Jumat, 06 Maret 2015

MAHKOTA MASA KINI


Mahkotaku berada di dalam hati bukan di kepala. Tidak dihiasi intan dan permata dari India, bukan pula untuk dipamerkan. Mahkotaku disebut kepuasan; mahkota yang jarang dinikmati raja-raja.»william Shakespeare«

Amsal 27:24 Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun?

Mahkota masa kini adalah harga diri dan kebanggaan, berapa banyak dari kita mengejarnya bahkan rela mengorbankan apa saja asal kita bisa memperolehnya.

Padahal mahkota yang sesungguhnya bukan yang ada diluar, tetapi adanya didalam hati kita yang disebut dengan kebahagiaan, hal ini hanya bisa dicapai bila hati kita penuh dengan ucapan syukur, damai sejahtera dan sukacita.

Orang kaya, berhasil dan sukses bila hidupnya tidak berbahagia, apakah yang menjadi kebanggaannya!


Bila kebahagiaan sejati menjadi milik kita, banyak orang akan berdecak kagum dan berkata " aku iri melihat kebahagiaanmu" itulah MAHKOTA asli yang tidak dapat dibeli dengan berapa banyakpun harta kita. 

Selasa, 03 Maret 2015

KEUANGAN YANG BERLIMPAH


If God bless us financially, don't increase the standard of living, but increase the standard of giving. Be generous person. »Frank Sindoro«

Ketika Tuhan memberkahi kita dalam keuangan yang berlimpah, jangan tingkatkan standar hidup kita berlebihan, tapi tingkatkanlah standar dalam memberi. Jadilah orang yang bermurah hati. »Frank Sindoro«

Markus 12:30 "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu."

Gong Xi Fat Cai, berasal dari kata Hanyu Pinyin, secara harafiah, Gong Xi berarti salam atau selamat, Fat berarti semakin, dan Cai berarti kaya atau makmur.

Jadi apabila diterjemahkan secara literal, Gong Xi Fat Cai bisa diartikan Selamat, Semoga Semakin Kaya / makmur

Ucapan salam ini cenderung menonjolkan Kekayaan sebagai tujuan, memang bagi tradisi masyarakat Tionghoa turun temurun kekayaan dijadikan hal yang terpenting dalam hidup.

Menjadi kaya adalah baik dan tidak salah, bahkan bisa dipakai untuk menunjang pekerjaan Tuhan dan memberkati orang lain yang berkekurangan, tetapi dalam hidup kita kekayaan bukanlah yang terpenting.

Tujuan hidup kita bukan mengejar kekayaan karena kekayaan bersifat tidak kekal, kejarlah yang bersifat kekal, yaitu Kristus dan pengenalan akan Dia.


Amsal 10:22 "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya."