Minggu, 14 Desember 2014

INVESTASI DALAM PERKARA SURGAWI


"It is wise to invest our life in things unseen that we cannot measure, like humility, servanthood, a heart of prayer and abandonment to God." »Mike Bickle«

"Itu bijaksana untuk menginvestasikan kehidupan kita kepada hal-hal yang tidak kita lihat yang tidak bisa kita ukur, seperti kerendahan hati, hati melayani, hati yang berdoa dan berserah kepada Tuhan." »Mike Bickle«

Matius 6:19 Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya."

Sebagai warganegara kerajaan Surga kita harus menyadari bahwa hidup kita dibumi hanya sebagai musafir.

Musafir yang bijaksana tentunya tahu, investasi mana yang paling tepat yang harus dia lakukan.

Bila investasi untuk dunia maka hal duniawi yang akan dituai, tetapi jika kita investasi dalam perkara surgawi, maka hal hal surgawi yang akan kita terima.

Ketika kita berdoa, melayani, melepaskan pengampunan, mengasihi, setia dan beriman pada Tuhan, sepertinya tidak kelihatan hasilnya, tetapi ketahuilah bahwa semua yang kita lakukan adalah investasi kekal yang akan kita nikmati saat kembali ke Surga.


Lukas 6 : 35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Sabtu, 13 Desember 2014

GEJALA PERFEKSIONIS


It is vain to trust the creatures; it is wise to trust the Creator »Charles Spurgeon«

Sia-sialah untuk bergantung kepada yang diciptakan; bijaksana untuk bergantung kepada Sang Pencipta »Charles Spurgeon«

Amsal 17:9 "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib"

Bila kita tidak suka ditegur atau dikritik, mudah frustrasi dan merasa jengkel lalu menjauh dari siapa saja dan cendrung menyendiri itu sebuah gejala perfeksionis.

Perasaan selalu dan merasa benar, ingin selalu sempurna merusak hubungan kita dengan siapa saja, bahkan dengan Tuhan sekalipun.

Hanya orang yang merasa kurang yang menyadari bahwa Tuhanlah yang selalu menyempurnakan hidupnya, tanpa Tuhan semuanya menjadi sia sia.


Dunia bukan milik pribadi, tanpa keluarga, sahabat dan masyarakat kita akan kesepian, sadarilah kita membutuhkan mereka semua, karena itu jangan jadi orang yang perfeksionis, tetapi jadilah orang yang penuh toleransi dan pengertian terhadap sesama.