati terhadap utusan Tuhan.

Karena alasan ini tidak sembarang orang dapat menjadi nabi, sedikitnya ada 2 ciri :


1.  Nabi harus dipanggil.

Jabatan nabi tidak diwarisi dalam sebuah keluarga atau suku nabi. Tuhan memilih dan memanggil setiap nabi secara individual untuk suatu pekerjaan specifik yang ingin Tuhan selesaikan. Dan ketiadaan panggilan inilah yang membuat begitu banyak orang menjadi nabi-nabi palsu.

Berikut beberapa contoh panggilan ilahi seorang nabi :

-    Musa menerima panggilan di semak duri yang terbakar. Keluaran 3:4

-    Yesaya menanggapi panggilan ilahi melalui penglihatan. Yesaya 6:1-8

-    Yeremia dipanggil Tuhan sebagai nabi sewaktu di dalam rahim ibunya. Yeremia 1:5

-    Yehezkiel dipanggil Tuhan di dekat sungai Kebar di Babel. Yehezkiel 1:1; Yehezkiel 2:2-3.

-    Amos mengingatkan panggilannya> Amos 7:14-15.

2.  Nabi harus Berani.

Nabi harus merupakan individu yang berani dan tidak gentar. Ia harus sanggup mengalami penganiayaan sekaligus pujian, perkawanan sekaligus perlawanan.


TUGAS-TUGAS NABI.
Hampir semua nabi muncul pertama kali sebagai peramal. Ramalan tampaknya menjadi inti sesungguhnya dari jabatan dan fungsi  nabi (Ulangan 18:20-22).

Contoh beberapa tugas para nabi :

Ø  Tugas pertama samuel menginformasikan. 1 samuel 3:4-18.

Ø  Natan mengkonfrontasi Raja Daud. 2 samuel 12:1-12.

Ø  Tuhan mengharuskan daud memilih satu dari tiga hukuman. 2 samuel 24:10-7

Ø  Elia mengingatkan dosa Ahab dan menghukum Israel. 1 Raja-raja 17:1

Ø  Yunus berseru pada kota Nniwe supaya bertobat. Yunus 1:2; Yunus 3:1-2


Dalam Alkitab setidaknya ada 5 Tugas, fungsi, atau misi spesifik nabi :

Ø  Reformator.

Nabi-nabi berfungsi sebagai reformator.

a.      Secara konsisten Memanggil umat untuk taat pada hukum Tuhan, hidup sesuai dengan Firman Tuhan.

b.      Pengkhotbah etika dan moral yang mencela semua kejahatan moral, religius dan sosial pada zamannya.

c.       Tanpa gentar menghardik penyembahan berhala, perzinahan, penindasan terhadap orang-orang miskin, ketidak adilan, kebobrokan sosial, moral dan politik.


Ø  Negarawan.

Nabi-nabi menghadap para raja dan memaikan peran sebagai negarawan dalam urusan-urusan nasional.


Ø  Penjaga.

Nabi-nabi berfungsi sebagai penjaga umat, Tuhan membangkitkan para nabi untuk menunjukan kemurtadan religius umat dan untuk menyerukan peringatan akan penghakiman atas umat bila mereka tidak berbalik dari penyembahan berhala.


Ø  Perantara.

Nabi-nabi berfungsi sebagai perantara bagi umat Tuhan, 

contoh : 1 Raja-raja 13:6; 1 Raja-raja 17:17-24; 2 Raja-raja 4:18-37; Yeremia 7:16; 14:7; Amos 7:2


Ø  Penghibur dan Penasihat.

Nabi-nabi menghibur dan menasehati umat Tuhan


Tanda –tanda Nabi-nabi palsu.
1.   Ulangan 13:1-18
2.   Ulangan 18:9-22
3.   Yeremia 23:9-40
4.   Yehezkiel 12:21-14:11

Jakarta, 19 Desember 2012

Karyadi