Rabu, 24 Juli 2013

SEJARAH PERKEMBANGAN ALKITAB

Kita sering dipertanyakan apakah Alkitab itu asli atau sudah dipalsukan ?
Dan memang karena tidak adanya tempat penyimpanan yang baik dan pembuatannya juga dibuat dari bahan-bahan yang terbatas daya tahanya terhadap alam yang menyebabkan semua manuskrip asli dari Alkitab dianggap telah lenyap. (manuskrip = naskah yang berisi tulisan tangan penulis asli).

Pertanyaan muncul,  jadi apakah yang kita punyai sebagai landasan literatur
Alkitab?
1.  Kita mempunyai salinan yang paling kuno dari manuskrip asli.
Kita hanya menyebutkan tiga yang pokok.
a. Codex Sinaiticus,  semula adalah sebuah codex (naskah kuno dalam bentuk buku berhalaman) dari Alkitab bahasa Yunani abad keempat. Dibeli dari Republik Soviet Rusia pada tahun 1933 oleh Inggris dan sekarang berada di Museum Inggris.
b. Codex Alexandrus,  mungkin ditulis pada abad kelima, sekarang di Museum Inggris. Codex ini berisi keseluruhan Alkitab bahasa Yunani kecuali empat puluh lembar yang hilang.
c. Codex Vaticanus,  berada di perpustakaan Vatikan di Roma, semula berisi keseluruhan Alkitab, tetapi ada bagian-bagian yang hilang. Ditulis sekitar abad keempat.

2. VERSI YANG KUNO
a. Versi Septuaginta. Terjemahan Perjanjian Lama bahasa Ibrani ke bahasa Yunani, dibuat di Aleksandria sekitar 285 S.M.
b. Pentateukh Samaria,  Tidak secara tegas dianggap sebagai sebuah versi, tetapi teks bahasa Ibarani yang diabadikan dalam huruf Samaria.
c. Pesyita atau Siria. Keseluruhan Alkitab, tanggalnya tidak pasti (abad pertama atau kedua?) secara jelas merupakan terjemahan kedalam bahasa umum dari sebagian bahasa Siria.
d. Vulgata. Keseluruhan Alkitab yang diterjemahkan kedalam bahasa Latin oleh Jerome di Betlehem. Selesai sekitar 400 M. Selama seribu tahun Vulgata ini merupakan Alkitab Standar dalam Gereja Katolik.

3.    VERSI BAHASA INGGRIS
Selama jaman kegelapan sangat sedikit terjemahan Alkitab yang dikerjakan. Hanya ada sedikit terjemahan yang dibuat dari bagian-bagian tertentu Alkitab saja.

Firman Allah terkunci dalam bahasa Latin yang tidak diketahui oleh orang umum.
Ø  1320-1324, J. Wycliffe,  
    seorang sarjana Inggris yang besar dan seorang pelajar Alkitab, memikirkan rencana untuk menerjemahkan keseluruhan Alkitab kedalam bahasa Inggris yang umum.
Pertama ia menerjemahkan Perjanjian Baru sekitar tahun 1830. Tepatnya berapa banyak lebihnya yang telah ia kerjakan sebelum kematiannya tidaklah pasti. Teman-temannya melanjutkan pekerjaannya sesudah kematiannya. Pekerjaannya bersandar pada Vulgata bahasa Latin William Tyndale.

Ø WilliamTyndale,  
    Penterjemah Bahasa Inggris yang besar lainnya.
Ia adalah seorang reformator mula-mula yang berani dan bertekad supaya rakyat Inggris umum mempunyai Alkitab dalam bahasanya sendiri.
Penganiayaan tidak memungkinkan baginya untuk mengerjakan pekerjaannya di Inggris, maka ia menyeberang ke Eropa dimana Terjemahan Perjanjian Barunya diterbitkan pada tahun 1525 dan Pentateukh (kelima kitab pertama dalam Perjanjian Lama) pada tahun 1530.
Versinya tidak bersandar sepenuhnya pada Vulgata Latin seperti kepunyaan Wycliffe. Tyndale adalah seorang sarjana bahasa yunani yang matang dan mempunyai kesempatan untuk menggunakan teks bahasa Yunani Erasmus dan bantuan-bantuan yang lainnya yang tidak dimiliki oleh Wycliff.
Lebih dari itu, ia mempunyai penguasaan Bahasa Inggris yang benar/akurat yang terlihat pada semua versinya kemudian.
Dia mati sebagai martir sebelum ia menyelesaikan Perjanjian Lama tetapi ada amggapan umum bahwa ia telah meninggalkan bahan yang muncul kemudian dalam versi Matthew/Matius.

Ø Miles Coverdale. 
    Seorang teman Tyndale, mempersiapkan dan menerbitkan sebuah Alkitab yang dipersembahkan kepada Henry ke VIII pada tahun 1535.

Perjanjian Baru-nya Coverdale sebagian besar berdasarkan pada kepunyaan Tyndale. Ia secara terus terang menyangkal keasliannya tetapi menggunakan bahasa Latin, dan versi-versi sebagai penolong, termasuk juga versi Tyndale.
Alkitab Matthews,  1537. Sekitar waktu yang sama dengan terbitnya edisi kedua dari Alkitab Coverdale, munculah terjemahan yang lain. Asal-usulnya agak tidak jelas, tetapi meskipun terjemahan itu memakai nama Matthews, umumnya dipercaya bahwa pembuatnya adalah John Rogers, teman dan rekan sekerja Tyndale.
Sarjana ini, menurut perkiraan, memiliki terjemahan Tyndale yang belum diterbitkan yaitu kitab-kitab sejarah dari Alkitab. Terjemahan itu berisi terjemahan Tyndale dalam bentuknya yang terbaru dan juga memberi bukti-bukti tentang hasil kerja Coverdale.

Ø Alkitab Besar. 1539. 
    Alkitab ini terkenal sebagai terjemahan yang berdasarkan Alkitabnya Matthews, Coverdale dan Tyndale.
Edisi pertama ini disiapkan oleh Miles Coverdale dan iperintahkan untuk digunakan di setiap gereja jemaat. Alkitab ini adalah volume dengan ukuran yang besar dan dirantai pada meja baca di gereja-gereja, dimana orang-orang berkumpul untuk membaca Firman Allah.

Ø Alkitab Genewa. 1560. 
    Terjemahan ini dibuat di Genewa oleh sarjana-sarjana yang melarikan diri dari Inggris selama masa penganiayaan Ratu Mary.
Alkitab ini merupakan revisi dari Alkitab Besar yang disusun dengan terjemahan-terjemahan bahasa Inggris lainnya. Alkitab ini adalah versi yang sangat ilmiah dan ukurannya mudah untuk dibawa dengan tangan. Alkitab ini selama bertahun-tahun merupakan Alkitab yang populer di Inggris.

Ø Alkitab Bishop. 1568. 
    Dipersiapkan dibawah arahan uskup agung dari Canterbury selama masa pemerintahan Elizabeth. Alkitab ini sebagian besar merupakan revisi dari Alkitab Besar meskipun agak tergantung pada Versi Genewa.
Alkitab ini terutama digunakan oleh kaum rohaniwan, tidak populer di kalangan orang awam.

Ø Alkitab Douay. 
    Sebuah Versi Katolik Roma dibuat dari Latin Vulgata.
Perjanjian Baru terbit di Rheims pada tahun 1582. Perjanjian Lama terbit di Douay pada sekitar tahun 1609-1610. Alkitab ini berisi catatan-catatan yang kontroversial/bertentangan. Alkitab ini secara umum menerima Versi bahasa Inggris dari Gereja Roma.

Ø King James atau Auhtorized Version. 1611.
Terjemahan ini sekarang umumnya digunakan oleh penutur bahasa Inggris. Dibuat oleh empat puluh tujuh sarjana dibawah wewenang Raja James I dari Inggris.
Alkitab Bishop adalah dasar dari versi baru ini tetapi teks bahasa Ibrani dan Yunani dipelajari dan dicari keterangan dari terjemahan-terjemahan bahasa Inggris yang lainnya untuk memperoleh hasil yang terbaik. Alkitab ini mendapat tempat pertama pada penutur bahasa Inggris di seluruh dunia selama lebih dari tiga abad.

Ø Revised Version/Versi yang Direvisi. 1881-1884. 
    Dibuat oleh sekelompok sarjana Inggris dan Amerika.
Alkitab ini, walaupun disangka sebagai revisi dari Authorized Version, mempunyai keunggulan-keunggulan yang jelas dibanding pendahulu-pendahulunya.
Alkitab ini menggunakan salinan-salinan yang paling kuno dari kitab suci asli/orisinil. Beberapa dari codex-codex kuno ini tidak tersedia pada saat penerjemahan Authorized Version.

Ø American Standard Version. 1900-1901. 
    Versi ini tergabung ke dalam teks, dengan bahan bacaan dipilih oleh Anggota Comite Revisi Amerika tahun 1881-1885.


Demikianlah sedikit penjelasan terbitnya Alkitab dalam bahasa Inggris, kiranya menjadi berkat.

Senin, 22 Juli 2013

KUSTA DAN BUTA YAMG BERBAHAGIA

Antonio tinggal di suatu tempat penampungan orang yang sakit kusta. Sudah
bertahun-tahun lamanya ia tinggal di sana, karena Antonio juga sakit kusta. Pada
masa itu belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakitnya yang mengerikan itu. Tidak ada jalan lain: Antonio dan para penderita penyakit kusta lainnya itu harus diasingkan dari masyarakat.

Namun demikian, Antonio adalah seorang penderita penyakit kusta yang bahagia.
Pertama-tama, ia bahagia karena ia percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Hal yang kedua, ia bahagia karena dialah satu-satunya orang di tempat penampungan itu yang dapat membaca. Hal yang ketiga, ia bahagia karena ia mempunyai Alkitab.

Semua orang kusta itu buta huruf, kecuali Antonio. Tetapi banyak di antara
mereka sekarang sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Mengapa? Oleh karena Antonio suka membacakan cerita-cerita Alkitab bagi teman-teman senasibnya. Itulah kesenangannya yang terbesar.

Pada suatu hari Antonio mulai merasa agak susah membaca. Matanya terasa agak
sakit. Ia semakin terganggu dalam pembacaannya, dan semakin ingin tahu apa
sebabnya.

Kemudian seorang dokter datang ke tempat penampungan orang yang sakit kusta itu. Ia memeriksa mata Antonio. Lalu dengan pelan-pelan dokter itu mengucapkan dua kalimat, . . . seolah-olah ia segan sekali mengatakannya: "Kamu akan menjadi buta, Antonio. tidak ada obat yang dapat mencegah hal itu."

Antonio duduk terpaku. Buta! Ia akan menjadi orang kusta yang buta! Ia takkan
lagi dapat pergi dari pondok ke pondok sambil membawa Alkitabnya. Ia takkan lagi dapat membacakan cerita-cerita yang indah itu bagi teman-temannya.

Berhari-hari lamanya Antonio duduk terdiam. Bagaimana ia dapat tahan menanggung penderitaan yang bertambah berat itu?

Lalu pada suatu hari Antonio mendapat akal. Matanya makin lama makin kabur,
namun ia belum buta. Dan pikirannya masih tetap tajam. Aku akan menghafal
beBerapa bagian dari Alkitab! kata Antonio pada dirinya sendiri. Nanti kalau aku
betul-betul menjadi buta, aku masih dapat pergi dari pondok ke pondok sambil
menyampaikan isi Firman Allah kepada teman-temanku!

Segera Antonio mengambil Alkitabnya. Bagian manakah yang hendak dipilihnya untuk dihafal terlebih dahulu? Antonio terus membuka-buka halaman demi halaman.

Ah, penting sekali Sepuluh Hukum Tuhan ini! kata Antonio pada dirinya sendiri.
Ah, bagus amat Mazmur 23 ini! Betapa megahnya kata-kata Nabi Yesaya ini! Betapa indahnya ajaran-ajaran Tuhan Yesus dalam pasal ini! Betapa senangnya nanti teman-temanku mendengar cerita mengenai Rasul Paulus ini!

Manakah yang harus dihafalkannya terlebih dahulu? Ayat-ayat manakah yang patut disimpan dalam hatinya selama-lamanya?

Antonio memilih tiga pasal dulu. Mulailah dia menghafal ayat-ayat dari pasal
pertama pilihannya itu. Ia bekerja keras. Setelah beberapa waktu, ia dapat
menghafalkannya tanpa kesalahan apa pun. Memang tidak sulit untuk mengingat apa yang benar-benar kita senangi, bukan? Lalu ia memulai pasal yang kedua. Tidak lama kemudian ia pun sudah siap mulai menghafalkannya pasal yang ketiga.

Teman-teman Antonio mendengar tentang apa yang sedang dikerjakannya itu. Dengan berjalan pincang mereka satu persatu mulai mampir ke pondoknya.

"Antonio," kata seorang kakek, apakah kamu sudah hafal Mazmur 8? Rasanya aku
harus tetap mendengar pasal itu."

"Belum, Kek," jawab Antonio. "Nanti aku akan menghafal pasal itu."

Kakek itu lalu pergi dengan hati yang puas. Kemudian sekelompok anak-anak datang ke pondok Antonio dengan berlari-lari. "Hai, Antonio, tolong hafalkan cerita tentang Tuhan Yesus dan anak-anak!" mereka memohon dengan sangat. "Dan jangan lupa hafalkan juga tentang para gembala dan orang Majus."

"Baiklah!" jawab Antonio. "Tetapi kalian harus turut menghafalkannya bersama-sama dengan aku, ya?"

Seorang bapak bertanya, "Apakah kamu akan menghafal Sepuluh Hukum Tuhan?"

"Memang itu sudah masuk daftarku, Pak," jawab Antonio.

Seorang ibu mendesak, "Kita masih perlu mendengarkan Mazmur Sang Gembala, Mazmur pasal 23 itu."

"O ya, Bu, itu sudah kuhafal," ujar Antonio sambil tersenyum.

"Antonio," sapa seorang nenek dengan suara yang gemetar, "sudahkah kau hafal
kata-kata Tuhan Yesus tentang rumah kita di surga?" Nenek itu begitu menderita di dunia ini, dan ia begitu senang mendengar janji Tuhan Yesus tentang rumah di surga, tentang cukup banyak tempat yang telah tersedia bagi semua orang percaya.

"Antonio pun berjanji: Pasti aku akan menghafal bagian itu nanti, Nek."

Demikian Antonio bekerja keras hari demi hari. Demikianlah ia berusaha mengingat baik-baik tiap bagian Alkitab yang sangat dicintai oleh teman-temannya, para penderita penyakit kusta itu.

Matanya makin kabur. Ia makin jarang membaca, dan makin sering mengucapkan ayat-ayat di luar kepala.

Akhirnya saat yang telah lama ditakutinya itu tiba. Pada suatu pagi Antonio
membuka Alkitabnya, tetapi tidak ada satu huruf pun yang dapat dibacanya.

Namun ternyata Antonio tidak menjadi sebegitu cemas dan sedih seperti yang
disangkanya semula. Waktu untuk belajar sudah selesai, kata Antonio pada dirinya sendiri. Waktu untuk menyampaikan isi Firman Allah kepada teman-temanku sudah tiba.

Dengan samar-samar Antonio masih dapat melihat lorong yang menuju ke pondok-pondok tempat tinggal teman-temannya. Sementara matahari pagi menyinari wajahnya yang tersenyum itu, ia terus berjalan dengan pelan-pelan.

Sewaktu ia sampai di pondok temannya yang terdekat, masih terdengar sambutan ria seperti pada waktu-waktu dulu:

"Antonio datang!" anak-anak berseru.

"Antonio datang!" berkumandanglah suara orang-orang dewasa.

"Antonio ada di sini!" ayo berkumpullah semua! Antonio akan menyampaikan isi
Firman Allah kepada kita! Selamat datang, Antonio! Selamat datang!"

Lalu Antonio duduk. Matanya yang tidak berguna lagi itu tak dapat dipakainya
untuk membaca. Namun suaranya mantap, dan dengan tepat sekali ia mulai
mengucapkan ayat-ayat kesayangannya yang dihafalkannya dari Kitab yang paling
dicintainya.

Orang kusta yang buta itu tersenyum. "Kalau Firman Allah ada di dalam hati kita,
senang rasanya," kata Antonio.

Para penderita penyakit kusta yang telah berkumpul di sekeliling Antonio itu pun
setuju dengan pendapatnya.

"Firman Allah ada di dalam hati kita," kata mereka. "Sungguh senang rasanya!"


TAMAT