Sabtu, 11 Mei 2013

CALON RASUL/Matthew the Tax Collector - Matius 9:9

PEMUNGUT CUKAI.

9.  Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang  bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
9.  As Jesus passed on from there, He saw a man named Matthew sitting at the tax office. And He said to him, "Follow Me." So he arose and followed Him.


Matius adalah seorang pemungut Pajak, sama dengan ‘Lewi’ dalam Markus 2:14; Lukas 5:27.
Matius adalah orang Yahudi, seorang Pemungut cukai, orang yang kaya, Ia dibenci orang Yahudi karena pemungut Pajak (bukan pekerjaan sebagai petugas Pajaknya yang salah tapi tindakan korupsinya yang akibatnya menindas rakyatlah yang salah) Ialah yang nantinya menulis Injil Matius ini.  

pada waktu dipanggil Tuhan Matius ada di rumah cukai dan Matius meninggalkan segala sesuatu (Lukas 5:28).
a)  Ini kontras sekali dengan sikap pemuda kaya dalam Matius 19:22.
b)  Pekerjaan pemungut cukai sebetulnya tidak dosa kalau dilakukan dengan benar. Ini terlihat dari:
·  Yesus tidak menyuruh Zakheus meninggalkan pekerjaannya (Lukas 19:1-10).
·  Yohanes Pembaptis tidak menyuruh pemungut cukai meninggalkan pekerjaannya.
Tetapi untuk Matius pekerjaan itu tidak memungkinkan ia memenuhi panggilan Tuhan, sehingga pekerjaan itu harus ditinggalkan. Di sini kita bisa mempelajari sesuatu yang penting: panggilan Tuhan harus diutamakan lebih dari segala sesuatu!
c)  Waktu Matius mengikut Yesus ia mendapat sesuatu (damai, sukacita, dsb), tetapi ia juga kehilangan sesuatu (pekerjaan, harta, teman-teman, dsb). Kalau kita mau ikut Yesus kita akan mengalami hal yang sama. Harus ada kemauan untuk mengorbankan sesuatu!

Bagaimana sih Pekerjaan Pajak pada zaman Yesus ?
Pemerintah Romawi sebagai penjajah  diwilayah Israel memiliki wewenang untuk mengambil Pajak kepada Masyarakat yang dijajahnya dan supaya dapat dilakukan penarikan Pajak tanpa harus repot-repot mereka mengambil pajak dengan jalan melelang  kepada pengumpulan Pajak yang tentu harus direstui oleh Pemerintah Romawi dan ini bahayanya kalau dilelang pemungutan pajak ini, Petugas cukai akan memungut Pajak dan kalau hasilnya lebih yah itu untungnya (akhirnya terjadi penyelewangan-penyelewengan).

3 macam Pajak (Pajak Wajib) :
1.     Pajak Tanah. 1/10 hasil gandum + 1/5 hasil buah/anggur.   
Pembayaran harus kontan atau yang sejenisnya.
2.    Pajak Pendapatan. 1% dari pendapatan seseorang.
3.    Pajak Kepala. Setiap laki-laki usia 14-65, wanita 12-65.

Ketiga macam pajak ini wajib langsung disetor ke Negara, pemungut tidak bisa apa-apa karena harus langsung disetor ke Negara.

Ada pajak lainnya :
a.    Pajak barang-barang dari luar negeri (import) 2,5% - 12,5 %
b.    Pajak jalan raya, jembatan, pasar, pelabuhan, dll.

Jadi bisa dimengerti bagaimana penduduk sangat tidak menghargai apalagi menghormati petugas Pajak.:
Ø  Mereka sangat dibenci.
Ø  Bekerja bagi penjajah.
Ø  Memperkaya diri sendiri.
Ø  Tidak jujur (menipu orang/pemerintahan).
Ø  Menerima suap dari orang kaya yang tidak mau bayar pajak.

Menurut orang Yahudi pemungutan cukai tidak layak ditaati karena :
·         Yahudi nasionalis fanatik.
·         Hanya Allah saja yang menjadi Raja.
·         Membayar Pajak (penjajah) adalah penghinaan kepada Allah.
·         Melarang masuk Synagoge.
·         Disamakan dengan binatang/najis. Imamat 20:5.
·         Dilarang menjadi saksi perkara.
·         Digolongkan para perampok dan pembunuh.

Sudut pandang orang Farisi dan ahli Taurat :
a.    Mereka lebih memperhatikan diri sendiri (melakukan hukum”/ Taurat) dari pada memperhatikan orang lain.
b.    Mereka lebih suka mengkritik ketimbang memberi SOLUSI. (orang berdosa).
c.    Mereka melihat orang berdosa dan menjauhinya, bukan sebaliknya mengingatkan orang berdosa itu akan dosanya, sehingga mau bertobat.
d.    Senang mengutuk orang lain,  menjatuhkan orang ketimbang memaafkan, bersimpati, menolong.

Yesus melakukan sebaliknya, Dia datang mencari dan bergaul dengan orang berdosa. Dan Matius dipanggilnya menjadi Muridnya dan kita ketahui hasil dari Kasih Tuhan Yesus maka Matius bukan hanya menjadi murid saja tapi menjadi bagian dari kedua belas Rasul dan Penulis dari Kitab Injil Matius.

Bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang seperti Matius ini, apakah kita biarkan dengan kebencian atau kita dekati dan kasihi tapi tetap mengingatkan perbuatannya yang tidak benar, sehingga kita boleh menjadi bahagian dari terang Kristus.

Jakarta, 11 Mei 2013

Karyadim642.blogspot.com